Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 8


__ADS_3

Setelah ketiga pemuda tersebut pergi, vanya pun berbalik menghadap ke arah adiknya.


"Sakit enggak"Tanya vanya sambil meniup niup luka adiknya dan jika di perhatikan sekilas vanya sedang mencium adiknya.


"sakitt kak"rengek Lio. vanya hanya tertawa kecil melihat sikap manja sang adik. karna ia paham bahwa sang adik akan manja hanya kepadanya walaupun itu di tempat umum.


"alahh lebay lo, di pukul dikit aja langsung merengek, kayak anak kecil"ucap kenan


"bener tuh, mulai kumat dah manjanya kalau ada kakak cantik"sahut Delon. sedang vanya dan lio hanya tertawa kecil melihat kekesalan wajah delon dan kenan.


"eh kakak ngapain disini"tanya Lio


"oh, kakak nemenin bos kakak ketemu dengan kliennya. ya sudahlah kalau gitu kakak mau lanjut keruangan tempat bos kakak dulu.ucap vanya


"iya kak"ucap lio,kenan dan delon serentak.


Setelah selesai dengan adiknya ia langsung berlalu menuju ruangan vvip tempat kiandra melakukan pertemuan bisnisnya.


Ternyata sejak vanya menghampiri sang adik ada dua pasang mata yang melihat kejadian tadi dan itu adalah Kiandra dan Han. mereka berniat untuk langsung pulang mengingat vanya cukup lama meninggalkan ruangan vvip dengan alasan ketoilet tadi.


apakah tadi itu kekasihnya vanya? apalagi dia sampai terang terangan mencium kekasihnya didapan umum dan kenapa saat melihat raut muka vanya seakan ada banyak rahasia yang terdapat di diri vanya. pikir kiandra saat melihat adegan dimana vanya meniup luka sang adiknya. Sedangkan pemikiran Han tidak jauh berbeda dengan kiandra.


Saat vanya didepan ruangan vvip dapat ia lihat bahwa ada Han dan kiandra di depan ruangan tersebut dan bersiap siap untuk kembali ke kantor.

__ADS_1


"ayo kita kembali ke kantor"ucap kiandra


merekapun langsung menuju keparkiran dan langsung masuk ke mobil. setelah semuanya masuk mobilpun melaju ke arah kantor. setelah sampai dikantor mereka sibuk akan pekerjaan mereka masing masing.


sekian lama berkutat dengan berkas berkas kantor ternyata hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam. setelah vanya merapikan mejanya vanya bersiap siap untuk pulang. saat vanya bersiap untuk pulang ia tak sengaja melirik ke arah ruangan kiandra dapat ia lihat bahwa lampu ruangan kiandra masih menyala. berarti itu menandakan bahwa kiandra belum pulang.


Dengan penuh keberanian vanya mengetuk ruangan kiandra.


tok tok tok


saat di persilahkan masuk, vanya pun langsung masuk kedalam ruangan kiandra.


"permisi pak maaf mengganggu apakah bapak tidak pulang?atau ada yang bisa saya bantu"tanya vanya


"baiklah pak saya permisi pulang duluan kalau begitu pak"ucap vanya, dan vanya langsung berbalik untuk keluar ruangan kiandra baru memegang hanfde pintu ia menghentikan langkahnya saat mendengarkan pertanyaan dari kiandra.


"kamu pulang naik apa"tanya kiandra


"naik taksi online pak"jawab vanya


"ya sudah bareng sama saya saja"ucap kiandra


"eh, tidak usah pak nanti mere"ucapan vanya terhenti saat mendengar suara tegas dan penuh tekanan dari kiandra.

__ADS_1


"saya tidak suka dibantah"ucap kiandra dengan datar di sertai dengan tatapan dinginnya.


dan hal itu vanya hanya menyetujuinya saja, akan perintah sang bos yang menurutnya sedikit aneh itu.


"ayok pulang"ucap kiandra saat ia sudah mematikan komputernya dan membawa beberapa berkas ditangannya.


merekapun pulang bersama dengan kiandra yang mengendarai mobilnya karna Han hari ini ia sedang meninjau ke kantor cabang yang ada di kota B.


Didalam mobil hanya ada kesunyian antara kedua orang yang berbeda jenis kelamin itu. karna mereka sama sama enggan untuk memulai obrolan terlebih dahulu.


"kita kerestoran dulu"ucap kiandra tanpa minta persetujuan vanya dan mobilpun berhenti di parkiran restoran. mereka langsung masuk kedalam dengan kiandra memimpin jalan didepan. merekapun langsung duduk di pojokkan yang ada di dekat jendela.


"pesanlah apa yang kamu mau"ucap kiandra sambil melihat menu makanan yang cukup menarik dimatanya.


sedangkan vanya langsung menyebutkan makan yang ia inginkan. karna ia pernah makan disini dengan anak anak galaksi lainnya dan juga restoran ini punya salah satu anak galaksi jadi wajar saja vanya memesan tanpa melihat menu makan yang di sediakan oleh pelayan.


Setelah menunggu beberapa saat makan mereka pun datang dan tanpa sungkan vanyapun langsung melahap makanan yang dia pesankan tadi. sedangkan kiandra yang melihat itu hanya menyunggingkan senyum tipisnya melihat vanya tanpa rasa malu langsung memakan makanannya dengan lahap.


vanya sebenarnya tau bahwa kiandra diam diam memperhatikannya tapi ia tidak ambil pusing karna itu hal yang biasa baginya. karna anak anak galaksi notabennya adalah laki laki jadi ia cuek saja dan melnjutkan makannya.


Setelah selesai makan malam berdua, kiandra langsung mengajak vanya pulang dan tak lupa ia membayarkan tagihan makanan vanya dan dia.


didalam mobilpun masih dalam keadaan sunyi dan tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir keduanya.

__ADS_1


__ADS_2