PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Empati


__ADS_3

( Suara pembawa acara berita di televisi.)


" Beberapa panti asuhan di Los Angeles menerima sumbangan dari anonim dalam jumlah besar secara berkala.


Setelah dilacak oleh white hacker yang sedang mendapat perhatian karena banyak mengungkap fakta-fakta tentang Elnathan Noah ia mengatakan bahwa itu adalah dana yang berasal dari Reynsoft.


Pandangan masyarakat dalam semalam berubah mereka mengatakan bahwa Elnathan Noah mungkin saja malaikat dalam rupa iblis.


Setelah melakukan pendalaman lebih lanjut ia mengatakan bahwa sejak lama Phoenix kelompok yang terorganisir itu tidak lagi melakukan kejahatan-kejahatan yang merugikan negara atau masyarakat dan hal ini mungkin berkaitan dengan Elnathan Noah sebagai orang yang diduga adalah pemimpinnya."


Suasana gaduh terjadi didalam penjara mereka cukup terkesan dengan pemberitaan tentang Noah. Namun berbeda dengan Noah ia seperti tidak peduli dengan hal itu. Ia sedang berpikir siapa orang yang membocorkan rahasia itu sehingga diketahui oleh semua orang.


Beberapa minggu berlalu dan tibalah saatnya persidangan pertama Noah digelar. Persidangan itu menarik banyak perhatian masyarakat sehingga salah satu chanel berita setempat berkesempatan untuk meliputnya secara eksklusif.


Sidang resmi dibuka secara umum dan diawali dengan pembacaan agenda sidang selanjutnya majelis hakim memanggil terdakwa agar masuk diruang persidangan.


Noah tiba dan menjadi pusat perhatian. Saat melihat ternyata keluarganya hadir disana beserta Michael.


Noah melemparkan senyum pada mereka yang dibalas kekhawatiran Julia dan Laura.


Penuntut umum mulai membacakan dakwaannya, Noah beserta tim hukumnya mendengarkan dengan seksama. Segala bukti-bukti kejahatan yang diterima polisipun ikut dihadirkan. Persidangan yang memakan waktu hingga berjam-jam itu berjalan dengan lancar dan akan dilanjutkan beberapa waktu yang akan datang untuk memeriksa para saksi.


Masyarakat mulai berempati pada Noah sejak beritanya mencuat. Kini mereka tahu bahwa ia hanyalah kambing hitam dari segala kejahatan ayahnya. Namun hukum harus tetap berjalan dan ia tetap menerima dengan lapang dada segala tuntutan padanya.


Banyak dari mereka yang menyuarakan agar tuntutan pada Noah diperingan. Terlebih kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu, anak-anak yang terlantar dan segala kebaikan-kebaikannya membantu para penegak hukum untuk menangkap penjahat yang lebih merugikan negara dan masyarakat.


Edward tersenyum puas melihat dukungan untuk Noah dan bukan hal yang tidak mungkin jika Noah akhirnya bisa dibebaskan.

__ADS_1


Edward yang sedang fokus diruang kerjanya tiba-tiba dikejutkan oleh seorang rekan seprofesinya yang menerobos masuk ruangannya.


" Apa kau tidak tahu cara mengetuk pintu?."


" Haaah.. Edward Lee. Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan. Jadi benar kau membantu penjahat kelas kakap seperti Elnathan Noah. Bagaimana perasaan ayahmu jika dia tahu."


" Bukan urusanmu. Sebaiknya kau pergi aku sibuk."


" Apa-apaan ini. Sejak kapan seorang polisi bisa bersahabat dengan penjahatnya."


Andreas adalah rekan sekantor Edward yang sejak awal memang tidak menyukainya. Ia sering mendiskriminasi Edward karena ayahnya yang dipenjara namun ia tidak terlalu mempedulikannya.


" Andreas, jika kau tidak punya apa-apa lagi untuk membuatku terlihat buruk didepan semua orang sebaiknya kau berhenti."


Andreas hanya tersenyum miring pada Edward.


" Memang apa yang kusembunyikan?."


" Kau tunggu saja sampai waktunya tiba."


Ancaman Edward cukup membuat Andreas menjadi gelisah. Tidak disangka Edward yang dulu hanya anak bawang itu mulai memperlihatkan taringnya.


Sepeninggal Andreas, Edward kembali fokus pada pekerjaannya.


" Dalam sidang berikutnya aku bisa memastikan kalau Noah bisa memimpin tapi hakim ketua terkenal tegas dan tidak mengenal ampun. Apa yang sebaiknya aku lakukan untuk meyakinkan dia?."


Edward teringat sesuatu ia lalu pergi meninggalkan kantornya. Rumah pribadi hakim yang menangani kasus Noah adalah tujuannya.

__ADS_1


" Selamat sore, pak."


" Edward Lee.. masuklah."


Hakim itu sangat ramah terhadap Edward berbeda sekali dengan reputasinya yang dikenal banyak orang.


" Sudah lama kita tidak bertemu diluar pekerjaan, ya."


" Iya anda benar. Maaf saya baru bisa berkunjung sekarang."


" Tidak apa-apa, aku bisa mengerti kesibukanmu. Jika kau sampai mengunjungiku seperti ini pasti ada hal penting yang ingin kau katakan."


Edward terdiam selama beberapa saat. Ia merasa tidak enak sebenarnya berhadapan langsung dengan seorang hakim agung yang terhormat.


" Saya ingin berdiskusi mengenai kasus Elnathan Noah."


" Oh, diluar dugaan sekali. Memang apa yang ingin kau diskusikan denganku?."


" Begini, apa mungkin kasus ini bisa diselesaikan tanpa dia harus dipenjara. Anda tahu sendiri dia hanya merasa bersalah dan ingin mengambil hukuman yang seharusnya untuk ayahnya."


" Edward, sejujurnya melihatnya berada di depanku sebagai terdakwa membuatku ingin menjebloskannya ke penjara seumur hidup bila perlu. Terlebih karena yang ia perbuat kepada ayahmu yang aku hormati secara tidak langsung dia mempermainkan hukum yang kita buat sendiri. Itu penghinaan besar untuk kita semua."


" Saya mengerti betul, pak. Tapi ada hal yang harus anda lihat dari sudut pandang lain mengenai Elnathan Noah. Dia tidak menginginkannya menjadi penjahat maka dari itu dia berbeda dari Jeffrey."


" Aku mengerti apa yang coba kau katakan. Meskipun dia dibelakang melakukan kebaikan tapi dia tetap harus membayar yang sudah dia lakukan. Aku tidak peduli dengan opini masyarakat yang menjadi tugasku adalah menghukumnya sesuai hukum yang berlaku."


Edward menghela nafas panjang sepertinya ia gagal meyakinkan hakim itu untuk merubah pandangannya terhadap Noah. Kini ia harus memikirkan strategi lain untuk membantunya.

__ADS_1


__ADS_2