Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 73


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi Vanya dan Galaksi, dimana hari yang ditentukan oleh Galaksi yaitu hari pernikahan dirinya dan juga vanya.


Pernikahan yang di gelar secara tertutup dan dilaksanakan dengan baik tanpa kendala sedikitpun. di tempat itu dan hari ini, keduanya mengucapkan janji suci pernikahan dengan khitmad.


Para anggota Galaksi pertepuk tangan dengan gemuruh yang semakin bertambah kesan hari bahagia keduanya.


"Kau bahagia?" bisik Galaksi yang selesai melepaskan ciuman sebagai ritual terakhir.


"Sangat" ucap Vanya dengan mantap sambil menatap kedua mata Galaksi dengan tatapan dalam.


"Terima kasih sudah mau menunggu ku" ucap Galaksi sambil mencium lembut tangan Vanya.


"Terima kasih juga sudah menjaga hatimu untuk ku" balas Vanya dengan mata berkaca-kaca.


Keduanya langsung mendapatkan ucapan selamat atas pernikahan mereka. Selain anggota Galaksi, Vanya juga mengundang kedua sahabat sang adik di hari bahagianya.


"Kakak selamat ya, semoga pernikahan kalian selalu baik-baik saja dan semoga Abang cepat di beri keponakan" ucap Lio sambil memeluk sang kakak dengan penuh haru.


"Terima kasih sayang" balas Vanya dengan lembut.

__ADS_1


"Kakak aku titipkan kakak ku kepada kak Gala, jika nanti kakak sudah tidak menginginkan kehadiran kakak ku. Tolong kembalikan dia kepadaku, atau aku akan menjemputnya dikediamanmu" ucap Lio dengan bijak sambil menyatukan kedua tangan Galaksi dan juga tangan Vanya.


"Tentu saja apa yang kau takutkan itu tidak akan terjadi Boy" ucap Galaksi dengan pandangan seriusnya.


"Baiklah aku percayakan Kakak ku, bahkan aku menganggap dirinya sebagai ibu, ayah, kakak bahkan seorang adik" ucap Lio dengan suara mulai berat.


Sedangkan Vanya yang mendengarkan ucapan sang adik sudah tidak dapat membendung air matanya. Tanpa permisi air mata jerni itu sudah mengalir di pipinya.


"Sayang jangan menangis, nanti adikmu mengira aku sudah berbuat jahat kepadamu" ucap Galaksi sambil menghapus air mata Vanya yang masih menetes.


"Aku bahagia, ini air mata bahagia" lirih Vanya sambil memeluk Galaksi dengan erat.


.....................


Selesai dengan acara pernikahan yang sedehana dan tertutup, Vanya dan Galaksi pergi ke salah satu ruangan yang di khusukan untuk mereka beristirahat sebelum mereka meninggalkan rumah Vanya yang di jadikan tempat acara pernikahan mereka.


Di dalam kamar Vanya yang berada di lantai dasar, baik Vanya maupun Galaksi bergantian untuk membersihkan diri mereka.


Setelah selesai dengan ritual membersihkan diri, keduanya merebahkan diri di atas ranjang dengan saling memeluk satu sama lainnya.

__ADS_1


Merasa hari itu adalah hari bahagia sekaligus cukup merasa lelah, akhirnya keduanya langsung terlelap tanpa melepaskan pelukan masing-masing.


...............


Keesokan harinya Galaksi dan Vanya tengah bersiap-siap untuk pindah kerumah baru mereka yang jaraknya cukup dekat dengan kantor Galaksi.


Keduanya mulai memasukkan beberapa barang yang penting-penting saja yang akan di bawa ke rumah baru mereka.


Sedangkan Lio yang di tawarkan agar ikut pindah ke rumah yang sama dengan Vanya, ia secara halus menolak tawaran kakak dan kakak iparnya untuk tinggal di sana dengan alasan ingin bersikap lebih mandiri.


Dengan berbagai macam nasihat Vanya ucapkan untuk sang adik agar sang adik tidak mengalami kesulitan selama tinggal sendiri di rumah itu.


"Sudah semuakan?" tanya Galaksi sambil membawa satu koper terakhir yang di keluarkan dari dalam kamar.


"Sudah" jawab Vanya sambil melirik-lirik barang-barangnya.


Dengan cepat Vanya dan Galaksi memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil dan di bantu oleh Lio.


"Kakak maaf ya aku tidak bisa mengantar kalian di rumah baru" ucap Lio yang sudah kesekian kalinya ia ucapkan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, yang penting sering-seringlah berkunjung kesana dan kalau ada apa-apa hubungi kakak ya" ucap Vanya sambil mengusap rambut sang adik dengan lembut.


__ADS_2