Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 34


__ADS_3

Dengan langkah berlari vanya bergegas keluar dari kantor. sedangkan teman vanya hanya menatap kepergian vanya dengan bingung. apa yang terjadi pikir mereka bertiga.


setelah keluar pintu perusahaan ia melihat Kiandra baru turun dari mobil sedangkan han mau memarkirkan mobil ke parkiran khusus petinggi.


vanya yang tadinya akan memesan taksi online, di urungkan niatnya melihat mobil kiandra masih dalam ke adaan hidup tanpa pikir panjang vanya berlari ke arah depan mobil, beruntung saat Han akan mau melajukan mobilnya vanya sudah lebih dulu menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya. dan Han langsung membuka pintu mobil yang sedang ia kemudikan.


"Nona vanya"ucap Han. Kiandra yang juga melihat aksi vanya tadi hanya mengerutkan keniangnya serta memperhatikan saja. kerna posisi ia hanya dua meter dari mobilnya.


"Asisten han bolehkah saya pinjam mobilnya"tanya vanya sambil menghapus air matanya yang tidak mau berhenti.


melihat keadaan vanya Han langsung melihat ke arah kiandra. melihat arah tatapan Han mengarah ke kiandra vanya langsung melangkah kan kakinya ke depan kiandra.


"Pak boleh kah saya pinjam mobilnya saya mau kerumah sakit xxx"ucap vanya sambil menatap kaindra dan sesekali menghapus air matanya.


"ayo"ajak kiandra smabil berjalan masuk ke mobil.dengan tergeaah gesah vanya langsung masuk ke dalam mobil kiandra.


Dengan tergesah gesah vanya tidak sadar duduk di samping kiandra di belakang. Mobil pun melaju ke rumah sakit yang di sebutkan vanya.


"Bisa lebih cepat"pinta vanya sambil meremas kedua tangannya.


"Cepatlah Han"ujar kiandra dan Han langsung sigap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Didalam mobil vanya sangat gelisah, khawatir, takut dan itu semua campur aduk di dalam pikirannya.

__ADS_1


Setelah menempuh beberapa menit mobil yang di naiki oleh vanya berhenti di loby rumah sakit xxx. Dan vanya langsung berlari masuk tanpa mengucapkan terima kasih kepada kiandra dan han.


Kiandra yang melihat vanya berlari langsung menyusulnya, karna ia penasaran siapa yang membuat vanya sekalut itu pikirnya. Sedangkan Han langsung memarkirkan mobil dan segera menyusul sang tuannya.


Di lorong UGD vanya melihat kenan dan delon duduk di depan ruangan itu dan langsung menuju ke arah mereka.


"Delon kenan"terika vanya.


"kak vanya"seru mereka berdua.


"Gima keadaan lio?dia baik baik saja kan?"tanya vanya.


"Lagi di periksa sama tim dokter kak"ucap delon dengan suara lirih.


Vanya tidak menyadari bahwa kiandra dan Han sudah duduk tidak jauh darinya dan kiandra memperhatikan vanya dengan wajah ikut akan merasakan kesedihannya.


Setelah menunggu beberapa saat dokter pun keluar dari dalam UGD. vanya langsung berdiri menghadap sang dokter di ikuti oleh kenan dan dimas.


"Dokter gimana keadaan adik saya"tanya vanya dengan cemas


"pasien melami pendarahan di bagian kepalanya dan ia saat ini membutuhkan donor darah A 2 kantong dan pihak rumah sakit hanya punya 1 kantong saja"ucap doker tersebut.


"Saya AB dokter apakah itu bisa"tanya vanya yang tak sadar akan pertanyaannya yabg sedikit koyol di mata dokter tersebut.

__ADS_1


"maaf tidak bisa nona"ucap dokter itu menunduk.


"Maaf golongan darah pasien apa ya"tanya kiandra yang sudah di dekat vanya dan yang lainnya.


"tuan maaf saya tidak memperhatikan anda"ucap vanya dengan rasa bersalah karna ia langsung turun tanpa mengucapkan terima kasih telah mengntarnya.


"golongan darah A tuan"ucap dokter itu.


Sebelum kiandra membuka mulutnya Delon terlebih dahulu mengatkan bahwa golongan darah ia dan lio sama.


"Dokter ambil darah saya saja dok"ucap delon


"ya sudah mari kita periksa, dan ikuti saya"ucap dokter itu sambil berjalan mengikuti sang dokter.


"Terima kasih dek"ucao vanya sambil memeluk delon sambil menangis haru.


"sudah kak, semoga lio cepat sembuh"ucap delon sambil melepaskan pelukan vanya dan berjalan mengikuti sang dokter.


setelah kepergian delon yang akan mendonorkan darahnya ke lio vanya hanya mondar mandir di depan pintu ugd.


"Kak ayok duduk"ajak kenan


"Hmmm"jawab vanya sambil duduk di kursi tepat di samping kiandra.

__ADS_1


__ADS_2