Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 13


__ADS_3

Sesampai di apartemennya kiandra langsung menuju kekamar mandi guna untuk berendam guna menghilangkan rasa penat akan pekerjaan kantornya. saat ia sibuk berendam sambil memejamkan matanya. dia malah kebayang wajah vanya.


"hais kok gue malah kebayang wajah cewek itu sih, masak iya gue suka sama dia."gumam kiandra sambil memejamkan matanya.


"Kalaupun iya gue suka,tapikan dia bukan tipe gue. cewek yang agak bar bar itu. lagi pula dia kayaknya beda banget sama cewrk cewek di luar sana yang rela ngejar ngejar gue. lah ini boro boro ngejar tersenyum aja kagak pernah tulus sama gue. hais apa gue kurang tampan" sambung gumam kiandra dan sedikit terkekeh pelan yang sedikit merutuki pikirannya akan bayangan serta wajah vanya yang ada di pikirannya.


lain halnya suasana di apartemen kiandra sedangkan kediman vanya. kakak dan adik itu sibuk aktivitasnya masing masing. sampai sampai mereka di pertemukan di meja makan karna hari sudah menunjukkan waktu makan malam.


"Kak,kenapa kayaknya capek banget"tanya lio


"ya, gitulah. sukur besok hari minggu jadi bisa istirahat sepuasnya"keluh vanya.


mendengar ucapan vanya Lio sedikit merasa tidak berguna di hadapan sang kakak.


"Hmmm maaf ya kak, kalau selama ini abang selalu nyusahin kakak"ucap Lio dengan sendu.


"Haiss ngomng apasih bang, bukan gitu bang. dengrkan kakak ya"ucap vanya sambil mendekati serta memutar kursinya menghadap ke arah Lio.

__ADS_1


"dengar apapun akan kakak lakukan supaya kamu bahagia. ingat kalau kamu bahagia kakak akan ikut bahagia begitupun sebaliknya. karna kamu sumber kebahagian kakak dan kamu juga keluarga kakak satu satunya yang kakam miliki. jadi kamu adalah prioritas kakak Seha Lio adiknya vanya vanesa"ucap banyak dengan tegas walaupun matanya sedikit berkaca kaca.


"Hmm iya kak, aku akan berusaha buat kakak bangga sam abang biar nanti abang juga bisa membahagiakan kakak seta bisa membuat kakak bangga mempunyai adik seperti Lio"ucap Lio yang saat ini memeluk erat sang kakak.


"nah gitu donk jadi gak usah mikir yang aneh aneh ya. fokus apa yang ada di depan mata sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik dari kak"ucap vanya.


Kamu harus bahagia Lio, kamu harus menikmati dimana masa remaja kamu seperti orang pada umumnya. cukup kakak saja yang berjuang terlalu keras selama ini. karna kamu adalah sumber kebahgiaan kakak saat ini.ucap vanya dalam hati dan tetesan air matapun tak terbendung lagi di pelupuk matanya.


Karna ia saat ingat bagaimana ia menghidupi sang adik, dan bagaimana iya seolah olah bersikap baik baik saja didepan sang adik demi sebuah kebahagian. Semua itu ia rela asalkan sang adik tidak sepertinya menjalani tuntutan kehidupan yang cukup kejam. menurutnya dimana yang lemah akan tersingkirkan oleh karna itu ia harus menjadi kuat, sebagai pondasi serta benteng pertahanan kehidupan Lio.


"Sudah sudah kakam mau istirahat dulu, mumpung besok libur jadi kakak mau malas malasan"ucap vanya sambil beranjak ke kamranya yanga ada di lantai dua.


Pagi pun mejelang, sedangkan vanya masih bergelut di bawah selimut. karna ia benar benar merasa bahwa akhir akhir ini cukup menguras tenanga serta pikirannya. sedangkan Lio ia sudah berangkat bersma teman temannya ya walupun hanya sekedar nongkrong nongkrong gak jelas.


selagi Lio tidak membuat masalah bagi vanya itu tidak masalah.


Drettt,, Dretttt,Dretttt,,,

__ADS_1


Handphone vanyapun berbunyi menandakan ada panggilan masuk sedang sang empu masih sibuk berlarian di alam mimpinya.


Setelah sambungan ke tiga barulah vanya mengangkat telponnya.


"haiss siapa sih pagi pagi buta sudah telpon ganggu saja gak tau apa orang lagi capek"gerutu vanya sambil meraba raba telpinnya di dekat bantalnnya.


"Hallo, masih ni"ucap vanya dengan suara sedikit serak.


"masih pagi palak lo, lihat noh jam berapa. ini tu sudah jam sepuluh bangsat"ucap sang penelpon yang berteriak kesal.


"Ha?buset dah siang aja ni"ucap vanya sambil beranjak untuk duduk.


"kenapa"tanya vanya


"Eh sore nanti ke mall yuk. udah lama ni gak cuci cuci mata di mall, siapa tau ketemu jodoh"ucap keyra tanpa dosa


"Hmm iya iya, elo jamput gue yah, gue malas bawak motor capek gue"ucap vanya

__ADS_1


"amann itu mah, baiklah bayy jangan lupa sore nanti"ucap keyra setelah mengatakan itu panggilan telpon pun terputus. sedangkan vanya lanjut merajut mimpinya.


__ADS_2