
Baku tembak Noah dengan orang-orang yang mengejarnya masih berlangsung. Anna masih berusaha mengemudi sebaik dan secepat mungkin.
Jarak mobil mereka cukup jauh dan Noah sedikit lega. Baru ia menurunkan senjatanya tiba-tiba ban mobilnya pecah.
Anna sekuat tenaga mengendalikan kemudinya agar mereka tidak menabrak atau terbalik dan beruntung ia berhasil.
Noah menuntun Anna untuk segera pergi dari sana dan benar saja orang-orang itu masih mengejarnya. Mereka berlari masuk ke sebuah gedung tua dan bersembunyi disana.
" Apa mereka masih mengejar kita?".
Tanya Anna dengan nafas tersenggal.
" Iya, tapi kau tenang saja Victor akan segera kemari."
" Siapa mereka?."
" Musuhku terlalu banyak jadi aku tidak mengenali mereka satu per satu."
Anna sedikit menganga karena ucapan Noah.
Drap. Suara langkah kaki seseorang sedang mendekat. Noah lalu menarik Anna agar berada dipojok ruangan dan ia sendiri berada didepannya dengan menutup mulut Anna.
" Ssstt.. "
Tubuh mereka saling menempel sehingga Anna bisa mendengar detak jantung Noah yang sangat kencang. Anna menengadah untuk melihat wajah Noah dan itu membuatnya sedikit tenang.
Setelah beberapa saat terdengar gaduh dari luar bangunan dan ternyata anak buah Noah sedang terlibat perkelahian dengan orang-orang itu. Noah lalu menuntun kembali Anna dan mengintip dari balik dinding.
Anak buah Noah memang kalah jumlah tapi keahlian bela diri mereka tidak bisa diragukan lagi.
Anna yang sejak tadi ketakutan terus menggenggam tangan Noah. Disaat perhatian musuh Noah teralihkan, Noah berencana pergi membawa Anna dari sana.
" Anna, kita akan menuju mobil itu. Dalam hitungan 3 kita harus berlari."
Anna mengangguk tanda mengerti.
" Oke, satu...du.."
Belum selesai Noah menghitung, Anna berlari lebih dulu meninggalkan Noah yang bingung namun ia segera menyusulnya.
Mereka sampai bersamaan di salah satu mobil anak buah Noah. Noah langsung tancap gas meninggalkan tempat itu karena tahu anak buahnya sudah melumpuhkan semua musuhnya.
Anna menghirup nafas dalam-dalam sambil mengusap dadanya. Kedua kalinya ia mengalami kejadian paling menegangkan dalam hidupnya setelah sebelumnya ia pernah diculik dan hampir dibunuh.
__ADS_1
" Anna, apa kau tidak bisa berhitung?".
" Hah?".
" Kubilang kita akan berlari saat hitungan tiga ."
" Maafkan aku Noah, aku sangat ketakutan dan ingin segera pergi dari sana."
" Aku hanya bercanda. Syukurlah kita bisa lolos dari mereka. "
Beberapa jam kemudian, Victor anak buah kepercayaan Noah mendatanginya untuk melapor.
" Orang-orang tadi adalah anak buah pengacara Oliver. Mereka ingin membalas dendam karena kita sudah mengagalkan rencananya dan memenjarakan ayahnya."
" Oliver.. Dia pendendam juga ternyata. Aku tidak suka orang yang korup dan mengambil hak orang lain. Itu balasan yang setimpal untuknya jika menjadi orang yang serakah."
" Lalu apa rencana anda selanjutnya."
" Kita beri dia pelajaran yang akan membuat dia menyesal karena sudah mengusikku."
Tanpa Noah sadari sejak tadi Anna mendengarkan dibalik pintu. Meskipun ia tidak mengerti apa yang dibicarakan Noah dan Victor tapi ia yakin Noah telah melakukan sesuatu kepada orang-orang yang menjadi musuhnya.
Rasa penasaran Anna yang tinggi membuatnya ingin mencari tahu siapa orang yang dimaksud Noah dan terlibat dengan kejadian tadi. Samar-samar ia mendengar Noah menyebut nama pengacara Oliver ia pun mencari nama itu di internet.
" Dia kan pengacara terkenal itu, ayahnya adalah pejabat politik yang ditangkap karena penggelapan dana yayasan panti asuhan di Los Angeles. Jadi Noah yang memenjarakan orang ini.."
Saat itulah Noah tiba-tiba masuk, Anna yang terkejut spontan menutup laptop ditangannya.
" Kau sedang apa? Belum tidur?".
Tanya Noah.
" Hanya mengecek beberapa e-mail. Aku menunggumu."
Noah mendekat lalu duduk disamping Anna. Ia membelai rambutnya dan mencium keningnya.
" Tidurlah kau pasti lelah."
" Aku belum mengantuk. Noah, apa aku boleh bertanya sesuatu?".
" Apa yang ingin kau tahu?".
" Apa kau selalu hidup seperti ini? Banyak orang yang mengincar nyawamu apa kau tidak takut."
__ADS_1
" Aku tahu kekhawatiranmu tapi aku sudah terbiasa dengan hal itu. Apa kau menyesal hidup bersamaku atau merasa hidupmu terancam?".
" Tidak. Sebelum aku menerimamu aku sudah mempertimbangkan hal ini. Aku tidak akan menyesal karena bersamamu."
Noah terkesima dengan ucapan Anna, pertama kalinya seorang wanita mampu menggetarkan hatinya.
" Terima kasih Anna, maaf kau harus mendapat hal-hal buruk karena aku."
" Setidaknya hidupku yang membosankan sekarang penuh tantangan. Aku akan berusaha menikmatinya."
Noah tertawa kecil mendengarnya.
" Sekarang ayo kita tidur. "
Anna mengangguk dengan senyuman diwajahnya. Keduanya lalu berbaring dengan Noah memeluknya. Hingga terdengar dengkuran halus dari Noah, Anna belum juga menutup matanya. Ia masih terus memperhatikan wajah Noah.
Aku merasa kau masih menyembunyikan dirimu yang sebenarnya.
Elnathan Noah
Brianna Alexandra
Joey Hamilton
Samuel Hamilton
Alexavier Calvin
Edward Lee
Adrian Smith
__ADS_1
Visual karakter hanya berdasar pemikiran dan kesukaan author dengan para public figure diatas.😘😘