Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 17


__ADS_3

"jadi silakan untuk menyampaikan keluhan kalian secara bergantian mempung sang boz besar ada di sini"ucap sang mandor


"gini pak saya mau menuntuk hak saya, dimana kerugian yang di bayar oleh perusahaan bapak itu tidak sesuai dengan kesepakatan pak"ucap si A sedangkan yang lainnya hanya membenarkan perkataan si A.


"ada lagi"tanya mandor


"saya pak, kan suami saya kerja di proyek ini dan waktu itu ia mengalami insiden di tempat bapak ini. kenapa konpensasi yang di terima suami saya tidak sesuai dengan kontrak awal pak"tanya si B


sedangkan pihak kiandra hanya mendengarkan para warga yang mencoba mempertahankan hak mereka walaupun terdapat adanya kejanggalan setiap di utarakan para warga.


sedangkan vanya juga merasakan bahwa sikap dan apa yang di utarakan oleh para warga ini ia yakin ada yang memprovokasi para warga setempat. dan setelah mengamati dan mengedar pandangannya, vanya bisa menangkap seorang laki laki parubaya yang ada di pojokkan yang terlihat menyunggingkan seyum tipisnya.


Hal tersebut tidak luput dari pengamatan vanya. lelaki paruh baya itu merasa di perhatikan oleh seseorang akhirnya ia juga mengedarkan pandangannya dan mata ia dan mata vanyapun ketemu. vanya melihat ada raut panik laki laki itu sedikit tersenyum sinisnya.


Setelah semua keluahan yang ada di rapat darurat ini akhirnya kiandra membuka suaranya.


"Jadi kalian maunya apa"tanya kiandra dengan santai.


orang orang yang ada di tempat itu hanya terlihat bingung. sepertinya rencana mereka sangat mudah untuk menghancurkan proyek perusahaan alfandra crop.


"ehemm kami mau perusahaan bapak mengganti rugi kepada kami tiga kali lipat pak. karna masalah ini tidak bisa di sepelekan"ucap perwakilan warga yang ternyata laki laki paruh bayah di pojokkam itu ikut bersuara.


"baiklah"ucap kiandra.


"saya akan memenuhi permintan kalian tapi sebelum itu saya mau uang ganti rugi yang selama ini kaliam terima saya mintak dalam waktu dua hari sudah di kembalikan kepada pengacara saya"lanjut kiandra


warga yang mendengarkan permintaan kiandra seakan bungkam, ternyata sangat mustahil menipu kiandra wajar saja ia sudah menjadi ceo di perusahaan besar ternyata ia sangat pandai dalam menjatuhkan lawannya.


orang yang di pojok tempat itu langsung keluar dengan mengepalkan kedua tangannya. pikirnya.


sesudah mengadakan rapat darurat yang kurang penting itu rombongan kiandra melanjutkan survei di proyek tersebut.

__ADS_1


Mengingat pembangunan yang hampir rampung, kiandra memutuskan bahwa akan mengadakan syukuran dengan para pekerjanya di retoran tidak jauh di tempat itu.


acara syukuran sudah selesai akhirnya rombngan kiandra berpamitan pulang karna ia besok akan bekerja sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


mobilpun melaju dengan kecepatan cukup tinggi mengingat hari sudah tengah malam dan sepinya laju kendaraan yang ada di daerah itu mengingat jarak tempuh mereka cukup jauh.


saat di perjalanan yang sepi hanya ada pepohonan yang ada di kiri jalan mobil di tumpangi vanya berhenti tengah jalan.


"ada apa Han"tanya kiandra


"itu di depan ada batang kayu yang melintang di tengah jalan jadi mobil tidak bisa lewat"ucap Han


"ya sudah ayo kita singkirkan batang kayu itu" ucap kiandra langsung turun dari mobil di ikuti oleh Han.


setelah selesai menyingkirkan batang kayu tersebut datanglah satu rombongan lelaki yang berjumlah sekitar 20 orang.


vanya yang melihat itu hanya duduk tenang di samping pengemudi, karna ia bisa melihat bahwa mereka tidak membawa senjata tajam maupun pistol.


"apa yang kalian inginkan"tanya kiandra dengan suara lantang.


"yang kami inginkan adalah nyawa kalian"ucap salah satu preman dengan suara sinis dan penuh percaya diri.


"Mimpi"ucap kiandara dan langsung menyerang preman tersebut.


pukulan tendangan yang dilayangkan oleh kiandra dan han semakin menjadi, melihat jumlah mereka kalah jumlah cukup membuat mereka kewalahan. vanya yang melihat itu langsung keluar dalam mobil. tapi sebelum itu vanya sudah merobek rok yang ia kenakan, karna itu bisa membatasi ruang geraknya.


"Hais sepertinya gue bakal olah raga malam ni"ucap vanya sedikit merenggangkan otot tangannya dan langsung membantu kiandra dan Han.


vanya yang melihat salah seorang preman mau memukul kiandra dengan kayu itu pun langsung menendang tangan si preman.


Buk

__ADS_1


Buk


Buk


tiga tendangan vanya layangkan kepada orang itu.


"Brengsek"umpat vanya. kiandra yang melihat aksi vanya hanya bungkam dan langsung melanjutkan pertarungannya.


"Pak kiandra dan Han kalian mundur saja biar aku akan menyelesaikan mereka"ucap vanya sambil mendekati pengeroyokan preman tersebut.


"tidak vanya biarkan kami ikut berkelahi"ucap Han.


"Tidak apa apa, lihat kalian sudah babak belur oleh mereka"ucap vanya


pertarungan terjadipun terhenti mendengar penuturan vanya.


"cih beraninya kalian berlindung di belkang seorang wanita dasar banci"umpat beberapa preman tersebut.


"ohohoho kita buktikan siapa yang banci di sini ucap vanya.


"untuk pak han dan kiandra, jika saya tidak selamat dalam pertarungan ini bapak harus memberikan 50% saham bapak untuk saya"ucap vanya dengan raut wajah seolah olah di buat sesedih mungkin.


Kiandra maupun Han mendengarkan ucapan vanya hanya geleng geleng kepala sambil menahan sakitnya terkena pukulan beberapa preman tersebut.


"nah nona manis, gimana kalau kita bertarungnya di ranjang saja biar lebih nikmat"goda sang preman.


"Hmmm sepertinya menarik"ucap vanya dengan suara sedikit menggoda.


"kalau begitu ayo kita beratrung di ranjang saja"ucap si ketua preman sambil menarik tangan vanya.


saat tangan vanya di tarik ia langsung melintirkan tangan si preman dengan kuat dan membanting tubuhnya ke aspal. oarang orang yang melihat itu hanya melongo melihat aksi vanya.

__ADS_1


pertarungan pun tidak bisa di hindari,


__ADS_2