PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Kebenaran


__ADS_3

Wajah kesal Anna tak bisa ia sembunyikan. Ia berlari mendahului Noah yang baru saja turun dari mobil. Noah mencoba mengejarnya tentunya langkah kaki Anna tidak sebanding dengannya Noah pun bisa menghentikan Anna.


" Tunggu Anna."


Noah meraih lengan Anna saat ia baru akan menaiki tangga namun Anna melepaskan paksa tangan Noah yang memeganginya.


" Aku tahu kau marah, tapi kita harus bicara."


Tanpa peringatan Noah menarik pergelangan tangan Anna hingga membuatnya tersentak karena tubuhnya belum menyeimbangkan langkahnya.


Noah membawa Anna keruang kerjanya.


Setelah mengunci pintu ruangan itu, Noah melepaskan tangan yang di genggamnya dan menatap Anna penuh kehangatan.


" Maafkan aku yang bertindak sesukaku."


Anna yang berekspresi datar akhirnya mau menatap lawan bicaranya.


" Kenapa kau harus berbohong tentang ayahku. Aku sudah percaya diri bisa menampilkan diriku apa adanya tapi kau menutupinya dengan kebohongan."


" Aku tidak berbohong yang aku katakan adalah kenyataan."


" Apa maksudmu."

__ADS_1


" Anna ayahmu menyembunyikan identitasnya selama ini. Dia hidup sebagai Michael Cooper tapi nama aslinya adalah Ryan Jordan. Mantan orang kepercayaan ayahku, dulu dia mafia sama sepertiku."


Anna berusaha mengendalikan dirinya, ia ingin tidak mempercayainya namun Noah tidak mungkin mengada-ada tentang masalah itu.


Kenapa ayah harus menyembunyikan semuanya dariku.


Anna mencoba menahan air matanya yang memaksa keluar namun sia-sia, segera ia menghapusnya dengan punggung tangannya.


Perasaannya sungguh kacau, wajahnya penuh kebingungan.


" Aku mengerti kenapa dia menyembunyikan hal itu. Dia sangat hebat bisa menutupinya selama puluhan tahun sampai-sampai kau tidak mengenali ayah angkatmu sendiri."


Ucap Noah dengan nada sedikit menyindir.


Noah mengangkat kedua halisnya ia tidak bisa mengerti ucapan Anna.


" Aku pun tidak bisa mengenalimu. Rahasia apa yang kau sembunyikan dariku, siapa dirimu yang sebenarnya aku sama sekali tidak tahu."


Noah terpaku mendengar hal itu. Ucapan Anna seperti pedang tajam yang menghunus jantungnya. Kini berbalik Noah yang dibuat tak berdaya olehnya.


" Lihat kan, kau bahkan tidak bisa mengatakan apa-apa. Selama ini aku berharap kau mau membuka diri dan jujur kepadaku tentang dirimu."


" Anna.. Aku.."

__ADS_1


" Beri aku waktu sebentar. Aku ingin sendiri."


Tanpa mendapat jawaban Noah, Anna keluar dari ruangan itu. Ia menuju kamar mereka dan mengambil beberapa barangnya untuk dibawa ke kamar yang dulu pernah ia tempati.


Anna membanting tubuhnya sendiri ke kasur dan menangis sejadinya.


Anna merasa telah dikhianati oleh orang-orang yang ia sayangi dengan tulus.


Tangisnya semakin lama semakin tidak terdengar ia terlalu lelah menangis hingga tanpa sadar Anna tertidur masih dengan pakaian lengkap dan riasan yang sedikit luntur karena tersapu air matanya.


Noah yang berada dibalik pintu kamar Anna mulai beranjak setelah tidak mendengar suara apapun dari dalam.


Ditempat lain, Michael ayah Anna mencoba menghubunginya namun tidak ada jawaban dari Anna. Karena merasa khawatir ia pun terpaksa menelpon Noah untuk memastikan keadaan Anna.


" Hallo, maaf aku mengganggu waktumu aku hanya ingin tahu keadaan putriku."


" Apa? Kau memberitahu identitasku padanya?"


Michael yang terkejut berdiri dengan wajah merah padam.


" Apa yang kau pikirkan Elnathan, jika kau memberitahunya dia akan berpikir aku menipunya selama ini. "


Michael mematikan panggilannya dan ia terlihat sangat gusar. Satu hal yang ia pikirkan yaitu Anna putri kesayangannya.

__ADS_1


Apa yang harus aku katakan padanya. Dia pasti sangat kecewa padaku.


__ADS_2