PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Keraguan


__ADS_3

Flash Back:


" Kau sudah mendapatkan semua informasi wanita ini? Kerja bagus."


Ucap Noah pada orang kepercayaannya. Ia lalu membalik lembar demi lembar informasi yang didapatnya.


" Laki-laki ini sepertinya tidak asing."


Noah menunjuk sebuah foto yang mana adalah foto ayah Anna, Michael.


" Setelah saya selidiki, ternyata dia mantan orang kepercayaan ayah anda."


" Kau benar, aku pernah melihatnya difoto lama ayahku. Jadi dia mengenal keluargaku dengan baik. Sangat menarik.. Apa yang akan dia pikirkan tentang aku."


Mengetahui fakta bahwa ayah angkat Anna adalah mantan mafia, Noah menyunggingkan senyum senang. Ia seperti mendapat tantangan baru dalam usahanya mendekati Anna.


" Cari tahu lebih rinci alasan dia keluar dari kelompok kita."


Ucapan Noah diangguki anak buahnya lalu ia keluar dari ruangan Noah.


Flash Back Of.


Tingnong..(suara bel).


Anna heran karena tidak biasanya ada orang yang datang kerumah Noah.


Ini kan masih siang tidak mungkin Noah sudah pulang. Batin Anna.


Ia lalu berjalan menuju pintu, setelah melihat orang yang datang ternyata seorang wanita.


Siapa dia apa aku harus bukakan pintu.


Melihat gelagat Anna yang tidak kunjung membukakan pintu, tamu wanita itu berbalik.


" Aku Joey, tolong buka pintunya."


Melihat Joey yang datang, Anna semakin gugup karena sikapnya beberapa waktu lalu seperti tidak menyukainya.


Ceklek. Pintu terbuka dan Joey langsung masuk begitu saja.


" Nona Joey, ada keperluan apa anda kemari. Noah bukannya ada dikantor."


" Aku datang untuk menemuimu."

__ADS_1


Seringai indah ia keluarkan berbeda dengan sikapnya dulu.


" Anna.. Aku sangat kasihan padamu. Sebagai sesama wanita aku tidak ingin kau mengalami hal buruk karena Noah."


" Apa maksudmu, Joey."


" Begini, aku sangat mengenal Noah baik sebagai bos ataupun teman dekat. Harga diri baginya adalah segalanya. Kau tahu kan kau wanita pertama yang terang-terangan menolaknya jadi dia akan menggunakan berbagai cara agar kau bertekuk lutut padanya."


" Tidak mungkin Noah... " Anna menjeda ucapannya.


" Kau mungkin belum tahu bahwa kau bukan satu-satunya wanita yang pernah tinggal disini. Wanita Noah sudah tak terhitung yang ia ajak tinggal bersama."


Senyum licik Joey mengembang saat melihat keraguan diwajah Anna.


" Maka dari itu aku menyarankan sebaiknya kau pergi dari sini sebelum Noah berbuat sesuatu yang akan merugikanmu karena dia orang yang akan melakukan apapun demi keinginannya tercapai, dan aku tahu kau wanita baik-baik.


Aku tidak ingin kau menjadi korban Noah selanjutnya yang dia buang setelah dia puas bermain-main. Anna.. Kau bukan wanita bodoh seperti semua wanita Noah, kan?."


Ucap Joey sambil memegangi tangan Anna berusaha meyakinkannya. Setelah berkata buruk tentang Noah, Joey berpamitan meninggalkan Anna yang berdiri mematung dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya.


Apa benar aku ini terlalu bodoh karena percaya pada orang seperti Noah.


Anna kemudian mengingat kembali momen-momen bersama Noah yang mereka lewatkan. Anna merasa Noah sangat berbeda dengan sosok yang pertama kali ia temui. Sudah tiga minggu ia tinggal bersamanya dan Noah sangat menunjukan perhatian dan juga kelembutan untuknya hingga Anna merasa dirinya sangat spesial dimata Noah.


Rasa marah dan kecewa tiba-tiba memenuhi hatinya. Ia sudah termakan oleh ucapan Joey hingga ia berencana melepaskan diri dari Noah.


