
Malam harinya laura dengan pakain yang **** ia memoles wajahnya dengan secantik mungkin. saat ia hendak keluar ia berpapasan dengan mamanya yang baru pulang dari acara arisan.
"Mau kemana sayang"tanya mama laura dengan lembut. sambil mengelus rambut sang anak.
"jalan"ucap laura dengan singkat.
"Hati hati jangan terlalu malam pulangnnya ya"pinta mamanya laura dengan lembut kepada anak satu satunya yang ia miliki.
"di usahakan ma,laura pergi dulu"ucap laura sambil meninggalkan mamanya yang masih berdiam diri di tempatnya melihat kepergian sang anaknya.
Laura melangkah keluar rumah dan langsung menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya yang sudah di siapkan oleh sopir keluarganya.
Melajukan mobil dengan kecepatan sedang melewati beberapa tempat yang sering di gunakan para pasangan kekasih untuk memadukasi.
Laura hanya menghela nafas berat seolah olah dalam pikirannya kapan ia bisa seperti orang pada umumnya yang mempunyai kekasih yang saling mencintai satu sama lainnya pikir laura dengan menatap para pasangan itu dengan sendu.
__ADS_1
Menuju ke club tentu saja ia melewati tempat tempatnya orang berpacaran dan tak sengaja netra mata laura melihat kiandra sedang berjalan beriring iringan keluar dari dalam cafe dengan seorang wanita.
melambatkan kecepatan mobilnya laura menejamkan penglihatan matanya, menangkap seorang wanita yang pernah ia temui beberapa kali, membuat laura berpikir keras siapa wanita itu.
Setelah mobil laura sudah lewat dari cafe tersebut barulah ia ingat bahwa wanita itu adalah orang yang bekerja sebagai sekretaris kiandra di kantor.
"Dasar ****** berani beraninya kau merebut calon suami ku. pantas saja kau menolak ku kiandra ternyata karna itu"ucap Laura dengan kesal bercampur benci mengingat wajah vanya.
"awas saja nanti akan ku buat perhitungan nanti,tunggu saja kamu"ucap laura dengan sinin dan di sertai senyum liciknya.
"Dan kau kiandra kau takkan bisa jauh dari ku apalagi menolak ku"ucap laura lagi dengan penuh tekad liciknya.
Sampainya di parkiran cafe vanya dan kiandra berpisah kendaraan walaupun kiandra sudah menawarkan beberapa kali untuk mengantar vanya pulang tapi tetap saja ia menolak. karna ia sudah di jemput dimas.
Vanya meminta agar dimas menjemputnya karna ia tidak mau merepoti kiandra karna ia paham bekerja seharian tentu saja cukup melelahkan.
__ADS_1
di waktu vanya menghubungi dimas, ia meminta dimas untuk menunggu di parkiran saja karna ia sebentar lagi akan selesai. dengan di jemput dimas maka vanya akan langsung ke markas galaksi karna ia tiba tiba merindukan suasana di sana. apalagi terdapat bunyi bunyi tembakan saat anak galaksi tengah latihan hal itu membuat vanya kembali semangat, ya walupun itu aneh pikir vanya.
Sampainya di markas galaksi utama mereka berdua turun dari dalam mobil.
"mau ikut latihan"tanya dimas sambil melangkah masuk
"Gak mau istrahat saja"ucap vanya sambil melangkah menuju ke arah ruang istrahat yang terpampang jelas nama Queen di daun pintunya.
"ya sudah, aku latian dulu"pamit dimas sambil meregangkan kedua otot tangannya.
"yang semangat" ucap vanya sambil mengangkat tangannya ke udara sesudah itu ia menutup pintu kamarnya.
Sampainya di dalam kamar vanya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengistirahatkan otaknya dan badannya yang terasa lelah bekerja seharian apalagi sampai malam.
Melemparkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk membuat badan vanya terasa nyaman.
__ADS_1
"ahh nyamannya"ucap vanya sambil menutup kedua matanya.
"Miss you"ucap vanya dengan lirih