PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Rencana Sempurna


__ADS_3

Edward Lee mengemudikan mobilnya dengan wajah suntuk terlihat dari sorot matanya yang lelah. Menjadi pelayan masyarakat tentu hal yang cukup menguras tenaganya terlebih kasus yang dihadapinya bukanlah kasus sepele dan tak jarang ia harus mempertaruhkan nyawanya untuk mengungkap kebenaran.


" Ayolah.. cepat bergerak.."


Saat melintas di daerah yang terdapat banyak bar dan klub malam tak jarang ia membunyikan klakson mobilnya.


Jalanan itu memang terkenal ramai saat malam karena banyaknya orang yang berada disana hingga sering membuat kemacetan.


Masih menunggu jalanan kembali normal ia mendapati sebuah pesan masuk ke ponselnya hingga ia harus berhenti dipinggir jalan.


" Haah sial."


Edward lalu turun dari mobilnya dan berlari mencari satu tempat. Setelah menemukannya ia masuk dan menyapu setiap sudut tempat itu untuk menemukan seseorang.


" Hei.."


" Cepat juga kau sampai."


" Aku kebetulan sedang berada disekitar sini."


Jawab Edward dengan menuangkan minuman untuk dirinya sendiri.


Edward melihat sekelilingnya dan ternyata ada beberapa orang yang sedang minum-minum itu melihat ke arah mereka berdua.


" Apa tidak masalah kita terlihat bersama sepertinya orang-orang itu mengenalmu."


" Aku tidak peduli."


Edward baru menyadari bahwa lawan bicaranya sudah mabuk.


" Noah kau mabuk?."


" Haaah.. sepertinya begitu."


Noah mengusap wajahnya dengan kasar lalu menyodorkan sesuatu pada Edward.

__ADS_1


" Aku menemukan itu secara tidak sengaja. Ini akan membantu ayahmu untuk membersihkan namanya."


Edward diam seribu bahasa bukannya tidak senang karena ia bisa mengeluarkan ayahnya dari penjara tapi ia tahu dampak dari hal itu untuk Noah.


" Noah, kita akan bicara saat kau dalam keadaan sadar sekarang pulanglah dulu."


Edward berniat untuk meninggalkannya namun Noah menghentikannya.


" Terima kasih Edward karena banyak membantuku. Sekarang ayahku sudah mendapat ganjaran dari perbuatannya jadi bisakah kau maafkan dia."


Edward menyernyitkan dahinya karena ucapan aneh Noah setaunya Noah sangat membenci Jeffrey. Lama sejak Edward meninggalkan klub Noah masih setia dengan minumannya hingga menghabiskan beberapa botol.


Noah berjalan sempoyongan dipapah oleh pengawalnya dari mobil hingga memasuki rumahnya. Anna yang belum sepenuhnya tertidur terkejut oleh suara ketukan di pintu kamarnya.


" Maaf nona saya mengganggu anda, tuan mabuk berat jadi saya terpaksa membangunkan anda."


" Tidak apa-apa biar aku yang membantunya kau bisa kembali."


Anna kini yang memapah tubuh Noah menuju ranjangnya. Tubuhnya yang tidak sebanding dengan Noah membuat ia susah payah membawanya. Noah yang hampir tidak bisa membuka matanya merasakan tangan Anna yang sedang membukakan sepatu juga kaos kakinya bahkan dengan telaten ia mengelap wajah dan tubuhnya yang berkeringat serta mengganti pakaiannya agar Noah merasa nyaman.


Anna beranjak pergi setelah selesai namun tangannya dipegangi oleh Noah yang ternyata sudah membuka matanya entah sejak kapan.


Noah yang masih dalam pengaruh alkohol menarik tubuh Anna hingga berada diatasnya. Anna yang tidak tahu apakah Noah sadar atau tidak hanya berusaha melepaskan dirinya namun sia-sia karena kini Noah membalik tubuhnya dengan ia berada diatasnya.


Noah terus saja membelai wajah Anna menatapnya penuh kerinduan. Meskipun dalam kondisi gelap namun sekilas Anna bisa melihat wajah sendu Noah yang sulit ia gambarkan.


Anna pun menyambut hangat tatapan itu dengan kerinduan yang sama hingga kini Noah dan Anna benar-benar dihanyutkan oleh perasaan keduanya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Anna merasakan kembali kehangatan sentuhan Noah membuatnya melupakan segala pertengkaran dan sikap dingin Noah padanya.


