PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Terbongkar


__ADS_3

Noah dan Jeffrey masih terlibat dengan perdebatan mereka. Jeffrey beranggapan bahwa Noah sudah tidak ingin melakukan tugasnya lagi sebagai pimpinan Phoenix.


" Katakan dengan tegas, apa yang kau inginkan."


" Aku ingin berhenti dari semua ini. Tanganku sudah penuh darah orang-orang yang kubunuh, aku tidak ingin lagi melakukan pekerjaan kotor ini."


Tatapan Noah yang tajam terselip kesedihan dan itu bisa dirasakan oleh Jeffrey. Ingatannya lalu kembali saat ia bertemu dengan Noah 23 tahun lalu. Sorot mata anak kecil itu kembali ia lihat setelah sekian lama dan membuat hatinya sedikit terenyuh.


Untuk sesaat Jeffrey merasa bersalah namun ia kembali pada pendiriaannya.


" Saat kau setuju menjadi anakku maka saat itu juga kau tidak akan pernah bisa kembali. Semua kehidupan yang kau miliki sekarang adalah karena aku jadi kau harus membayarnya bahkan dengan nyawamu. Kau bukan apa-apa dulu bahkan orang tuamu membuang dan menginginkan kematianmu, tanpa aku apa yang akan terjadi padamu saat itu."


Noah menatap nanar pada Jeffrey, sungguh ia merasa dikhianati olehnya. Semua yang ia bayangkan dulu sangat berbeda dengan kenyataannya. Tanpa terasa setetes air matanya keluar begitu saja.


" Aku baru menyesalinya sekarang mengapa aku tidak mati saja waktu itu. Aku lebih menyesal bertemu denganmu dan sekarang aku harus menjadi pembunuh dan penjahat. Dan bahkan aku membunuh diriku sendiri untuk menjadi Elnathan Noah brengsek ini."


Kemarahan Noah sudah memuncak, dalam gelap mata Noah lalu mengambil sesuatu didalam jas nya dan ternyata itu adalah sebuah pistol. Ia lalu meletakkannya dikepalanya sendiri.


Jeffrey terperanjat dan spontan berdiri.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan, turunkan senjatamu. "


" Kau bilang aku harus membayar semua kehidupan yang kau berikan dengan nyawaku. Jika aku mati maka aku tidak punya beban lagi."


" Noah, tenanglah. Kita bicarakan ini baik-baik."


Jeffrey dengan hati-hati melangkah untuk mendekat.


" Bubarkan Phoenix maka aku tetap menjadi Elnathan Noah."


Jeffrey terdiam sesaat, bimbang memenuhi hatinya. Noah baginya sudah seperti anak kandungnya, tentunya ia tidak ingin kehilangan sosok pengganti Elnathan Noah asli. Kebahagiaan Julia, istrinya adalah segalanya bagi Jeffrey jika Noah meninggalkan kehidupannya sekarang maka Julia bisa terpuruk dan kembali sakit seperti dulu.


Membubarkan Phoenix yang sudah berdiri sejauh puluhan tahun oleh pendahulunya mungkin akan menjadi kekalahan terbesar dalam hidup Jeffrey. Hal itu tidak mungkin terjadi karena harga dirinya adalah taruhannya.


Noah menurunkan pistol dari kepalanya namun wajahnya masih tidak berubah. Ia tak melepaskan tatapannya kepada Jeffrey dengan wajah menantang ia lalu berkata.


" Jika kau kembali menjadi pemimpin Phoenix maka kau akan berhadapan langsung denganku. "


Jeffrey kembali tertegun. Keduanya saling menatap sengit hingga sebuah suara mengejutkan mereka.

__ADS_1


Brug.. Julia yang sejak awal mendengar percakapan mereka tidak sanggup lagi menahan semua kesedihannya. Ia terjatuh saat mencoba turun dari atas meja. Ia lalu menutup mulutnya dengan air mata yang terus mengalir, rasa sakit ditubuhnya tidak sebanding dengan sakit hatinya karena sandiwara suaminya dan orang yang ia anggap putranya.


Noah dan Jeffrey buru-buru menghampiri asal suara. Dengan penuh kegelisahan keduanya lalu membuka pintu ruangan itu dan ternyata benar Julia sedang terduduk dilantai sambil menangis.


" Julia.."


Jeffrey menghampiri dan berlutut didepannya namun Julia tak ingin menatapnya.


Hati Noah sangat pedih melihat wanita yang ia sayangi begitu rapuh. Ia hanya bisa bisa berdiri tidak tahu apa yang harus dilakukan.


" Kalian... Tega sekali kalian membohongiku selama ini."


Hanya itu yang bisa Julia katakan dengan suara bergetar.


" Julia.. Ku mohon dengarkan dulu penjelasanku."


Dengan menahan sakit dikakinya Julia berusaha bangun. Tangan Jeffrey yang ingin membantunya pun ia tepis dengan kasar lalu setengah berlari ia keluar meninggalkan mereka.


Jeffrey berusaha mengejarnya namun Noah menahan lengannya.

__ADS_1


" Berikan dulu ibu waktu agar dia bisa tenang."


Setelah berkata seperti itu, Noah pun meninggalkan Jeffrey yang berdiri mematung penuh kegelisahan.


__ADS_2