
"ada perlu apa"ucap vanya sambil melipat tangannya di depan dadanya.
"gue ingatkan ya, elo itu gak usah sok kecakepan. lo pikir dengan berpenampilan elo yang kayak gini cowok cowok bakal tertarik gitu. terus elo pikir pak kiandra bakal suka sama lo gitu"ucap anggel dengan marah
"Lah terus"jawab vanya
"elo itu emng gak sadar diri ya disini, sok soan lagi terus elo mau jadi ****** di sini"ucap anggel dengan sinis.
"gue jadi ******?"tanya vanya
"gak sadar diri, mungkin elo yang ****** kali. coba lo ngaca, pakaian aja kurang bahan. gak kebeli pakaian lo"ucap vanya dengan senyum smirknya.
"hahahahaha elo yang gak sadar diri. kalau gue mah jelas orang kaya nah bokap gue aja salah satu pemegang saham di perusahaan ini. nah lo pasti orang miskin kan?"tanya anggel dengan sinis.
"yakin bokap lo, pemegang saham di sini? apa jangan jangan elo simpanan om om di luar sana"tanya vanya dengan santai.
"Dasar cewek murahan"ucap anggel dengan suara keras sambil melayangkan tamparannya ke pipi vanya.
Plak
satu tamparan mendarat di pipi vanya, walalaupun sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah tapi itu bukanlah apa apa bagi vanya. dengan santai vanya menjilat sudut bibirnya yang terasa asin.
"sudah"tanya vanya.
mendengar ucapan vanya teman temannya pun tidak habis pikir respon si vanya. mendengar kata yang keluar dari mulut vanya membuat anggel tambah murka dan langsung kembali menampar vanya dan hal itu tidak terjadi karena dika dengan cepat menahan tangan anggel di udara.
__ADS_1
"mau jadi pahlawan ke siangan?"tanya anggel sambil melepaskan cekelan tangannya dari tangan dika dan akhirnya terlepas.
"sudah van gak usah di ladeni lebih baik kita tinggalkan nenek lampir ini"ucap dika sambil menarik tangan vanya untuk melanjutkan langkah mereka.
anggel melihat vanya kembali melanjutkan langkahnya, hal itu sontak membuat ia kesal dengan langkah cepat ia langsung menyusul vanya dan teman temannya, setelah di belakang vanya ia langsung menarik rambut vanya dengan keras. vanya yang tidak siap langsung jatuh ke lantai dengan posisi punggungnya mengenai lantak kantor. dan itu membuat vanya cukup menahan rasa sakitnya.
sepertinya punggung ku kembali sakit pikir vanya. Di ujung loby kantor ada dua pasang mata yang melihat aksi anggel menarik rambut vanya.
"Apa yang kalian lakukan"ucap kindra denga keras.
orang yang mendengar suara kiadra yang menggema di loby langsung melihat ke sumber suara dan betapa terkejutnya orang yang melihat itu apalagi melihat raut wajah kiandra menahan amarahnya.
dengan langkah cepat kiandra melangkah ke arah vanya yang saat ini sedikit menahan rasa sakit di punggungnya.
sedangkan vanya mencoba berdiri sambil di bantu olah kedua teman cewek serta dika. vanya yang merasakan sakit di punggungnya langsung menyenderkan kepalanya di dada dika. karna posisi dika membantu vanya berdiri tepat di depannya. kiandra yang melihat itu merasa tidak suka hal itu tidak lupu dari pandangan karyawan lainnya.
"Han, panggil dokter kesini bawak ke ruangan saya"ucap kiandra, dengan sigap han langsung menelpon dokter untuk memriksa vanya.
"ayok ke ruangan ku"ucap kiandra langsung menggendong vanya yang tengah menahan sakitnya. vanya hanya pasrah di gendong kiandra karna punggungnya rasanya cukup sakit.
"yang lainnya kembali bekerja, dan kamu anggel jangn hal seperti ini terjadi lagi"ucap kiandra sambil berlalu menuju ke ruangannya.
sampai di rungannya kiandra meletakkan vanya di ruang peristirahatannya yang di dalam ruangan itu terdpat kasur serta sofa.
"istirahat di sini saja, nanti dokter akan segera sampai"ucap kiandra sambil menurunkan vanya dengan hati hati. vanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban iya.
__ADS_1
Selang beberapa menit dokter akhirnya datang dan langsung memeriksa keadaan vanya.
"apa yang sakit"tanya dokter itu.
"punggung ku sakit sekali"ucap vanya dengan serak sambil menahan sakit.
"untuk kalain silakan bantu nona ini membukakkan bajunya, karna saya akan memeriksi punggungnya"ucap dokter itu.
karna di dalm ruangan itu ternyata teman teman vanya juga ikut karna melihat kondisi vanya cukup parah. setelah membukakkan baju vanya dokter langsung memeriksa keadaan punggung vanya. setelah memeriksa keadaan vanya ia langsung merapikan alat medisnya dan langsung keluar dimana tempat kiandra han dan dika berada.
"bagaimana keadaannya"tanya kiandra dengan nada tidak sabar.
"apakah ia pernah terjatuh atau terkena pukulan atau apalah yang mengenai punggunggya"tanya dokter itu.
"iya pernah waktu itu, ia pernah mengalami penyerangan dan terkena pukulan di bagian punggungnya"ucap Han.
"kalau begitu ingatkan dia jangan sampai hal tersebut terjadi lagi. karna itu bisa membuat retakkan tulang punggungnya tambah parah. apalagi memar memar di bagian punggungnya masih ada"ucap dokter
"dan jangan lupa tebus obatnya, dan suruh ia meminum dengan rutin agar tidak memperparah keadaannya"sambung dokter lagi.
"baiklah terima kasih dokter"ucap Han, sedangkan kiandra masuk ke temoat vanya beristirahat.
"istirahat saja gak usah kerja,dan kalian kembalilah ke ruangan kalian"ucap kindra.
melihat kondisi vanya, ia merasa sangat bersalah akan ke adaan vanya, apalagi ia lelaki tidak bisa melindungi vanya malah ia yang di lindungi oleh vanya.
__ADS_1