Noah mendekap erat tak ingin melepaskan sedetikpun istrinya dan merekapun tertidur dengan saling berpelukan hingga pagi menjelang Anna terbangun namun Noah ternyata sudah pergi.


Anna mengusap wajahnya seraya menghela nafas panjang perasaan dilema kembali memenuhi hatinya.


Apa sebenarnya maumu, Aaron. Keluhnya.


Markas Phoenix.

__ADS_1


" Bos, sesuai perkiraanmu Wild Blood merubah rencananya. Lusa mereka akan membawa emas itu melalui jalur darat yang ramai pada siang hari. Diluar dugaan semua orang mereka berani mengambil resiko yang tinggi."


" Bagus. Kita tinggal menjalankan sesuai rencana semula. Kali ini konflik internal di kelompok mereka sudah pasti tidak akan bisa dihindari dan Xavier akan diusir secara tidak terhormat karena kebodohannya."


Noah terkekeh dengan suara beratnya. Sang Lucifer begitu julukan terkenal Noah yang membuat semua orang tak berani berurusan dengannya bahkan musuhnya sekalipun akan berpikir ribuan kali untuk mengusiknya.


Bukan tanpa alasan tapi Noah sejak dulu terkenal lebih mengutamakan memakai otaknya dalam mengatasi musuh-musuhnya. Dengan kecerdasannya itulah orang-orang dari dunia bawah menaruh hormat padanya dan banyak yang memilih untuk menjadi sekutunya.


Hari Eksekusi.


Iring-iringan mobil yang diketahui milik Wild Blood berjalan di jalanan umum hingga menarik perhatian orang-orang yang dilewatinya.


Mobil Range Rover Vogue yang diklaim memiliki kemampuan menahan peluru dan granat tangan memimpin di paling depan diikuti Knight XV yang memiliki fitur yang sama memuat peti emas. Dibelakangnya adalah mobil yang membawa Xavier sang pemimpin serta dua mobil lainnya berisi anak buah kepercayaannya.


Xavier tak hentinya mengumbar senyum ia bahkan bersenandung kecil sepanjang perjalanan sambil mengayunkan tangan dan kakinya. Ia berpikir bahwa rencananya tidak akan diketahui oleh siapapun sehingga membawa barang berharga miliknya secara terang-terangan tidak akan ada masalah.


Jika ia berhasil dengan misinya kali ini semua orang yang menentang dirinya termasuk ayahnya mungkin akan bertekuk lutut padanya.


Belum lama kebahagiaan ia pamerkan tiba-tiba mobil berhenti mendadak karena kemacetan yang disebabkan oleh pekerjaan jalan. Hal itu membuat Xavier kesal pada anak buah yang duduk disampingnya.


" Apa kau tidak mencari tahu dulu informasinya kenapa harus ada kemacetan hari ini."


" Ma-maaf tuan, saya sudah yakin sekali bahwa hari ini tidak akan ada hambatan apapun. Saya pun heran kenapa ada perbaikan jalan hari ini."


" Sial.."


Xavier mulai gelisah namun ia mencoba untuk setenang mungkin. Karena jalan satu arah ia tidak bisa putar balik terlebih dibelakang mereka sudah banyak mobil lain yang mengantri.


Perlahan mobil didepannya mulai bergerak meskipun pelan sekali. Petugas mengarahkan satu persatu mobil itu agar berada di jalur yang bisa dilewati. Xavier bisa bernafas lega saat mobil pertama mereka berhasil menembus kemacetan.


Namun saat tiba mobil kedua tiba-tiba terjadi ledakan didepannya. Asap dan debu mengepul ke udara membuat Xavier tak bisa melihat yang terjadi pada mobil pembawa emas miliknya. Karena kepanikan orang-orang disana Xavier kesulitan untuk keluar dan mengeceknya hingga waktu berselang akhirnya ia berhasil turun dari mobilnya.


Terlihat olehnya ledakan itu berhasil membuat lubang besar dan mobilnya terperosok jatuh kedalamnya. Xavier semakin terkejut ternyata dibawah sana adalah terowongan tua yang tidak dipakai dan saat diperhatikan secara detail mobil itu sudah terbuka di bagian belakangnya.


" Aakhh... brengsek.. siapa yang melakukan ini padaku." Xavier histeris saat ia sudah menyadari hal yang terjadi. Ia mengumpat seperti kerasukan hingga anak buah mereka pun bergidik ngeri membayangkan apa yang akan Xavier lakukan pada mereka karena kegagalannya.

__ADS_1


__ADS_2