PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Tujuan Noah


__ADS_3

" Bisakah kita bicara sebentar."


Ucap Jeffrey pada Noah setelah mereka semua sampai di mansion. Laura dibantu Julia dan Emily naik ke lantai atas untuk beristirahat dikamarnya.


Julia melirik kebelakang dan memperhatikan suami dan putranya masuk kedalam ruang kerja. Baru setengah berjalan, ia lalu berhenti memapah putrinya.


" Emily, tolong kau antarkan Laura ke kamar biar aku yang menyiapkan makanan untuknya."


Julia beralasan seperti itu padahal ia ingin menguping pembicaraan Jeffrey dan Noah. Ia kembali menuruni tangga dan mengendap-endap agar suara langkahnya tidak terdengar.


Julia menempelkan telinganya pada daun pintu ruangan kerja Jeffrey namun ia tidak bisa mendengar apapun. Ia mulai terlihat gelisah dan putus asa hingga sebuah ingatan muncul dikepalanya.


Julia bergegas menuju ruangan disamping ruang kerja Jeffrey yang terlihat seperti gudang penyimpanan barang-barang yang tak terpakai. Ternyata ruangan itu menyatu dan dihubungkan oleh sebuah pintu.

__ADS_1


Dengan hati-hati ia menarik sebuah meja untuk mencapai ventilasi udara disana. Kini ia bisa mendengar suara keduanya meskipun tidak terlalu jelas.


" Apa begini cara kau bertarung? Kau menyingkirkan musuh-musuhmu dengan cara licik dan sangat pengecut." ucap Jeffrey dingin.


Noah yang berdiri dihadapan Jeffrey memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Dengan senyum miring ia menatap penuh kebencian pada Jeffrey."


" Licik dan pengecut. Bukankah itu sifatmu, itu artinya aku mewarisinya darimu. Oh bukan, maksudku itu sifat yang kau ajarkan padaku. "


Jeffrey sudah mulai kehilangan kesabarannya karena sindiran juga perubahan sikap Noah. Ia terlihat gusar hingga tubuhnya ia sandaran pada kursi yang ia duduki. Pria yang berdiri dihadapannya kini tidak seperti putranya lagi tapi ia seperti musuh yang bisa menghancurkannya kapan saja.


" Aku berharap semua yang kulakukan bisa menghapus dosaku."


" Hahahaha.. Dosa. Sejak kapan kau memikirkan dosa."

__ADS_1


Jeffrey mentertawakan ucapan Noah. Namun Noah tidak merubah ekspresinya.


" Aku ralat. Semua yang kulakukan untuk menghapus dosamu karena membuatku seperti ini. "


Jeffrey menghentikan senyum diwajahnya, ia kembali mengingat fakta bahwa Noah dihadapannya bukanlah putranya.


Jauh sebelum bertemu dan mencari tahu latar belakang Anna, Noah memang seorang pemimpin Phoenix yang kejam. Namun karena rasa cintanya pada Anna membuatnya ingin menjadi orang yang baik.


Lambat laun identitas dan jati dirinya yang selama ini ia kubur kembali muncul. Ia ingin mengakhiri semuanya hingga alasan ia menghukum musuh-musuhnya adalah agar ia tidak melakukan kejahatan membunuh orang-orang itu dengan tangannya sendiri.


Dosa dari kejahatannya selama ini selalu menghantuinya, hingga pada satu titik ia ingin menyerah saja menjadi Elnathan Noah dan kembali menjadi dirinya sendiri yaitu Aaron Gamaliel Davis. Namun tidak semudah itu ia meninggalkan kehidupannya yang sekarang.


Tanggung jawabnya sebagai presdir Reynsoft tempat banyak orang bergantung tidak bisa ia tinggalkan. Terlebih Julia dan Laura yang sangat ia sayangi sebagai keluarga yang memberinya tempat untuk merasakan kebahagiaan menjadi seorang anak dan seorang kakak.

__ADS_1


Meski semuanya hanya sandiwara yang dirancang oleh Jeffrey, Noah tidak ingin Julia terluka karena sudah ditipu oleh mereka.


Tidak ada yang tahu betapa menderitanya Noah selama ini, hingga Anna datang dan memberinya kekuatan untuk melawan ketidakadilan yang dirasakannya. Kini tujuannya hanya satu menghancurkan musuhnya dan membubarkan Phoenix hingga tidak ada lagi kejahatan yang akan dilakukan olehnya.


__ADS_2