
Melihat para penjahat itu sudah lari terbirit birit vanya langsung memasukkam pistolnya kembali ke kantong jaketnya dan membantu kaindra memegang lengan Han. karna luka lebam dan pukulan kayu yang di terima han lebih parah ketimbang kiandra. karna pada saat mereka turun Han lebih melindungk kiandra dari pada ia sendiri.
"Ayok kembali"ajak vanya sambil menuntun Han jalan ke mobil.
"biar aku yang menyetir kondisi kalian tidak memungkinkan untuk menyetir"ucap vanya lagi
kiandra mendengar ucapan vanya hanya menurt saja karna kondisinya cukup memperihatinkan untuk menyetir apalagi Han tambah tidak memungkinkan.
vanya langsung membukakkan pintu mobil yang ada di belakang untuk tempat han agar ia bisa membaringkan tubuhnya yang banyak lebam di sekujur tubuhnya.
Vanya langsung masuk di bagian kemudi begitu juga dengan Kiandra yang langsung duduk di kursi samping kemudi yaitu tepat sebelah vanya.
"Tidak apa apa,jika aku sedikit menambahkan laju kecepatan mobilnya?"tanya vanya pada Kiandra tanpa menoleh ke arahnya.
"Tentu"sahut Kiandra sambil mencari posisi duduk yang nyaman karna badannya terasa remuk akbat pukulan tadi.
Mobil pun melaju dengan cukup kencang, kiandra melihat cara vanya mengemudikam mobilnya berpikir bahwa vanya sudah terbiasa dengan dunia otomotif. mengingat vanya mempunyai pistol tadi kiandra mulai kepikiran dari mana vanya mendapatkan pistol itu. apa ia vanya ikut dunia ilegal pikir kiandr.
Ekhemm deheman kiandra menetralkan kegugupannya.
"Dari mana kamu dapat pisto itu"tanya kiandra dengan hati hati.
Vanya yang mendengar pertanyaan kiandra hanya sedikit menaikkan ujung bibirnya dan langsung menjawab.
"tidak sengaja ketemu di jalan"jawab vanya dengan asal sambil fokus ke arah jalan.
__ADS_1
Mendengar jawaban vanya, kiandra merasa itu bukan jawabannya dan ia pun diam tidak bertanya lagi. di dalam mobil hanya keheningan kaindra dan juga han terlihat memejamkan mata mereka dan vanya masih fokus mengendarai mobil bahkan ia menambahkan kecepatan mobil itu.
Sampai d perbatasan kota x, kindra bangun dari tidur ia melirik ke kiri ke kanan merasa bahwa ia sudah di kota asalnya. sekilas ia melirik vanya tengah mengemudikan mobil dengan santai sambil menggunkan kacamata yang sejak tadi tidak kunjung ia lepaskan. ternyata sudah mau tiba, cepat juga ia mengemudikan mobilnya pikir kiandra.
"Antarkan kami ke apartemen ku saja"ucap kiandra sambil memghidupkan gps d mobilnya.
"Baik pak"sahut vanya sambil melirik arah gps d mobil itu.
Mobilpun melaju ke apartemen kiandra, sedangkan Han ia sudah duduk bersandar di kursi belakang sambil sesekali ia memijat lengannya yang terasa pegal.
Sampainya di parkiran apartemen kiandra, yaitu apartemen yang mewah yang hanya di peruntukan oleh kalangan berduit saja yang mampu membeli ataupun menyewa apartemen di sana.
Kiandra Han dan juga vanya masuk ke dalam lift, dan tak lama mereka keluar dari lift tersebut. kiandra membantu Han berjalan sedangkan vanya hanya mengekori mereka berdua dari belakang sambil menggeret koper kiandra dan juga han.
Vanya yang merasa tidak melakukan apa apa, akhirnya ia menuju ke bagian dapur untuk membuatkan minuman serta makanan pereda sakit agar badan mereka lebih baik ketika bangun esok pagi.
kebetulan besok adalah hari minggu jadi mereka bisa mengistirahatkan sejenak badan mereka.
Setelah berkutat di dapur selama setengah jam akhirnya minuman hangat serta nasi goreng yang di buat vanya telah jadi. vanya pun membawa kedua cangkir air minum yang ia racik ke sofa tamu. karna fisana han dan juga kiandra tengah mengoleskan lebam serta luka lecet dengan alat P3k yang tersedia di bawah meja tamu tersebut.
"Nih diminum siapa tau lebih baik"ucap vanya sambil meletakkan minuman itu kedepan Kiandra dan juga Han.
"Terima kasih"ucap Kiandra dan juga han
"maaf merepotkan"ujar kiandra dengan rasa tidak enak.
__ADS_1
"kalau mau makan udah aku masakkin nasi goreng di dapur, atau mau di bawa kesini sekalian?"tawar vanya.
"tidak perlu"ucap kiandra. sedangkan vanya hanya menganggukan kepalanya sambil duduk di sofa dekat Han dengan santai ia memaikan Hpnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam vanya berencana untuk pulang tadi ia sudah memintak bantuan kevin untuk menjemputnya di depan apartemen kiandra.
"Gue balik dulu ya, dah malam banget soalnya"ucap vanya sambil beranjak dari tempat duduknya.
"eh, gak nginp sini aja van"ucap Han yang merasa tidak enak kepada vanya yang telah menolongnya.
"Iya nginap di sini saja, atau gak aku antar ya gak baik malam malam cewek pulang sendirian"ucap kiandra seakan menyetujui ide Han untuk memintak vanya menginap di apartemennya.
"gak usah, udah di jempit soalnya"ucap vanya dengan santai.
"dengan siapa"tanya Han dengan penasaran
"biasa temen"jawab vanya jujur.
"Cowok?"tanya kiandra dengan spontan. dan vanya hanya menganggukkan kepalanya menanggapi sebagai jawaban iya.
Melihat respon vanya raut muka kiandra seakan tidak suka jawaban yang di berikan oleh vanya. seakan tidak rela vanya di jemput apalagi cowok,ungkap perasaan kaindra dalam hatinya.
melihat tidak adanya pertanyaan dari keduanya vanya langsung pamit pulang sambil berjalan keluar dari apartemen kiandra.
"gue balik dulu baii"pamit vanya sambil melambaikan tangnnya ke arah dua orang lelaki itu sedangkan yang di lambai hanya melihat kepergian vanya yang menghilang dari balik pintu apartemen.
__ADS_1