Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 66


__ADS_3

Merasakan tangannya di sentuh vanya mencoba membukak matanya perlahan karna ia mengenali aroma parfum itu.


"Baby"ucap Alex dengan suara lirih sambil melingkarkan kedua tangannya ke perut vanya.


Deg


Deg


Mendengar suara itu vanya mematung di tempatnya tubuhnya menegang akibat sentuhan suara serta deru nafas lelaki itu.


Tidak mendapat respon dari vanya, Alex kembali memanggil dengan sebutan yang membuat hati vanya berdebar lebih dari baisanya.


"Baby"ucap Alex lagi bahkan bibirnya mengenai telinga vanya.


Vanya memejamkan kembali matanya dengan kuat ia menganggap ini hanya halusinasi belaka.


jika ini hanya halusinasi tolong jangan di singkat ucap vanya dalam hati yang penuh harap.


"Do you miss me?"tanya Alex sambil mendekap vanya dengan erat dari belakang.


Tinggi vanya hanya sebatas dagu Alex membuat kepala Alex bersandar manja di bahu Vanya.


"I Miss you baby"ucap Alex lirik dan tersirat nada sendu setiap ucapannya.


belim mendapat respon dari vanya Alex melepas pelukannya dan menatap wajah vanya dari cermin dan ia mulai membalikkan tubuh vanya yang hanya mematung.


Menghela nafas pelan Alex kembali berucap dan itu berhasil membuat vanya kembali kedalam alam bawah sadarnya.


"Baby kenapa hmmm?"tanya Alex lembut sambil menangkup kedua wajah vanya yang masih setia memejamkan matanya.


"Plissss kalau ini halusinasi biarkan seperti ini dulu"pinta vanya dengan suara bergetar.


"Baby bukak mata mu sayang, lihat aku"pinta Alex dengan lembut.


Vanya hanya menggelengkan kepalanya ia tak mau membukak matanya. ia masih berfikir bahwa ini tidak nyata.


"Heyy ini aku galanya ava"ucap Aelx lembut sambil mencium kening vanya dengan lembut serta penuh perasaan.


Merasakan itu vanya mulai membukak matanya secara perlahan dan ia melihat seorang lelaki yang begitu ia rindukan.


Lelaki yang selalu ada lelaki yang akan selalu siap untuk menjadi tamengnya. Lelaki yang mengubah cara pandangnya.


Lelaki yang sama berrtinya dengan sang adik yang bertahta di hatinya. lelaki yang ia cintainya dan mau menerima segala kekurangannya.


Pandangan keduanya bertemu yang saling mengisyaratkan kerinduan keduanya.


vanya yang tak mampu membundung air matanya dan mulai mengalir pelan di pipinya.


Melihat hal itu Alex menghapusnya dengan perlahan tanpa memutuskan pandangan mereka.


"Jangan pergi lagi"ucap vanya dengan suara lirih.

__ADS_1


"jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku dan lio lagi"pinta vanya sendu.


mendengar ucapan vanya hati lelaki mana yang sakit melihat sang pujaannya menangis kerna dirinya.


menarikan vanya kedlaam pelukannya, keduanya sama sama memejamkan mata melepas rindu yang terpisah akan waktu serta jarak keduanya.


"syuttt tidak lagi baby"ucap Alex dengan lembut sambil beberapa kali mencium kepala vanya.


"jangan pergi lagii"pinta vanya lagi dengan isak tangik semakin tersedu.


"tidak tidak"


"hey dengar kan aku baby semuanya tidak akan terjadi lagi. aku akan di samping mu percaya lah"ucap Alex meyakinkan vanya yang semakin terisak dan memuluk tubuhnya dengan erat.


"Janjiii? janji jangan tinggalkan aku lagi apalagi selama itu"ucap vanya dengan nada memohon.


"Janjii sayang jangan nangis lagi, jelek tau"goda Alex agar vanya berhenti menangis. karna ia tidak tega melihat vanya yang seperti itu.


"ihh apaaan sih"ucap vanya cemberut sambil memukul pundak Alex.


"Jangan cemberut lagi cantinya ialang"goda alex lagi.


"Galaaaaa"teriak vanya kesal. mendengar teriakan vanya alex hanya terkekeh dan menarik vanya ke dalam pelukannya lagi.


"Miss you" ucap alex setelah melepaskan pelukkanya yang cukup lama.


"me too"balas vanya dengan manja.


Melihat tingkah gemas vanya Alex yang tak bisa menahan nya mulai menciun bibir vanya.


