
Dihari yang dijanjikan Anna menuju Reynsoft dengan diantar Adrian.
Melihat megahnya gedung perusahaan itu membuat Anna semakin gugup. Ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan standar Reynsoft tentunya.
Saat sampai dipintu lobby seorang petugas keamanan membukakan pintu untuknya dan menunjukkan arah tujuan Anna.
Resepsionis memintanya untuk menunggu setelah Anna mengatakan keperluannya dan tidak lama seorang pria datang menghampirinya.
" Nona Brianna, mari ikut saya tuan Noah sudah menunggu anda."
Anna masih belum menangkap maksud pria itu, ia yang terlihat bingung akhirnya bertanya.
" Maaf tuan, maksud anda tuan Noah presdir perusahaan ini?."
" Iya benar, nona."
Anna membelalakkan matanya, ia pikir ia akan meeting dengan bagian public relations atau perwakilannya.
" Silahkan ke arah sini."
Anna dengan berat hati mengikuti pria yang merupakan asisten Noah itu.
Mengapa seorang presdir mau repot-repot mengurusi hal sepele begini.
Anna tenggelam dengan pikirannya hingga ia disadarkan oleh bunyi lift yang berhenti dilantai paling tinggi gedung itu.
Anna mengeratkan tangannya yang membawa tas berisi materi presentasinya setelah meyakinkan diri ia pun melangkah dengan percaya diri.
Joey yang sudah tahu kehadirannya segera berdiri dari duduknya, ia sejenak menatap Anna dari atas sampai bawah.
Jadi benar dia wanita itu.
__ADS_1
Tatapannya yang tajam membuat Anna tidak nyaman, namun setelah itu Joey langsung merubah mimik wajahnya menjadi sedikit ramah.
" Nona Brianna, mari saya antar menemui presdir."
Anna kini mengikuti Joey masuk kedalam sebuah ruangan. Terlihat Noah sedang berdiri bersandar pada sudut mejanya seperti ia sudah menantikan kedatangan Anna.
Untuk beberapa saat Anna begitu terpana oleh pesona Noah namun ia segera mengembalikan kesadarannya.
" Tuan, nona Brianna dari Eternal Jewelry...."
" Aku tahu kau bisa keluar sekarang, Joey."
" Baik."
Joey berbalik namun sebelum keluar ia sempat melirik Anna dengan tatapan tidak suka dan itu disadari olehnya. Anna bingung mengapa Joey melihatnya seperti musuh namun itu tidak ia pikirkan karena tujuan utamanya adalah menemui Noah.
" Selamat siang, tuan. Perkenalkan nama saya Brianna."
Anna mulai merasa canggung karena ia terus saja ditatap olehnya.
" Tuan.. "
" Duduklah."
Anna yang berdiri segera menuju sofa didepannya menyusul Noah yang sudah lebih dulu duduk.
" Baik tuan, saya akan langsung menjelaskan beberapa desain yang kami tawarkan. Pertama..."
Hampir 20 menit Anna berbicara tanpa henti, ia menjelaskan dengan terperinci semua hal yang sudah ia dan Adrian siapkan. Anna menunggu jawaban Noah namun ia hanya diam dan untuk kesekian kalinya Anna bertanya.
" Tuan, bagaimana menurut anda? Jika ada permintaan khusus kami akan siap membantu."
__ADS_1
" Ah, yang akan memutuskan bukan aku tapi orang lain dari tim pelaksana event."
" Apa? Tapi asisten anda bilang saya akan meeting dengan anda."
" Iya, tapi bukan untuk membahas desain, reward atau apa yang kau jelaskan tadi. "
" Saya tidak mengerti, tuan. Lalu anda mengundang saya kemari untuk apa?."
" Untuk melihatmu lebih dekat."
Noah menopang dagu dengan tangannya yang berada dilengan sofa memandang kebingungan diwajah Anna.
" Kalau kau sudah selesai, maukah kau minum kopi bersamaku?."
Lanjut Noah.
" M-Maaf saya tidak bisa, tuan."
" Sayang sekali padahal aku ingin membicarakan kemungkinan kerja sama kita."
Anna tampak berfikir, ia merasa menyesal dengan kata-katanya yang langsung menolak ajakan Noah.
Melihat hal itu Noah tersenyum simpul yang ia sembunyikan dibalik tangannya.
Anna yang berusaha terlihat profesional akhirnya menerima ajakan Noah.
" Joey, aku akan keluar kosongkan jadwalku sampai sore ."
" Baik."
Joey menatap punggung Noah dengan perasaan kecewa. Ia paling tidak suka jika ada wanita yang dekat dengannya.
__ADS_1