
Noah bersiap dengan setelan kemeja hitam miliknya. Tak lupa ia pun mencukur kumis dan janggutnya agar terlihat lebih segar dan rapi. Hari itu adalah hari spesial baginya karena sebentar lagi ia akan menghirup udara kebebasannya.
Noah dipersilahkan keluar dari penjara oleh penjaga dimana keluarganya sudah menunggu untuk menyambutnya.
Laura yang sejak tadi berdiri dengan gelisah segera berlari saat sosok Noah terlihat olehnya.
" Kakak.."
Noah membalas pelukan Laura yang kini sudah menjelma menjadi wanita dewasa sejak terakhir Noah melihatnya langsung.
Julia yang berjalan santai dibelakang ditemani oleh Stephen pun langsung memberi pelukan selamat datang pada Noah setelah ia menyelesaikan hukumannya.
Mereka berbincang sebentar sebelum Noah menyadari Edward pun datang dihari pertama kebebasannya.
Edward yang berdiri bersandar pada mobilnya mengangkat tangannya saat Noah melihat ke arahnya
" Sebentar."
Noah lalu meninggalkan keluarganya dan pergi menghampiri Edward.
" Selamat atas kebebasanmu, Noah."
" Terima kasih. Entah harus berapa kali aku harus mengatakan itu padamu."
" Aku tidak akan bisa lama disini. Jadi aku kemari hanya ingin memberikanmu ini."
__ADS_1
Edward menyodorkan sebuah kartu pada Noah.
" Apa ini?."
" Kartu identitasmu yang asli."
Noah sedikit bingung namun saat ia membaca nama yang tertera disana ia menatap Edward dengan sedikit tidak percaya.
" Aaron Gamaliel Davis, senang bertemu denganmu."
Edward mengulurkan tangannya yang disambut dengan suka cita oleh Noah.
....
Perjalanan dari rumahnya ke pusat kota memakan waktu hampir 1 jam dan itupun jika ia tidak tepat waktu maka ia akan melewatkan bis terakhir.
Anna yang melewati sebuah toko buku berhenti sejenak. Ia lalu memeriksa jam tangannya.
" Masih ada waktu 30 menit sebelum bis terakhir."
Anna lalu masuk kesana dan disambut oleh sang pemilik.
" Selamat datang, ada yang bisa saya bantu."
__ADS_1
" Saya ingin membeli peralatan lukis."
" Silahkan anda ke lorong yang dipojok sana."
Anna mengangguk dan segera menuju arah yang ditunjukan oleh pemilik toko itu.
Saat sedang fokus memilih-milih tiba-tiba seorang pelanggan yang lain pun datang.
Sama seperti tadi pemilik toko menyambutnya dengan hangat.
" Ada yang bisa saya bantu?."
" Saya.. saya ingin membeli buku untuk hadiah."
Suara pria yang baru saja datang mengundang rasa penasaran Anna. Ia lalu menoleh ke arahnya tapi pria itu sedang menghadap pada pemilik toko jadi ia hanya bisa melihat punggungnya.
Anna lalu selesai dengan barang pilihannya dan menuju kasir. Lagi-lagi sosok pria yang berada di toko buku yang sama dengannya itu mengundang perhatiannya.
Anna yang sedang menunggu barangnya dihitung melirik sejenak dan kini ia bisa melihat sosoknya dari samping meskipun tidak terlalu jelas.
Anna selesai membayar dan keluar dari toko melanjutkan perjalanannya ke halte bis.
Bis terakhir datang tak lama sejak ia menunggu dan Anna beruntung karena masih mendapatkan tempat duduk.
Saat bis mulai bergerak maju Anna menoleh kearah jendela bis ia hampir tak mempercayai pandangannya karena ia kembali melihat pria yang dilihatnya di toko buku. Ia pikir pria itu akan menaiki bis yang sama dengannya namun ternyata ia berbalik saat bis meninggalkan halte.
__ADS_1
Ada sesuatu yang menggangu pikirannya sejak ia melihat pria itu. Aroma parfum yang dipakainya entah kenapa ia merasa sangat familiar.
" Mungkin orang yang mendatangi galeri memakai cologne yang sama jadi aku merasa seperti mengenal aroma itu." gumamnya pelan.