
Hari mulai gelap saat Anna sedang menuju rumahnya. Ia menghela nafas gugup seraya menggigiti ujung kukunya.
Felix sang pengawal menepikan mobilnya diantara barisan mobil-mobil mewah milik Noah dan segera ia membukakan pintu untuk Anna.
" Terima kasih Felix, aku berhutang lagi padamu."
" Sama-sama nona."
Ia lalu membawakan beberapa paper bag yang tertera nama brand mewah diatasnya dan mengikuti langkah Anna untuk masuk kedalam rumah.
" Darimana saja kau?."
Suara bariton itu mengejutkan Anna yang hendak menuju tangga. Saat menoleh Noah sudah duduk di sofa ruang tamu itu dengan wajah sedingin es.
Anna semakin gugup tak menyangka Noah sudah menunggunya. Ia menelan ludah susah payah sebelum menjawabnya.
" A-Aku hanya shopping didekat sini."
Noah bangkit dan mendekat.
" Kau terus saja mengabaikan perintahku, Anna. Apa kau memang keras kepala seperti ini?."
" Haah.. tidak akan ada yang terjadi padaku lagipula aku pergi dengan Felix dan beberapa orang bodyguard. Aku sesak berada dirumah ini terus."
Noah mengeratkan giginya menahan amarah.
" Kau akan lihat akibat dari perbuatanmu."
Noah lalu berjalan menuju Felix yang berdiri tak jauh dari mereka.
Ia lalu melayangkan beberapa tinju padanya hingga Felix mengerang kesakitan.
__ADS_1
Anna membelalakkan mata dan menutup mulutnya. Sesaat kemudian tubuh Felix roboh dan Anna mencoba menghentikan Noah dengan mendorong tubuhnya.
" APA YANG KAU LAKUKAN."
Anna tidak bisa menahan kekesalannya namun Noah hanya menatap sengit dirinya.
" Felix kau tidak apa-apa?."
Felix hanya menggeleng pelan masih memegangi perutnya dan mencoba mengelap darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya. Melihatnya Anna semakin merasa bersalah.
" Aku bisa melakukan lebih dari ini kalau aku mau. Jadi jangan menguji kesabaranku lagi atau kau akan membuat orang lain menanggung akibat dari perbuatan sembronomu."
Selesai mengatakan itu Noah berbalik meninggalkan keduanya.
" Maafkan aku."
Hanya itu yang bisa Anna ucapkan pada Felix sebelum ia berlari ke tangga.
Sebenarnya apa yang kau sembunyikan lagi dariku. Ucap Anna dalam hati.
Noah kini berada diruang kerjanya. Ia duduk termenung dengan memainkan penanya hingga suara ponselnya membuyarkan isi pikirannya.
" Ya ini aku. Baiklah aku kesana sekarang."
Tak membuang waktu Noah kembali menyambar jasnya.
Dari dalam kamar Anna bisa mendengar suara ban mobil yang berdecit segera ia mengintip dari jendela dan benar saja Noah kembali pergi dengan beberapa mobil pengawalnya.
Markas Phoenix.
Saat tiba Noah disambut oleh banyak orang disana. Semua orang menundukkan kepala saat ia berjalan menuju tempat yang biasa mereka pakai untuk berkumpul dan setelahnya mereka mengikutinya dibelakang.
__ADS_1
Sepanjang lorong yang panjang itu Noah berjalan dengan kedua tangan berada di sakunya sangat mengintimidasi dengan aura gelapnya membuat tak ada orang yang berani membuka suara.
Noah menduduki kursi singgasananya diikuti anggotanya dan kini mereka bersiap untuk mendengarkan kabar penting yang dibawa pemimpinnya.
" Wild Blood akan membawa ratusan kilo emas dari Rusia. Jika kita bisa merampoknya kalian bayangkan berapa banyak uang yang akan kita terima."
Semua orang saling berpandangan mendengar penuturan Noah.
" Tapi itu akan memicu pertengkaran besar diantara kita. Bukankah sekarang mereka sedang tenang dan tidak berani melakukan apa-apa setelah anda memberi peringatan." Stephen sebagai ketua anggota mereka menyela.
" Tidak.. tidak.. itu tidak akan terjadi karena mereka akan berpikir bahwa orang lain yang akan melakukannya."
Noah menatap lurus dengan senyum liciknya yang menyeramkan. Semua orang mulai mengerti maksud dari rencana Noah.
" Ada hal lain yang ingin kami tanyakan padamu. Apa benar kau tidak akan membubarkan kami?."
Ucap Stephen di angguki anggota mereka. Noah melirik tajam pada Stephen hingga membuat nyalinya menjadi ciut. Ia lalu menatap satu persatu anggota yang lain yang sedang menunggu jawabannya.
" Dibandingkan membubarkan kalian aku hanya ingin merubah sistem kerja kita. Phoenix sudah berdiri puluhan tahun dan memiliki nama. Kita dihormati oleh kelompok dan kartel yang lain mereka akan menertawakan jika kita hilang dari dunia bawah."
Stephen masih mengerutkan dahinya tidak mengerti sepenuhnya apa yang sedang Noah katakan.
" Kau tahu saat kita ingin menjadi yang teratas maka kita harus menyingkirkan semua orang yang menghalangi. Maka dari itu kita bisa menggunakan kelemahan mereka untuk membuat mereka hancur tanpa kita harus mengotori tangan."
Noah menepuk-nepuk bahu Stephen.
" Baiklah dengarkan aku semuanya. Senjata ilegal, penyelundupan narkoba, kerusakan dimasyarakat tidak akan kita lakukan lagi tapi sebaliknya kita hancurkan siapa saja yang melakukannya dan ambil keuntungan dari hal itu."
" Jadi maksud dari perkataanmu tadi kita akan merampok penjahat dan membuat penjahat lain menerima hukumannya."
" Tepat sekali, Stephen. Jadi apa kalian akan tetap bersamaku? Jika tidak kalian bisa keluar dari kelompok ini dengan sukarela."
__ADS_1
Ada penekanan dalam kata-katanya hingga mereka bisa tahu apa yang dimaksud Noah. Tanpa membantah semua orang membulatkan suara. Kini tujuan organisasi mereka berubah dibawah kepemimpinan Noah. Penjahat yang menghukum penjahat.