PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Didalam mobil asing itu Laura terus berontak. Ia bahkan tidak mengijinkan dirinya disentuh oleh orang-orang itu.


" Lepaskan. Jangan sentuh aku."


" Gadis ini sangat merepotkan."


Pria yang memegangi Laura tiba-tiba mengeluarkan sebuah suntikan, ia lalu menusukannya dilengan Laura. Seketika tubuhnya melemas dan ia tak sadarkan diri.


Ketiga pria didalam mobil akhirnya bisa sedikit tenang namun itu tidak bertahan lama karena beberapa mobil dibelakangnya terlihat mengikuti.


" Sial.. Bagaimana bisa mereka bertindak cepat sekali."


" Tidak ada pilihan lain kita harus menghadapi mereka." sahut pria lainnya.


" Kau gila? Kita bisa mati."


" Mati ditangan Phoenix atau ditangan tuan Xavier tidak akan ada bedanya."


" Ada satu cara agar kita tidak mati. Kalian lihat itu sepertinya polisi juga turun tangan. "


Perkataan pria ketiga akhirnya sedikit melegakan bagi mereka. Mobil pun berhenti dan ketiga orang itu mengangkat tangan mereka.


Dari sebuah mobil Noah turun dengan penuh kemarahan. Ia lalu menerjang seorang dari mereka dan melepaskan pukulan mautnya. Sebelum ia bertindak lebih brutal, Edward dan dua orang polisi lainnya mencoba menghentikan Noah.


" Berhenti Noah, kau bilang ingin menyelesaikan ini secara hukum."

__ADS_1


Mendengar perkataan Edward, Noah melepaskan pria yang hampir sekarat itu. Ia lalu menuju Laura yang terbaring lemah dikursi belakang mobil itu.


Tanpa membuang waktu ia lalu menggendong adiknya untuk membawanya ke rumah sakit. Para penjahat itu kini ditangani oleh pihak berwajib namun Noah sudah sangat yakin siapa dalang dibalik semua ini.


......


Xavier berada di kediamannya dan sedang mengamuk. Ia melempar semua benda didekatnya hingga ruangan itu terlihat berantakan.


Saat ia sudah mulai tenang ia menelpon seseorang.


" Hallo, aku ingin meminta bantuanmu."


Percakapan Xavier dengan seseorang itu sangat serius. Setelah semua yang ingin ia sampaikan selesai Xavier menutup panggilannya.


Dengan sedikit ragu Xavier mengangkat panggilannya.


" Apa yang kau lakukan, brengsek."


Suara ayahnya terdengar sangat keras penuh kemarahan. Xavier menduga ayahnya sudah tahu apa yang sedang direncanakannya.


" Aku hanya ingin memberi pelajaran pada Elnathan setelah ia mengacaukan penyelundupan yang kita lakukan saat itu. "


" Sebenci apapun kau padanya kau tidak boleh gegabah. Kelompok mereka lebih besar dan lebih kuat dari kita. Butuh rencana besar untuk menghancurkannya jadi jangan berani mengusik Elnathan kalau kau bahkan tidak tahu kelemahannya. "


" Baik ayah, aku akan membereskan semuanya dan aku akan mendengar perkataanmu. "

__ADS_1


" Memang seharusnya begitu. Dengar Xavier, jangan sampai aku menyesal karena memberikan kepemimpinan Wild Blood kepadamu. Aku bisa saja mengambil alih kembali kalau kau masih sembrono seperti ini. "


Panggilan itu terputus dan perasaan Xavier semakin buruk setelah mendengar perkataan ayahnya.


" Tua bangka sialan.. Dia selalu saja meremehkanku. Lihat saja jika aku bisa memusnahkan Elnathan dari muka bumi ini akan kubuat kau bersujud dikakiku. "


Xavier mengumpat dan memaki ayahnya sendiri. Ia sudah tersesat oleh kebencian dan balas dendam pada Elnathan sehingga cara apapun akan ia tempuh.


Sementara itu dikantor polisi, ketiga pria suruhan Xavier kini mendekam dibalik jeruji besi sebelum mereka diproses. Hingga seorang pria berpakaian rapi datang dan mengaku sebagai pengacara. Ia meminta ijin untuk menemui dan berbicara dengan ketiga orang itu.


" Kalian mungkin sudah tahu siapa aku. Aku kemari atas perintah tuan Xavier."


Ketiga pria itu saling berpandangan. Mereka bingung juga takut.


" Kalian tahu perbuatan kalian ini sangat membuatnya marah tapi dia masih mau berbaik hati kepada kalian. Kalian tahu apa yang harus dilakukan bukan?. "


Seolah mengerti arah pembicaraan pengacara itu ketiganya kompak mengangguk.


" Bagus. Kalian hanya perlu tidak menyebutkan nama tuan Xavier dan akui penculikan itu hanya untuk memeras keluarga korban. Sisanya biar pengadilan yang memutuskan. "


Ketiga pria itu terlihat lega. Mereka berpikir bahwa Xavier sudah melepaskan mereka. Namun ternyata itu salah, Xavier mempunyai rencana lain yang akan membuat mereka menyesal karena tidak bisa menjalankan rencananya dengan baik.


Pengacara yang ditunjuk Xavier tersenyum licik. Ia seperti mentertawakan kebodohan orang-orang didepannya.


Ternyata kalian tidak mengenal Xavier dengan baik. Aku sungguh kasihan pada kalian.

__ADS_1


__ADS_2