PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Semakin Menginginkanmu


__ADS_3

Anna membelalakkan matanya bahkan ia mendekatkan ponsel Adrian pada wajahnya.


" Aku bisa jelaskan ini, sungguh aku tidak punya hubungan apapun dengannya."


" Oh ya. Tapi bagaimana bisa Elnathan Noah membenarkan berita itu."


Anna tidak menyangka pertemuannya dengan Noah di cafe itu berbuntut masalah baru.


Disebuah situs online, diberitakan bahwa Presdir Reynsoft terlihat bersama seorang wanita yang diduga kekasihnya. Berbagai komentar menyertai berita itu ada yang mendukung bahkan ada yang tidak menyukainya.


~Mereka terlihat sangat cocok.


~Wanita itu beruntung sekali, aku iri padanya.


~Aku berada disana saat mereka bertemu. Aku menjadi saksi bahwa wanita itu sangat cantik dan presdir Noah terus menatapnya penuh cinta.


~Sepertinya aku pernah melihat wanita itu.


Itulah beberapa komentar yang sempat Anna baca.


" Aku tahu sekarang mengapa selama ini kau mengabaikanku itu karena kau sudah menjadi kekasih orang itu."


" Tidak Adrian aku berani bersumpah aku bukan kekasihnya."


" Berhenti berbohong Anna, itu membuatku semakin sakit hati. Jika kau bukan kekasihnya bagaimana mungkin perusahaan besar seperti itu mau bekerja sama dengan toko kecil ini, harusnya aku menyadarinya saat mereka meminta kau yang datang."


Anna mulai menitikkan air matanya karena Adrian tidak mempercayai perkataannya.


" Aku sudah seperti orang bodoh mengharapkanmu. Aku tidak tahu bahwa seleramu orang-orang berkelas sepertinya. Bagaimana cara kau menggodanya, apa kau menjual tubuhmu?." lanjut Adrian.

__ADS_1


" Cukup Adrian kau sudah keterlaluan. Sudah aku bilang aku tidak punya hubungan apapun dengannya tapi kau tidak percaya padaku."


" Sudahlah Anna aku tidak mau mendengar apapun lagi darimu, lagipula aku sudah bangkrut jadi aku tidak bisa mempekerjakanmu lagi."


Air mata Anna semakin deras membasahi pipinya. Baru ia akan menerima perasaan Adrian tapi kesalahpahaman muncul diantara mereka.


Dengan perasaan kecewa Anna meninggalkan ruangan Adrian, ia lalu meminta Grace untuk kembali ke apartemen mereka.


Sepanjang hari ia hanya bisa menangis karena harus kehilangan pekerjaan dan juga orang yang berharga baginya.


Selama beberapa hari ini ia hanya mengurung diri. Teman-temannya berusaha menghubungi namun Anna masih menutup diri.


Ia ingin membuat perasaannya lebih baik untuk itu Anna berencana menemui Noah untuk menyelesaikan masalahnya.


Anna menerobos begitu saja para petugas keamanan yang berusaha menghentikannya. Hingga ia bertemu asisten Noah akhirnya mereka mempersilahkan Anna untuk menemuinya.


Melihat kemarahan diwajah Anna, Noah hanya tersenyum seolah sudah menduga kedatangannya.


" Ada keperluan apa kau mencariku?."


" Jangan berpura-pura kau sudah tahu maksud kedatanganku."


" Jangan bilang kau sudah merindukanku."


Anna mengerlingkan matanya dan menatap tidak suka pada Noah. Noah yang semakin tertarik dengan sikapnya akhirnya bangun dan mendekat pada Anna yang masih berdiri.


" Jadi kau sudah mengambil keputusan untuk memilihku."


" Jangan terlalu percaya diri, tuan. Aku kemari ingin meminta kau menurunkan berita itu. Semua yang tertulis disana tidak benar aku dan kau tidak akan pernah menjadi kekasih."

__ADS_1


" Jika aku tidak mau?."


" Apa untungnya kau melakukan itu, sudah ku bilang aku mencintai orang lain."


" Tapi dia membuangmu, kan?."


" Kau.. Kau yang melakukan semua ini pada Adrian, kan? Aku bisa saja melaporkanmu."


" Memang kau punya bukti?."


Anna menghela nafas kasar. Kesabarannya sudah hampir habis menghadapi Noah.


Melihat Anna yang semakin terpojok Noah mengambil langkah agar semakin dekat padanya.


Noah sedikit menunduk agar wajahnya lebih dekat dengan telinga Anna.


" Aku tidak akan berbuat gila jika kau mau menurutiku. Sudah ku bilang kan aku bisa menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku. Ini baru permulaan Anna aku bisa membuat orang-orang terdekatmu lebih menderita."


Anna terpaku mendengar kata-kata menakutkan dari Noah. Matanya mulai berkaca-kaca dengan wajah merah padam menahan amarah.


" Coba saja kalau kau berani menyentuh mereka, aku tidak akan tinggal diam."


Anna setengah berteriak saat mengatakan itu membuat Noah menaikkan halis nya.


Jika kau seperti ini aku semakin menginginkanmu.


Senyum Noah semakin mengembang karena rasa penasarannya pada Anna.


Anna kemudian keluar dengan membanting pintu ruangan Noah. Joey sempat terkejut namun ia sedikit lega karena Anna sepertinya tidak menyukai Noah.

__ADS_1


__ADS_2