Lama sekali Anna berpikir hingga tanpa sadar malam sudah menjelang dan Noah tiba dirumahnya.


Ia melihat-lihat kesemua tempat tapi Anna tidak terlihat. Biasanya ia akan berada diruang keluarga menonton acara televisi kesukaannya.


Noah naik kelantai dua mencari ke kamar Anna namun ia tidak disana. Terakhir ia membuka pintu kamarnya dan terkejut Anna sedang duduk diranjangnya.


Anna menoleh dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


" Anna.. Kenapa kau ada disini."


" Apa aku tidak boleh disini."


" Bukan, hanya tidak biasanya kau masuk ke kamarku."


" Hhhmm.. Aku hanya sedang memikirkan berapa banyak wanita yang kau bawa ke ranjang ini. Apa mungkin aku akan menjadi salah satunya."


Ucap Anna dengan senyum miringnya. Mendengar perkataan aneh Anna, Noah terheran hingga ia menyipitkan matanya.

__ADS_1


" Anna, kau kenapa?."


" Kenapa katamu? Aku sudah tahu orang seperti apa dirimu tapi dengan bodohnya aku mempercayaimu hanya karena kau bersikap baik padaku sekarang."


" Anna, apa maksud perkataanmu?."


Anna bangun dari duduknya lalu mendekat hingga ia dan Noah berhadapan langsung.


" Maksudku adalah kau ingin balas dendam padaku karena aku satu-satunya wanita yang melukai harga dirimu, kan?"


Tidak ada jawaban dari Noah ia hanya menatap Anna dengan wajah dinginnya.


" Kalau yang kau inginkan adalah tubuhku, lakukan sekarang. Asal kau melepaskanku setelah itu. "


Dengan mata berkaca-kaca tidak disangka Anna tiba-tiba menarik bajunya hingga beberapa kancingnya terlepas dan menampakkan dadanya yang terbuka. Wajah Noah tiba-tiba memerah pertanda kemarahannya datang.


" Apa yang kau lakukan, Anna."


Anna semakin mendekat lalu ia mencium bibir Noah namun ciuman itu tidak dibalas olehnya. Dengan air mata yang berlinang Anna merasa dirinya sudah menjadi wanita murahan tidak ada bedanya dengan wanita Noah yang lain pikirnya.


Dengan kemarahan yang memuncak, Noah lalu mencengkram kedua lengan Anna dan ia melemparkan tubuhnya ke ranjang.


Anna mulai panik saat melihat Noah dengan gerakan cepat melonggarkan dasinya dan melemparkannya sembarangan. Ia juga membuka beberapa kancing atas kemejanya dan tidak lupa ikat pinggangnya ia lepaskan.


Anna beringsut menjauh namun terlambat Noah menarik kakinya lalu menindihnya dengan tubuh kekarnya. Anna melihat mata Noah sangat gelap penuh dengan kemarahan dan juga hasrat yang menggebu.


Ia hanya bisa pasrah saat Noah mengunci kedua tangannya diatas kepalanya dan Noah mencium bibir Anna dengan kasar.


Ciuman itu berlanjut ke leher Anna dan Noah meninggalkan beberapa kissmark disana.


Anna mulai menyesali tindakannya saat Noah mulai bermain diatas tubuhnya, hingga akhirnya tangisan Anna tidak bisa ia tahan.


" HENTIKAN.. NOAH..!"


Teriakan Anna seperti tidak didengar oleh Noah. Namun tiba-tiba Noah merasa tubuh Anna bergetar ketakutan dan suara lirihnya menghentikan aksinya.


" Kumohon, berhenti Noah.."


Rasa bersalah muncul dihati Noah, meskipun Anna yang memulai.


Ia lalu bangkit dari tubuh Anna dan keluar dengan membanting pintu kamarnya.


Anna yang masih menangis sesegukan mulai menyesali tindakannya. Ia berbaring menyamping memeluk dirinya sendiri karena merasa bodoh. Dalam lubuk hatinya ia ingin sekali percaya padanya namun masih ada keraguan terselip disana.

__ADS_1


__ADS_2