PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Orang Yang Menakutkan


__ADS_3

Anna kini berada di dalam mobil Noah, duduk disampingnya dengan sedikit gugup.


Ia ingin bertanya kemana Noah akan membawanya karena sejak tadi mereka tak kunjung sampai.


Belum sempat ia buka suara Noah menepikan mobilnya disebuah cafe.


" Tunggu sebentar biar aku yang memesan."


Perkataan Noah diangguki Anna yang duduk dengan tidak nyaman. Beberapa orang terlihat memperhatikannya, meskipun itu hal yang biasa baginya namun berbeda kali ini ia menjadi pusat perhatian karena bersama seorang pria pengusaha terkenal dikota nya.


Noah datang dengan dua gelas kopi yang dibawanya ia lalu meletakkan satu didepan Anna dan satu lagi didepannya.


" Terima kasih, tuan."


" Tidak perlu sungkan. Kau bisa memanggilku Noah saja."


" Mana bisa saya seperti itu, tuan."


" Tentu kau bisa jika aku yang mengatakannya."


" Baiklah, N-Noah."


Anna berkata dengan sedikit ragu membuat Noah tersenyum karena sikapnya yang kikuk.


" Tuan, maksud saya Noah apa saya harus melanjutkan penjelasan tadi mengenai... "


" Tidak perlu, aku ingin kita membahas hal lain."


" Maaf?."

__ADS_1


Noah kini menatap lurus dan dalam mata Anna yang masih penuh kebingungan.


" Anna, sejak pertama melihatmu kau sangat menarik dimataku. Aku ingin kau menjadi wanitaku."


Anna terpaku mendengar hal itu, ia pun memberanikan diri menatap mata Noah untuk mencari tahu maksud perkataannya.


" Tuan Noah, saya menghargai penilaian anda terhadap saya tapi anda belum mengenal saya dengan baik jadi bagaimana mungkin anda meminta saya menjadi kekasih."


" Aku tidak menanyai pendapatmu, tapi aku akan membuatmu tidak mempunyai pilihan. Tidak sulit bagiku mencari informasi pribadi seseorang jadi aku sudah tahu semua hal tentangmu."


" Maksud anda apa. Saya ingin menegaskan bahwa saya sudah memiliki kekasih."


Mendengar itu Noah tertawa, Anna menjadi kesal karena merasa diejek olehnya.


" Apa orang yang kau maksud pemilik toko tempatmu bekerja? Kau belum menerimanya jadi aku masih memiliki kesempatan, kan."


" Aku bisa pastikan kau akan lebih memilihku, dan mungkin kau belum tahu bahwa aku bisa menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku."


Anna semakin terpancing emosi oleh perkataan Noah dan terus saja menyunggingkan senyum.


Ia semakin tidak percaya dengan laki-laki didepannya sifatnya sungguh mengejutkan bahkan Anna sedikit takut padanya.


" Jika anda hanya akan bicara omong kosong saya akan pergi sekarang."


Anna bersiap bangun dari kursinya namun Noah menahan tangannya.


" Pikirkan baik-baik Anna, tidak pernah ada wanita yang menolakku kau tahu kan siapa aku. Aku bisa mengabulkan semua keinginanmu jadi kau tidak perlu bekerja ditoko kecil seperti itu."


" Maaf tuan Noah yang terhormat sepertinya kau sudah salah menilaiku. Aku tidak peduli siapapun kau tapi dimataku kau tidak lebih dari pria arrogan. Terima kasih untuk waktu anda."

__ADS_1


Anna pergi begitu saja meninggalkan Noah yang masih menatap kepergiannya dengan senyum khas nya.


Gadis yang sangat menarik.


🍃🍃🍃🍃


Anna kembali ke tempat kerjanya dengan lesu. Terlihat jelas ia sangat marah Anna membanting tasnya dengan kasar hingga mengejutkan beberapa rekan kerjanya.


" Kau kenapa? Apa semua berjalan lancar?."


Ucap Michelle saat menyadari raut wajah Anna yang berbeda.


" Tidak."


Jawab Anna sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing.


" Michelle, sepertinya aku akan pulang duluan. Kau bisa kan menggantikanku menutup toko ini."


" Baiklah. Anna, jangan terlalu memikirkan masalah ini aku yakin pak Adrian akan mengerti."


Michelle mencoba menghibur Anna karena sebagai sahabat ia tahu Anna sangat berusaha keras demi Adrian.


" Iya. Terima kasih Michelle aku pergi dulu."


Setelah memberikan kunci toko Anna kembali menyambar tas nya lalu berpamitan kepada rekan kerjanya. Perkataan Noah terus saja menghantui pikirannya ia sangat takut jika terjadi apa-apa padanya atau Adrian.


Bagaimana bisa dia tahu semua hal tentangku.


Orang itu sangat menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2