
Keesokan harinya Anna baru saja bangun saat matahari sudah tinggi. Ia duduk sambil memijat kepalanya yang pusing. Semalaman ia terjaga dan bahkan tidak bisa memejamkan matanya hingga pagi menjelang barulah ia tertidur.
Anna memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian karena dari semalam ia memakai baju yang sama miliknya dan bahkan terlihat sangat kotor.
Selesai membersihkan diri, Anna keluar dengan hanya memakai sehelai handuk. Ia dengan ragu berjalan menyusuri setiap sudut kamar yang luas itu untuk mencari sesuatu yang bisa ia pakai. Hingga Anna sampai disebuah ruangan yang tersedia didalamnya berbagai macam pakaian, jas, sepatu hingga aksesori yang biasa dipakai pria untuk menunjang penampilannya.
Saat Anna sedang melihat-lihat untuk mencari pakaian yang pas untuknya seseorang masuk ke kamar itu.
" Anna.. Kau dimana.." suara Noah dapat terdengar diseluruh tempat dikamar itu.
Terang saja Anna terkejut dan ia sembarang mengambil sebuah pakaian yang tergantung.
Dengan tergesa-gesa ia segera memakainya namun langkah Noah terasa semakin mendekat.
" Jangan kemari!."
Noah spontan menghentikan langkahnya saat berada didepan walk in closet miliknya. Ia bernafas lega saat mendengar suara Anna.
Setelah beberapa saat, Anna keluar dari sana dengan memakai sweater Noah. Di tubuhnya yang langsing, pakaian Noah terlihat longgar hingga menutupi sebagian pahanya. Lagi-lagi Noah dibuat terpukau hingga tanpa sadar ia hanya berdiri mematung mengagumi kecantikan Anna.
Anna yang merasa malu mulai menunduk dan berusaha merapikan rambut basahnya yang belum sempat ia sisir.
" Maaf aku memakai sweater mu karena bajuku kotor." Anna berkata namun matanya tidak menatap Noah.
" Kau boleh memakai apapun milikku."
Jawab Noah dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Senyumnya terus nampak di wajahnya yang tegas lalu ia mengulurkan satu tangannya untuk meraih wajah Anna.
Perlahan ia mengusap lembut luka didahi Anna yang sudah membaik dan goresan dipipinya yang sudah mengering.
Anna terdiam karena diperlakukan lembut untuk pertama kalinya oleh Noah.
Matanya terus saja memperhatikan wajah itu. Wajah Noah yang selalu berubah-ubah menurutnya.
__ADS_1
" Maaf karena kau terluka seperti ini."
Ucap Noah lirih.
" Ini bukan apa-apa."
Jawab Anna lalu ia melepaskan tangan Noah diwajahnya.
" Aku tidak akan memaafkanmu jika kau sampai terluka lagi, Anna."
" Karena siapa aku seperti ini."
Anna berguman namun Noah masih bisa mendengar perkataannya.
" Maka dari itu aku tidak mengijinkanmu jauh dariku. Ikut aku!."
Tanpa peringatan Noah menggenggam tangan Anna dan menariknya keluar kamar.
Keduanya menuruni tangga dengan Anna yang sedikit kewalahan karena harus menyesuaikan langkah kaki Noah yang panjang. Mereka sampai di meja makan yang sudah tersedia banyak hidangan.
" Makanlah, kau pasti lapar."
Anna belum merespon, ia masih asyik memperhatikan sekelilingnya. Tempat tinggal Noah cukup besar tapi terasa sangat sepi.
" Kau tinggal sendirian disini?."
Anna membuka suara karena rasa penasarannya.
" Iya."
Jawab Noah singkat dengan tatapan hangat.
" Kenapa kau takut karena hanya kita berdua dirumah ini?." lanjutnya.
__ADS_1
Anna mendadak gelisah karena perkataan Noah, untuk menutupinya ia tidak merespon dan langsung mengambil makanan didepannya.
" Kau tenang saja aku tidak akan menyentuhmu tanpa persetujuanmu."
Ukh.. Ukh.. Anna terbatuk karena tersedak makanannya. Dengan sigap Noah mengambilkan air minum.
Anna masih terus memukul-mukul dadanya yang sakit namun Noah segera menghentikannya.
" Kau tidak apa-apa."
Noah bertanya dengan penuh perhatian.
" Dengarkan aku, Noah. Aku menyetujui tinggal bersamamu demi keselamatanku dan ayahku jadi jangan berharap kau bisa semena-mena padaku."
" Memang apa yang kulakukan, aku hanya bilang tidak akan menyentuhmu kecuali kau ijinkan."
" Tidak ada kontak fisik selama aku disini, jadi tolong jaga jarak denganku."
Noah terkekeh melihat wajah Anna yang serius namun tersirat kegelisahan didalamnya.
Anna masih menatap tajam Noah yang melanjutkan makannya namun terlihat menyunggingkan senyum menggoda.
.....................
Anna mulai bosan karena seharian hanya berdiam diri dikamar Noah. Setelah makan siang bersama, Noah memilih berada diruang kerjanya agar Anna bisa beristirahat dengan nyaman.
Anna keluar dari kamar lalu berjalan mengelilingi lantai dua rumah Noah. Dari jendela Anna melihat bagian belakang rumah dikelilingi halaman yang sangat luas bahkan ia tidak bisa menemukan rumah lain disekitarnya.
Kolam renang dan pepohonan yang rindang menambah kesan sejuk disana, bahkan Anna tampak nyaman memandanginya.
Anna memutuskan untuk turun dan menikmati langsung kesejukan dirumah Noah. Ia duduk dikursi santai memandangi kolam renang didepannya ditemani hembusan angin dan langit sore yang indah.
__ADS_1
Sejak beberapa saat lalu, Noah tampak memperhatikan dibalik jendela. Hatinya selalu bergejolak jika melihat Anna. Ia sangat bingung dengan dirinya yang begitu menginginkan Anna disaat hampir semua wanita rela merangkak bahkan berlutut didepannya demi mendapat perhatiannya.
Bagimu mungkin aku pria yang menakutkan tapi inilah caraku menunjukkan perasaanku.