
Ballroom megah tempat diselenggarakannya pesta amal terbesar di Amerika mulai dipadati para tamu. mereka yang berasal dari kelas atas itu kebanyakan pengusaha dari berbagai kota bahkan luar negeri. Pesta yang diadakan setiap 2 tahun sekali itu tidak akan dilewatkan oleh mereka untuk memamerkan kekayaan demi rasa hormat karena acara intinya adalah penggalangan donasi oleh organisasi amal dengan melelang barang-barang antik yang bernilai tinggi. Begitu pun dengan Noah yang datang untuk menambah relasi dan berinvestasi mulai menunjukkan keramahan seorang pebisnis kepada orang - orang yang baru ia temui itu.
Seorang wanita berjalan anggun, suara langkahnya terdengar teratur dan sesekali ia merapikan rambutnya yang tergerai indah kebelakang telinganya.
Gaunnya terlihat begitu pas membalut tubuhnya yang ramping begitupun make up nya yang sempurna ditambah lipstik merah menyala menambah kesan elegan. Perhiasan yang dipakainya tak berlebihan memberi nilai tambah dan menyempurnakan penampilannya.
Dari kejauhan bisa dilihat bahwa ia terlambat menghandiri pesta namun itu tidak membuat ia mempercepat langkahnya.
Setelah sampai di pintu ballroom ia menyerahkan undangan miliknya. Petugas yang berjaga memastikan dengan memindai barcode yang tertera disana dan ia pun dipersilahkan masuk.
" Semoga anda menikmati acaranya."
" Terimakasih."
Ucap Anna dengan senyum menawan.
Anna mulai menuruni tangga menuju tempat acara dan disana telah dipenuhi orang-orang yang sedang berbincang serius. Anna berjalan penuh percaya diri tak mempedulikan beberapa pasang mata yang terus mengikuti langkahnya hingga ia berhenti didepan bartender. Setelahnya ia memesan satu minuman dan mulai menikmatinya. Dari banyaknya orang yang tertarik padanya ada satu orang yang mengambil langkah maju untuk mendekatinya.
" Hai.. boleh aku disini?."
Pria itu berbasa-basi dan Anna hanya mengangguk.
" Aku sepertinya baru melihatmu. Siapa namamu?."
Anna sedikit tidak nyaman karena didekati pria asing namun matanya menangkap seseorang yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan membunuh hal itu membuatnya terpikir sebuah ide.
" A-Aku Anna."
Anna memulai rencana gila yang mungkin akan ia sesali tapi ia tidak peduli. Ia terus saja berbincang dengan pria itu lama sekali.
__ADS_1
Karena bising terkadang Anna harus mendekatkan telinganya pada pria itu.
Noah yang tak melepaskan pandangannya mengepalkan tangannya dengan mata yang semakin menggelap. Terlebih saat Anna terlihat tertawa lepas Noah mulai kehilangan kesabarannya.
Ia bangun dari duduknya berniat menghampiri Anna. Namun langkahnya terhenti karena seseorang yang ia kenal menyapanya. Dengan terpaksa Noah meladeninya namun saat melihat Anna sudah tidak ditempatnya.
Ia mencari kesana kemari namun banyaknya orang membuatnya kesulitan. Noah setengah berlari mencari Anna hingga ke lorong dan ia menemukannya yang baru saja keluar dari kamar kecil.
Anna terperanjat tidak menyangka Noah akan menyusulnya. Dari wajahnya ia tahu Noah marah besar.
" Apa yang kau lakukan disini?."
Noah mencengkram lengan Anna namun segera Anna menepisnya.
" Aku hanya memenuhi undanganku saja."
Jawab Anna acuh membuat Noah semakin kesal. Ia sangat ingin memberinya pelajaran namun banyaknya orang yang berlalu-lalang membuatnya mengurungkan niatnya.
" Ini bukan dirimu Anna, apa yang ingin kau tunjukkan?."
