PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Kabar Duka


__ADS_3

Noah kembali kerumahnya setelah mengurusi banyak hal. Setibanya disana keadaan rumahnya sudah gelap pertanda Anna sudah tidur karena saat itu sudah lewat tengah malam.


Perlahan ia memasuki kamar tapi tak mendapati Anna di ranjang tidurnya dan ternyata ia tertidur di sofa dengan sebuah buku ditangannya. Noah dengan hati-hati mengambilnya dan berjongkok didepan Anna.


Ia lalu menyingkirkan rambut-rambut yang sedikit menutupi wajah Anna agar bisa melihatnya dengan jelas. Pergerakan itu membuat si empunya terganggu hingga Anna akhirnya terbangun.


" Kau baru pulang?."


" Sudah kubilang jangan menungguku."


Noah berkata sambil membelai pipi Anna sebelum ia menciumnya.


" Aku merindukanmu jadi aku ingin menunggu mu."


Perasaan bersalah muncul di hati Noah jika bukan karena kesibukannya selama ini pasti mereka akan memiliki banyak waktu bersama. Tanpa berpikir lama Noah langsung menggendong Anna membawanya ketempat tidur. Ia membuka kemejanya terlebih dahulu sebelum menghujani Anna dengan ciumannya.


Anna menikmati suasana itu hingga tiba-tiba Noah mulai bertindak kasar. Ciumannya tidak selembut tadi membuat Anna kesulitan untuk bernafas. Menyadari ada yang salah dengannya Anna mencoba mengiba tapi Noah seperti tidak peduli dengan hal itu hingga ia terus saja melakukan hal sesukanya. Anna meringis namun ia tidak berani menghentikan Noah dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan Noah. Meskipun terasa berbeda Anna mencoba menikmatinya.


" Hibur aku malam ini."


Ucap Noah diiringi ******* Anna dan erangan keras milik Noah. Tak berakhir disitu Noah yang sedang kerasukan kembali 'menyiksa' istrinya berkali-kali hingga Anna harus memintanya berhenti.


" Aaron, aku lelah."

__ADS_1


" Sekali lagi saja, kumohon."


Drrtt.. drrtt.. ponsel Noah tak hentinya bersuara hingga membangunkan pasangan itu yang sedang terlelap tidur. Dengan malas Noah mengambilnya untuk menjawab panggilan itu.


" Hallo.."


Deg. Noah terdiam mematung dengan wajah pucat pasi.


" Ada apa?."


Tanya Anna saat Noah menutup panggilannya.


" Anna, ayah.. ayahku Jeffrey meninggal dunia." Noah mengusap wajahnya kasar mencoba mengembalikan pandangannya yang menjadi buram. Melihat Noah yang sedang gusar Anna memeluknya menyembunyikan wajah Noah di dadanya karena ia tahu Noah berusaha keras agar air matanya yang lolos tak dilihat Anna.


Sebuah mobil mewah tiba menarik perhatian semua orang dan itu adalah Noah bersama Anna. Setelah turun tak lupa ia membukakan pintu untuk Anna istrinya hingga suasana saat itu menjadi riuh dengan suara bisik-bisik orang disana.


Untuk pertama kalinya Noah membawa Anna dihadapan publik membuat semua orang bertanya apakah rumor pernikahan mereka benar adanya.


Noah tak menghiraukan orang-orang itu bahkan salam hormat mereka tak sedikitpun ia gubris sehingga membuat Anna merasa tidak enak dan akhirnya ia yang mewakilinya untuk menerima hormat dengan senyum yang canggung.


Mereka akhirnya berjalan menuju tempat penghormatan terakhir sang ayah sepanjang itu pula mata semua orang tak melepaskan sosok yang berjalan dengan dingin itu. Sorot mata kesedihan tetap tampak meskipun ia menutupinya dengan kaca mata hitam yang dipakainya. Anna yang belum terbiasa mendapatkan perhatian khalayak ramai hanya tertunduk mengikuti kemana Noah menuntunnya.


Julia dan Laura menyambut keduanya dengan pelukan. Keempat orang itu berusaha saling menguatkan.

__ADS_1


Setelah acara penghormatan selesai mereka melanjutkan prosesi pemakaman yang dilakukan secara tertutup di sebuah pemakaman elite dikota itu. Hanya kerabat dan orang terdekat yang sudah mengenal latar belakang keluarganya yang diperbolehkan menyaksikan pemakaman Jeffrey.


Saat acara sudah hampir selesai Noah melihat rombongan orang mendekati area pemakaman Jeffrey. Noah dan orang-orangnya mulai waspada dan benar saja sosok Alexavier muncul bersama anak buahnya.


Para pengawal Noah dan beberapa anggota Phoenix yang mengenal mereka bersiap seperti akan mengeluarkan senjatanya namun Noah memberi kode agar mereka tetap tenang.


Xavier berjalan angkuh dengan senyum sumringah diwajahnya sangat tidak pantas dilakukan saat ada orang yang sedang berduka. Saat tiba dihadapan Noah, Julia dan Laura langsung mengambil langkah mundur meninggalkan Anna yang masih menempel pada Noah.


" Aku turut berduka cita, dan maaf aku terlambat datang" ucap Xavier tidak tulus seraya menampilkan senyuman.


Noah tak sedikitpun bergeming ia masih tetap memandang lurus wajah Xavier. Beberapa orang yang menyadari suasananya berubah dingin memilih membubarkan diri bahkan Noah memberi isyarat pada pengawalnya agar Julia dan Laura dibawa pergi dari sana.


" Aku dengar ayahmu terjatuh dari tangga hingga meninggal, ya? Jika kau tahu ayahmu sudah selemah itu kenapa kau meninggalkannya sendiri." Xavier mulai memprovokasi Noah hingga membuatnya mengepalkan tangannya. Jika bukan karena hari itu adalah hari pemakaman Jeffrey, Xavier mungkin sudah mendapatkan pukulan darinya. Xavier tertawa senang karena ia berhasil mengusik Noah musuhnya sedari dulu. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Anna yang berdiri di belakang Noah.


" Dia istrimu? Hai.. kalau saja dulu kita bertemu pasti sekarang aku yang menjadi suamimu."


Noah akhirnya bereaksi saat Xavier mulai melibatkan Anna apalagi saat ia mengungkit tentang penculikan itu. Anna tak mengerti satupun yang diucapkan Xavier ia mengira itu hanya perkataan pria genit untuk menggodanya.


Buug.. Noah mendorong tubuh Xavier agar menjauh darinya namun anak buah Xavier segera memasang barikade tak kalah dengan orang-orang Noah mereka langsung pasang badan melindungi tuannya.


" Pergi dari sini sekarang juga sebelum aku meledakan kepalamu, Xavier. Kalau kau bosan cari lawan yang seimbang denganmu aku terlalu sibuk mengurusi bocah pencari perhatian sepertimu."


.......

__ADS_1


__ADS_2