Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 43


__ADS_3

Vanya yang merik jam tangannya sudah menunjukkan waktu untuk dikusi di ruangan kiandra dan ia mulai memberskan beberapa berkas yang akan di perlukan dalam diskusi tersebut. setelah semuanya sudah lengkap vanya mulai berjalan ke arah ruangan kaindra dan mulai mengetok pintunya.


tok tok


seketika pintu pun terbuka dan di bukakkan oleh Han yang sudah ada di dalam ruangan itu. vanya tanpa ragu sedikitpun mulai melangkahkan kakinya menuju tempat kiandra yang sedang duduk di sofa yang terdapat di dalam ruangan itu.


Vanya dan Han berdiri menatap kiandra dari samping karna kiandra masih memeriksa beberapa dokumen yang ada di meja tersebut.


"duduk"perintah kiandra dan langsung di turuti oleh vanya dan juga han. Han dan vanya duduk di sofa depan kiandra jadi jarak mereka di batasi oleh meja kecil yang terdpat di tengah sofa tersebut.


Diskusi ini hanya memakan waktu selama 2 jam karna mengingat akan pembangunan proyek yang ada di daerah xx. dimana tempat itu adalah tempat yang sempat mereka datangi jadi harus perlu persiapan yang extra mengingat kejadian survei waktu itu.


untuk menghindari kesalahan ataupun meminimalisirkan kesalahan yang akan datang nantinya.


Setelah diskusi cukup panjang, tak terasa diskusi pun sudah selesai dan waktu nya makan siang pun sudah waktunya. kiandra pun mengakhiri diskusi internal mereka sebelum berangkat ke daerah tersebut.


"saya rasa persiapan kita sudah cukup matang, mengingat kejadian tempo dulu jadi kita harus lebih berhati hati lagi untuk kedepannya"ucap kiandra.

__ADS_1


"dan kalian bisa keluar untuk istirahat serta memahami apa saja yang saya jelaskan tadi"sambung kiandra lagi.


"Baik pak"ucap vanya dan Han serentak. vanya langsung keluar dalam ruangan kiandra dan di ikuti oleh Han di belakangnya yang menuju ruangannya di sebelah ruangan kiandra tentunya.


Di sekolahan Lio, seperti biasanya Lio delon dan kenan sudah beraktivitas sepertu biasanya yaitu mulai belajar normal kembali.


saat ini Lio delon dan kenan tengah makan siang dikantin dengan sedikit berbincang bincang. setelah urusan kantin mereka selesai mereka bertiga pergi ke belakang sekolah duduk duduk santai di bawah pohon.


"Li, tentang kecelakaan elo harus di usut tuntas ni kayaknya"ujar delon.


"sumpah gue khawatir banget sama lo Li, pas elo jatuh dan pas hlem lo dibukak darah lo banyak banget. ngeri gue"ucap delon sambil mengelus lengan nya karna ia merasa bergidik melihat kejadian waktu itu.


"iya gua pun gitu Li"timpal kenan


"Thanks ya kalian emang the best banget pokonya"ucap Lio sambil mendekap bahu kenan dan delon bersamaan.


"kalau untuk kejadian yang menimpa gue kamarin kalian gak usah di pikirin lagi dan yang pastinya kak vanya gak bakal tinggal diam kalau sudah nyangkut masalah nyawa gue"ujar lio

__ADS_1


"secara kan gue adik kesayangannya yang gantengnya gak ketulungan ini"ucap Lio bangga


"oh ia ya, koq gue gak kepikiran ya, kan kak vanya pasti sudah tau dalangnya ini"ujar kenan sambil cengengesan.


"yapp betul itu, kita tunggu aja berita terbarunya nanti"ucap Lio dengan raut wajah serius.


"kira kira siapa ya"tanya delon sambil seolah olah berpikir keras.


"Hmm gue juga gak tau sih, perasaan gue gak ada musuh de"ucap lio yang ikut memikirkan pelakunya.


"kenapa filing gue ngarah ke kakak kelas itu ya, yang ribut sama kita tempo hari sehingga buat kita kena hukuman banyak dari kepala sekolah"ucap kenan.


mereka berdua yang mendengarkan ucapan kenan sibuk dalam pikirannya masing masing yanh sedikit menebak nebak kalau ia membenarkan ucapan kenan


"sudah sudah dah bell masuk t, ayok masuk. kita lihat aja nanti. nanti bakal ketahuan juga"ucap lio santai karna ia yakin pasti kakaknya vanya sudah bergerak mengusut kejadian yang menimpanya.


Mereka bertiga berjalan menuju ke kelasnya, saat di depan kelasnya ia melihat sang guru baru duduk di meja guru. sehingga mereka dengan cepat berjalan ke arah tempat duduk mereka yang ada di pojok bagian kanan di ruang kelas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2