PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Dilema


__ADS_3

Phoenix adalah sebuah kelompok mafia yang berjalan secara rahasia melakukan tindakan kriminalisasi bahkan menyediakan senjata ilegal. Kelompok ini berdiri sejak puluhan tahun lalu oleh kakek dari Noah yaitu Brandon Reynold.


Musuh besar dari kelompok ini adalah kelompok Wild Blood yang diketuai oleh penerusnya yang sekarang yaitu Xavier. Wild Blood sendiri lebih ditakuti karena selain melakukan pekerjaan ilegal mereka tidak segan mengganggu ketentraman masyarakat dan beberapa pihak berwenang berada dalam kendalinya.


Permusuhan kedua kelompok besar ini sudah berlangsung sejak dulu bahkan berlanjut meskipun sudah berganti kepemimpinan.


Di suatu tempat di markas Wild Blood, beberapa orang sedang mengadakan pertemuan dengan ketua mereka, Xavier. Mereka membahas beberapa rencana termasuk penyelundupan narkoba secara besar-besaran yang akan mereka lakukan.


" Aku tidak ingin mendengar lagi ada kekacauan. Rahasiakan semua ini dari orang lain jangan sampai musuh kita mendengar rencana ini."


" Baik boss."


Semua anggota yang berada disana menjawab serentak.


Xavier tersenyum puas membayangkan uang jutaan dolar akan segera menjadi miliknya.


Tanpa ia sadari seseorang dari mereka melirik kearah Xavier dengan senyum liciknya. Rupanya ia adalah orang yang dibayar Noah untuk membocorkan informasi terkait kegiatan yang dilakukan Wild Blood.


Setelah membubarkan anggotanya, Xavier masih berdiam diri dikursinya. Dengan memainkan sebuah pematik ia tertawa keras.


" Kali ini kau tidak akan bisa mengacaukan rencanaku lagi, Noah."


Suara keras Xavier bergema diseluruh ruangan itu. Dengan mata yang menyala penuh kebencian ia tersenyum sangat jelas bahwa itu adalah senyuman seorang iblis.


...................


Beberapa hari sejak insiden Anna hampir menyerahkan tubuhnya pada Noah, keduanya masih dalam perang dingin.


Anna merasa sangat bersalah karena Noah seperti menghindarinya sehingga membuat hubungan keduanya sangat canggung.

__ADS_1


Kini ia memberanikan diri untuk meminta maaf padanya.


Tok.. Tok.. Anna mengetuk pintu ruang kerja Noah tempat ia banyak menghabiskan waktu jika berada dirumahnya.


Noah yang sedang melamun sedikit terkejut mengetahui Anna menemuinya.


Noah lalu berdiri dari kursinya dan membukakan pintu untuk Anna. Ia mendapati Anna berdiri gugup sambil meremas-remas tangannya.


" Hai.. Bolehkah aku bicara sebentar?". Ucap Anna dengan menatap wajah Noah yang datar.


Melihat Anna yang sangat ia rindukan meskipun mereka tinggal di satu atap membuat Noah tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya tapi ia tahu ia harus bisa menahannya.


" Masuklah."


Anna dengan ragu melangkahkan kakinya mengikuti Noah yang sudah lebih dulu masuk dan duduk disofa.


" Apa yang ingin kau bicarakan, Anna?".


" Aku.. Aku ingin meminta maaf atas kejadian beberapa hari lalu.. Maaf sudah membuatmu marah."


" Aku tidak pernah mengenal kata maaf. Orang yang bersalah padaku harus meminta maaf dengan nyawanya."


" Maksudmu.. nyawa.."


Anna tergagap tidak bisa meneruskan kata-katanya. Sedetik kemudian Noah berdiri dihadapan Anna masih dengan tidak merubah ekspresi wajahnya.


" Kenapa Anna? Kau takut aku membunuhmu?."


Anna mundur satu langkah untuk menambah jarak diantara mereka.

__ADS_1


" Tidak. Aku yakin kau tidak akan pernah melakukan itu padaku."


Noah tersenyum tipis karena ucapan Anna. Ia merasa bahwa Anna mulai bisa mempercayainya.


Aku akan memaksamu mengungkapkan isi hatimu.


" Kenapa kau sangat yakin, bukankah kau tidak mempercayai ku? Dimatamu aku ini hanya pria brengsek yang menakutkan".


Tidak ada jawaban dari Anna, ia hanya menunduk karena mengerti Noah sedang membicarakan kebodohannya.


" Noah, aku hanya tidak mengerti padamu. Kau bilang hampir semua wanita tergila-gila padamu bahkan kau tidak perlu melakukan apapun agar mereka datang padamu. Lalu kenapa harus aku?".


" Anna.. Kau takut kan?."


" Apa maksudmu. Aku tidak..."


" Kau takut aku mencampakkanmu, kan? "


Ucap Noah bersama sebuah senyuman dibibirnya.


Deg. Hati Anna mulai bergemuruh kembali namun ia berusaha menutupinya.


" Ucapanmu tidak masuk akal, aku tidak pernah berharap apapun darimu jadi aku tidak takut sekalipun kau membuangku."


" Oh ya, lalu kenapa kau marah Anna. Kau marah saat Joey bilang aku pernah memiliki banyak wanita, kau kecewa kan karena kau bukan yang pertama dan satu-satunya bagiku."


Entah mengapa ucapan Noah begitu menusuk dihatinya. Anna bahkan mempertanyakan sendiri tentang perasaannya.


Hallo.. Author ingin meminta maaf sebelumnya karena beberapa hari ini tidak update. Author sedang menjalani perawatan jadi jadwal update harus tertunda. Terima kasih untuk readers semua yang sudah mau mampir memberi dukungan untuk author.

__ADS_1


Jangan lupa intip juga karya author yang lain yang berjudul Make You Love Me ❤️ ❤️


Akhir kata Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Mohon maaf lahir dan batin 🙏🏻


__ADS_2