
Anna keluar dari galeri tempatnya bekerja setelah menyelesaikan jam kerjanya. Namun dari seberang jalan mobil seseorang membunyikan klaksonnya dan itu adalah Aaron yang sudah menunggunya.
Anna kembali berbalik setelah tahu Aaron keluar dari mobilnya dan menghampirinya.
" Hei.. kau tidak bilang akan datang. Apa sudah menunggu lama?."
" Tidak. Belum satu jam aku disini."
" Kenapa tidak masuk saja. Kalau kau bilang akan kemari aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat."
" Aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu, lagipula menunggu berapa lama pun bukan masalah untukku asal aku bisa bertemu denganmu."
" Haha.. itu kata-kata orang gombal kau membuatku merinding mendengarnya."
" Apa? tidak.. aku sungguh-sungguh mengatakannya."
" Baiklah.. aku akan mempercayainya."
__ADS_1
ucap Anna namun masih dengan menahan tawanya.
" Kau mau berjalan-jalan sebentar denganku?. Ada yang ingin aku tunjukkan padamu."
Ajak Aaron yang diangguki Anna. Keduanya lalu berjalan sambil bergandengan tangan.
Pertemuan singkatnya dengan Aaron tidak disangka akan membawa Anna pada hubungan yang lebih serius dengannya. Entah perasaan apa yang terjadi padanya namun meskipun baru bertemu, Anna merasa sudah sangat mengenal Aaron untuk waktu yang lama. Dan begitupun dengan Aaron yang sudah sangat mengenal Anna meski tidak banyak hal tentangnya yang ia ceritakan padanya.
Terkadang Anna berfikir apakah Aaron sudah ada di bagian ingatannya yang hilang ia ingin memastikan hal itu dan akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya padanya.
" Aaron, apa benar kau baru pertama kali bertemu denganku baru-baru ini? Karena entah mengapa aku merasa kita sudah saling mengenal untuk waktu yang lama."
" Itu mungkin karena aku mirip dengan pria dimasa lalumu yang tidak kau ingat."
" Begitukah? Akan sangat menyenangkan kalau saja aku bisa mengingat kembali saat-saat yang hilang dari hidupku itu."
" JANGAN."
__ADS_1
Aaron mengehentikan langkahnya tiba-tiba membuat Anna yang sedang ia genggam pun berhenti mendadak.
" Kenangan yang hilang itu mungkin saja adalah saat-saat dimana kau banyak menderita dan ada banyak orang yang pernah menyakitimu. Kau harusnya bersyukur karena melupakannya dan bisa membuat kenangan baru yang lebih indah untuk diingat."
Mata Aaron terlihat bergetar saat mengatakan hal itu membuat Anna sedikit bingung. Namun ia mengerti maksud ucapannya lalu Anna menangkup wajah Aaron yang tertunduk.
" Terimakasih sudah mengatakan itu, Aaron. Kau benar aku harusnya hidup untuk sekarang dan masa depan, dan aku ingin kau menjadi bagian dari kenangan baru itu.
" Iya, dan aku akan memastikan hanya kenangan indah yang akan kau dapatkan mulai sekarang. Nah, dan ini yang ingin aku tunjukkan padamu."
Aaron menunjuk sebuah gedung didepan mereka. Bangunan itu terlihat berbeda dari bangunan disekitarnya karena sudah melewati tahap renovasi sehingga lebih segar dan modern.
" Ini hotel yang akan aku kelola kedepannya. Tidak semewah dan sebagus milik orang lain tapi ini bisnis yang cukup menjanjikan."
" Wow.. ini keren sekali. Aku tidak tahu kau memulai bisnis ini hanya dalam waktu dekat. Kau benar-benar pebisnis handal sepertinya."
" Ini karena aku sudah jatuh cinta pada tempat ini dan tidak ingin kehilangan kesempatan. Aku tidak berpikir akan kembali ke tempat asalku apalagi setelah menemukanmu disini. Anna, ini mungkin terlalu cepat tapi aku benar-benar tidak bisa bersabar lagi. Maukah kau menikah denganku dan memulai segalanya dari awal denganku?."
__ADS_1
Anna tertegun melihat kesungguhan kata-kata Aaron. Awalnya ia bimbang namun saat ia menanyakan hatinya kembali inilah yang juga ia inginkan. Anna akhirnya menyetujuinya dengan hati yang berbunga-bunga. Begitupun dengan Aaron untuk yang kedua kalinya ia berhasil mendapatkan hati Anna kembali meskipun yang sebelumnya Noah yang pertama kali memilikinya.