
Penangkapan Noah menjadi berita besar dan memenuhi headline news berbagai media. Kantor-kantor berita pun saling berlomba untuk terus menggali informasi tentangnya.
Julia dan Laura sangat terkejut oleh hal itu hingga merekapun untuk sementara harus bersembunyi sampai berita itu mereda.
Edward, sebagai orang yang memimpin kasus tersebut pun tak luput dari kejaran para reporter yang memburu berita namun ia dengan tegas mengatakan untuk tidak memberitakan rumor-rumor yang tidak jelas sampai ada pernyataan resmi dari FBI.
" Aaah.. merepotkan sekali."
Keluhnya saat ia masuk ke ruang interogasi dimana Noah dan pengacaranya sudah ada disana menunggunya.
" Baiklah tuan-tuan kita akan mulai interogasi yang membosankan ini."
Edward berbicara sarkasme sambil menoleh ke dinding kaca yang dibalik itu ada beberapa orang atasannya yang akan mengikuti proses tersebut.
Noah berbicara dengan tenang ia seperti sudah mempersiapkan segalanya dari awal. Segala pertanyaan Edward pun ia jawab dengan lancar tanpa gugup atau berusaha menghindarinya.
Segala proses awal sudah dilakukan Noah kini ditempatkan disebuah penjara khusus bersama banyaknya tahanan yang lain. Kebanyakan dari mereka adalah para penjahat kelas kakap dengan kejahatan serius. Bahkan beberapa musuhnya yang ia penjarakan ada disana. Mereka bersorak saat Noah datang didampingi seorang petugas sipir.
" Selamat datang di neraka, Lucifer."
Noah menoleh dan ternyata John, ayah Xavier yang berbicara dengan seringai licik. Noah tak mempedulikannya ia tetap berjalan menuju kamar selnya.
Hari-hari pertama Noah dipenjara berjalan tenang. Ia banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku atau menyendiri. Rasanya ia mendapat ketenangan setelah melepaskan segala miliknya dulu saat menjadi Elnathan Noah.
Noah yang sedang menikmati sinar matahari pagi itu dihampiri oleh segerombolan orang yang dipimpin John dan Lucas. Melihat itu Noah hanya menyeringai dan berusaha untuk tidak menghiraukannya.
" Kalian lihat, sehebat apapun sang Lucifer bersembunyi pada akhirnya neraka tempat ia kembali."
Noah tak bereaksi membuat John kesal lalu ia mengambil buku yang sedang dibaca Noah dan melemparkannya sembarang.
__ADS_1
" Mana sopan santunmu, nak. Aku orang tua yang sedang bicara."
Noah lalu berdiri dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam sakunya.
" Meskipun usiamu jauh diatasku itu tak membuatmu pantas dihormati. Aku merasa kasihan pada Xavier karena memiliki orang tua sepertimu."
" Kenapa kau membawa-bawa anakku yang sudah meninggal?."
" Alexavier tidak pernah memiliki kemajuan karena dia mewarisi sifatmu. Kau boleh berbangga diri karena Wild Blood bisa mengejar Phoenix tapi itu dulu sebelum kau yang memimpin dan saat kau tidak memiliki pencapaian apapun kau melimpahkannya pada anakmu dan sekarang kau tahu hasilnya bahkan dia memilih untuk mati."
Noah menampilkan senyum untuk mencemooh John.
" Kurang ajar.."
John merasa dipermalukan oleh Noah ia ingin menghajarnya didepan banyak orang. Namun serangan John tidak ada apa-apanya bagi Noah. Ia bahkan bisa melumpuhkan semua orang-orang John hanya dengan sekali pukulan.
Ucap Noah sambil pergi meninggalkan John yang masih kesulitan untuk berdiri hingga harus dibantu oleh Lucas sang adik.
Melihat aura kuat dan mengintimidasi Noah para tahanan dibuat terkesima. Mereka bahkan merasa segan saat berada didekatnya. Namun itu justru menguntungkan bagi Noah karena tidak akan ada yang berani mengusiknya tidak seperti para tahanan baru lainnya yang seringkali mendapat 'sambutan' dari para tahanan lama.
...........
" Nomor 1306 ada seseorang yang ingin menemuimu."
Noah yang duduk dilantai sel nya segera bangkit dan mengikuti petugas sipir itu. Dan ternyata Edward tamu yang ingin menemuinya.
Noah mengambil telepon didepannya untuk bisa berkomunikasi dengan Edward yang berada di seberangnya yang dihalangi kaca tebal.
" Bagaimana kabarmu?."
__ADS_1
" Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja. Kenapa kau menemuiku kau akan dapat masalah nanti."
" Aku tidak peduli, ada hal penting yang ingin aku sampaikan."
Noah diam menunggu Edward bicara dan perkataannya selanjutnya membuat Noah terkejut sekaligus senang.
" Istrimu sudah berhasil melewati masa kritisnya dan kondisinya mulai stabil. Hanya saja dia belum juga sadar dari komanya."
Noah bernafas lega namun juga sedih karena ia tidak ada disamping Anna sekarang.
" Noah, aku akan membantumu keluar secepat dari sini. Aku dan pengacaramu akan mengatur semuanya agar persidangan mu bisa dipercepat."
" Kau tidak perlu melakukan itu, Edward. Ini adalah hukuman yang harus aku tanggung."
" Tidak Noah, yang seharusnya berada disana dan mempertanggungjawabkan segalanya adalah ayahmu Jeffrey. Kau tidak harus menderita karena kejahatan yang tidak kau lakukan."
" Tapi Edward.. aku..."
" Kita harus bekerjasama Noah pikirkan istrimu, dia membutuhkanmu. Percayakan semuanya padaku aku akan melakukan semampuku untuk membantumu."
" Maaf waktu kalian habis."
Petugas menyela pembicaraan keduanya.
" Terima kasih Edward. Aku berhutang banyak padamu."
" Tidak perlu, kita kan teman."
Noah tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Begitu terharu dengan ketulusan Edward yang ia pikir Edward akan membencinya seumur hidup karena apa yang Jeffrey lakukan pada keluarganya.
__ADS_1