Pertama kalinya Anna berani menjawab Noah dengan wajah yang menantangnya membuat Noah tertegun. Noah berniat menyeret Anna keluar namun acara pelelangan akan segera dimulai.
" Jangan kemana-mana tetap disisiku. Setelah ini selesai aku akan membuat perhitungan denganmu."
Noah menarik tangan Anna agar mengikutinya.
" 1 juta." " 1,2 juta. " 1,5 juta."
Semua orang berlomba menyebutkan angka untuk mendapatkan barang yang sedang dilelang itu. Anna yang sekarang duduk disamping suaminya hanya diam memperhatikan cara orang kaya bermain. Noah tak sedikitpun tertarik dengan acara itu ia hanya menatap tajam Anna hingga membuat Anna tidak nyaman.
Hingga tiba barang terakhir yang dilelang semua orang mulai bersorak karena kabarnya itu adalah barang paling berharga yang bernilai investasi.
Beberapa orang mulai bersaing untuk mendapatkannya.
__ADS_1
" Harga tertinggi yang ditawarkan 10 juta adakah yang ingin menawar lebih tinggi lagi?."
" 20 juta."
Suara lantang itu berasal dari seorang wanita dan itu adalah Anna.
Tok.. tok.. tok.. pembawa acara itu memukul palu dilanjutkan suara riuh dan sorak semua orang yang hadir.
Anna tersenyum penuh kemenangan namun Noah hanya berekspresi datar seolah tak menyangka akan mendapatkan kejutan dari istrinya.
Selesai acara Noah segera membawa pergi Anna dengan mobilnya. Felix yang tadi mengantarkan Anna mengikutinya dengan perasaan tak karuan karena ia pasti akan dimarahi oleh Noah.
Noah menjalankan mobilnya seperti orang kesetanan Anna berkali-kali memohon agar Noah berhati-hati namun ia tak menghiraukannya.
Mereka sampai dirumah dan Anna barulah bisa bernafas lega. Baru sedetik ia menghela nafas Noah menyeretnya keluar dengan kasar. Anna tak tinggal diam ia memberontak mencoba melepaskan diri namun sia-sia karena Noah kini membopongnya.
Felix yang melihat merasa khawatir jika tuannya akan menyakiti nyonya mereka namun ia tak bisa berbuat apa-apa.
" Turunkan aku sekarang juga, Aaron!!."
Sekeras apapun Anna berteriak Noah seperti tuli ia malah menambah kecepatannya menuju kamar mereka.
Noah membanting tubuh Anna ke kasur membuat Anna tersentak.
Ia juga merobek gaun yang dipakainya hingga menampilkan tubuh Anna yang hampir telanjang. Gaun indah itu tak ayal hanya menjadi kain lusuh.
Tak berhenti disitu Noah mulai menciumi Anna secara brutal bahkan ia tak segan meninggalkan bekas gigitannya di tubuh Anna yang mulai bergetar karena menahan sakit. Belum lagi cengkraman Noah di pipinya membuat Anna merasa wajahnya akan segera hancur.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Anna ketakutan ia berkali-kali meminta maaf darinya dan memohon agar Noah berhenti. Terakhir Anna hanya bisa menangis histeris dan barulah Noah berhenti.
Melihat Anna yang menangis seperti itu membuat hatinya sakit. Seberapa banyak ia sudah menyakitinya barulah ia mempertanyakannya.
Diluar dugaan Noah lalu memeluk Anna masih dengan ia berada diatasnya.
__ADS_1
" Kenapa kau melakukan itu, aku hampir gila melihatmu menjadi perhatian para pria lapar itu."
Tangisan Anna mulai mereda saat itu ia berpikir bahwa Noah marah karena pergi dari rumah tanpa seijinnya dan bahkan ia membuat Noah harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Tapi tak disangka ia sekesal itu hanya karena cemburu.