
Entah sudah berapa lama Anna menyetir. Beberapa kota sudah ia lewati dengan beberapa masalah yang dihadapinya. Mulai dari ban mobil yang sempat kempes bahkan harus berurusan dengan polisi karena ia ketahuan tidak membawa SIM saat ada pemeriksaan.
Semua masalah yang ia hadapi tidak ada apa-apanya karena mengingat ia akan segera menemui kekasih hatinya, Noah.
Tinggal sebentar lagi ia akan sampai dirumah Noah. Penjaga Noah menghentikan mobil Anna dan saat melihat Anna yang datang mereka mempersilahkan ia memasuki halaman rumah Noah. Butuh waktu untuk melewati luasnya halaman rumah Noah yang berukuran puluhan hektar.
Dengan tergesa-gesa Anna berlari untuk membuka pintu setelah memasukkan password yang ia ketahui pintu terbuka otomatis.
Anna mengedarkan pandangannya mencari sosok Noah dan saat matanya mengarah ke ruang keluarga, ia berada disana.
Dilihatnya Noah sedang duduk dilantai dengan menyembunyikan wajahnya. Ia bersandar pada sofa dibelakangnya dan seperti sedang tidur karena ia tidak terganggu dengan kedatangan Anna.
Perlahan Anna mendekat dan ia pun duduk disampingnya. Anna meniru sikap badan Noah, ia menekuk kakinya dengan wajah berada ditangan yang ia letakkan dilututnya.
Anna memperhatikan Noah dengan posisi seperti itu selama beberapa saat.
Kau pasti mengalami hari yang berat. Baru kali ini aku melihatmu begini.
__ADS_1
Tangan Anna terulur, ia lalu mengusap kepala Noah dengan hati-hati. Merasakan ada tangan hangat yang menyentuh kepalanya, Noah terbangun. Ia mengangkat kepalanya dan dilihatnya Anna berada disisinya.
" Kau kembali.." ucapnya lirih.
" Bagaimana mungkin aku bisa pergi darimu."
Noah tersenyum, ia sangat bahagia bisa melihat Anna lagi. Meski hanya berpisah satu hari namun kerinduan yang mereka rasakan begitu besar.
" Maafkan aku.."
Anna terkejut melihat air mata Noah jatuh saat ia mengatakan itu. Anna lalu memeluk Noah dan ia pun tidak kuasa menahan tangisnya.
Noah menghela nafas lega. Anna wanita yang sangat bijaksana baginya.
" Terima kasih Anna."
Noah melepaskan pelukan Anna ia lalu membelai wajahnya penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Aku akan menceritakan semua hal yang aku sembunyikan selama ini. Kau mau kan mendengar ceritaku."
Anna mengangguk penuh antusias.
" Sebenarnya aku bukan anak dari ayah dan ibuku. Aku pun sama denganmu hanya anak angkat mereka."
Anna menutup mulutnya karena terkejut karena fakta itu. Namun ia ingin menjadi pendengar yang baik untuk itu ia tetap diam meskipun banyak sekali yang ingin ia tanyakan.
" Saat aku berusia 7 tahun ibu kandungku bercerai dari ayahku. Dia sangat depresi sehingga menjadi pecandu obat-obatan terlarang. Sejak saat itulah dia mulai berubah, dia menjadi kasar dan sering memukuliku. Bahkan aku sering dikurung diruang bawah tanah tanpa diberi makan hingga aku mengalami trauma.
Kondisi mental ibuku yang semakin buruk ditambah keuangan kami yang sulit ibu memutuskan untuk membunuhku dan dirinya sendiri. Dia memasukkan racun dalam minumanku dan dia sendiri meminum obat dalam jumlah banyak sehingga dia over dosis. Tapi beruntung aku cepat ditemukan dan bisa selamat sedangkan dia menemui ajalnya sesuai keinginannya. "
Noah berkata dengan wajah sendu namun penuh kebencian pada ibunya. Mendengar cerita Noah air mata Anna sejak tadi terus jatuh tanpa bisa berhenti, melihat Anna yang terisak Noah pun segera merubah mimik wajahnya.
" Apa ceritaku terlalu sedih untukmu. Kalau begitu cukup sampai disini kau mendengarnya."
Noah menghapus air mata Anna dipipinya dan memeluknya.
__ADS_1
" Tidak. Aku ingin mendengar semuanya, kumohon."