Cup


Cup


melihat respon vanya alex semakin gemes dengn vanya tanpa menunggu persetujuan vanya ia langsung mencium bibir vanya dengan lembut.


keduanya larut akan kerinduan masing masing. ciuman yang cukup lama keduanya saling mengambil nafas saat ciuman itu terlepas.


keduanya masih berada dalam toilet yang melupakan Greg yang masih berdiri di depan pintu toilet yang selalu melarang orang masuk dengan alasan bahwa toileh lagi tahap perbaikan.


Terdiam beberapa menit dengan kening yang saling menempel keduanya kompak memejamkan matanya.


"kapan kamu kembali"tanya vanya sambil membuka matanya.


"Kemarin baby"ucap Alex sambil mengelus pipi vanya.


"Intirahat yang cukupkan?"tanya vanya.


"Hmmmm, aku selalu tak sabaran untuk ketemu kamu bahkan aku tidak bisa tidur karna terlalu semangat ketemu kamu"ucap Alex menjelaskan kepada vanya.


"Maaf"ucap Alex yang kembali memeluk vanya erat.

__ADS_1


"maaf telah meninggalkan kamu terlalu lama dan tak menghubungi mu baby"ucap alex yang sesal.


"Tidak apa apa selagi kamu menjadi hatimu selalu untuk ku aku tidak masalah"ucap vanya dengan bijak.


"Selalu baby"sahut Alex cepat.


"Ayo keluar kasian greg menggu di luar"ucap Alex sambil menarik tangan vanha lembut sambil berjalan keluar.


Sampai di luar toilet khus wanita mereka milhat Greg trus di perhatikan beberapa gadis belia yang terus menatap Greg dengan tatapan memuja.


"Tuan nona"sapa Greg saat ekor matanya melihat tuannya keluar dengan seorang wanita di sampinnya.


"Hai tuan asisten Greg saya vanya"ucap vanya berkenalan dengan Greg sambil mengulurkan tangannya.


Melihat tangan vanya terulur ke arahnya ia melihat ke arah Alex karna ia takut salah faham nantinya. mendapat anggukan dari atasan baru lah ia membalas jabatan tangan vanya dengan sedikit kikuk.


"ah ya nona panggil saja Greg nona"ucap Greg saat sudah melepas jabatan tangan kekasih bosnya itu.


"baiklah senang berkenalan dengan mu"ucap vanya dengan sopan.


melihat repon vanya Greg berpikir pantas saja bosnya tidak tertarik dengan wanita yang bahkan secara suka rela memberikan segalanya kepada tuannya. Karna ia sudah memiliki wanita yang sudah paket lengkap.


"Duhh kebaikan apa yang sudah aku jalani dulu bisa mendapatkan bos yang baik bahkan calon nyonya juga takkalah ramah"gumam Greg dalam hati menatap punggung keduanya yang melangkah di depannya.


Sampainya di parkiran mobil Greg membukak kan pintu untuk kedua atasannya dan menutup pintunya dengan pelan. Greg yang masih berdiri di luar mobil sesuai dengan permintaan vanya hanya diam dan menggu saja.


"kenapa tidak mau di antar sekalian"tanya Alex kepada vanya sambil mengelus rambut vanya.


"Tidak usah aku naik taksi saja"


"nanti bos ku curiga"sambung vanya.


"Ya sudah kalau gitu hati hati ya dan pulangnya akan aku jemput"ucap Alex dengn memohon sambil memeluk vanya erat.


"iya"ucap vanya dengan lembut.


"ya sudah aku keluar dulu"ucap vanya sambil memegang pembuka pintu dan mulai beranjak keluar dan menutup pintu mobil Alex.


Melihat vanya keluar Greg mendekat ke arah vanya.


"Hati hati bawak mobilnya Greg"pinta vanya.


"Baik nona"ucap Greg sambil membungkukkan kepalanya dan berjalan menuju pintu kemudi.


Greg yang sudah masuk ke dalam mobil belum menjalankan mobilnya saat melihat tuannya membukakkan kaca mobil yang di ketok oleh vanya.


"Kenapa hmm"tanya Alex dengan lembut.


"Hehe tidak ada, hanya mau bilang hati hati"ucap vanya cengengesan ia pun menadahkan tangannya dan di sambut oleh Alex.


Vanya pun mencium tangan Alex dan sedikit mengelus tangan besar itu.

__ADS_1


"ya sudah sana berangkat"ujar vanya mengusir Alex.


"ingat nanti ku jemput"ucap Alex untuk meningatkan vanya. dan vanya menganggukkan kepalanya dan melambai lambaikan tangannya saat mobil Alex sudah berlalu pergi.


__ADS_2