PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Kehamilan Tak Terduga


__ADS_3

" Anna.."


Anna menutup wajahnya dengan tangan yang gemetar.


" Pergilah dari sini, Stephen."


" Baik."


" Anna.. kau.."


Noah belum menyelesaikan ucapannya tapi Anna segera mencengkram lengan baju Noah.


" Kau tahu keberadaan ayahku tapi kenapa kau tidak bilang padaku."


Noah tak menunjukkan ekspresi apapun dan ia mencoba melepaskan tangan Anna untuk ia genggam.


" Untuk apa kau mempedulikannya. Apa kau lupa dengan apa yang sudah dia lakukan padamu."


" Tetap saja itu tidak benar, kau seharusnya membiarkan aku tahu kondisinya."


" Dia bukan siapa-siapa lagi bagimu. Tidak ada untungnya kau tahu tentangnya."


" Tapi dia ayahku. Aku berhak tahu semua yang terjadi padanya karena.. karena.."


Anna kehilangan kata-katanya lalu Noah memeluknya agar Anna tidak menjadi emosional.


" Dia baik-baik saja kau tidak perlu khawatir."


Anna hanya bisa menangis di pelukan Noah berat sekali hatinya mengakui bahwa ia merindukan ayahnya. Namun sebenarnya kehangatan sikap Noah lah yang lebih ia rindukan.

__ADS_1


.............


Noah dan Anna sudah mulai terlihat mesra kembali mereka memutuskan untuk berbaikan dan melupakan segala ketegangan diantara mereka. Seperti sekarang ini Noah terus saja bergelayut manja dipunggung Anna yang sedang membuatkan sarapan di dapurnya.


Anna yang sempat bersedih selama beberapa waktu lalu kini kembali menemukan sosok suaminya yang ia rindukan.


Mereka berbagi ciuman selama menunggu roti mereka selesai dipanggang namun Anna merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya.


" Sebentar Aaron, aku ingin ke kamar mandi."


Anna bergegas berlari ke kamar mandi karena tidak tahannya ia dengan rasa mual. Ia hanya memuntahkan cairan dari perutnya karena belum ada makanan yang ia makan saat itu.


Mendadak kepalanya berputar dan ia memutuskan untuk duduk sejenak.


Anna terpikirkan sesuatu membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


Setelah mengumpulkan tenaganya Anna siap untuk keluar dari kamar mandi namun betapa terkejutnya ia saat mendapati Noah sudah berdiri didepan pintu dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


Selama beberapa saat mereka hanya beradu pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Terlebih saat Noah melihat benda ditangan Anna yang ia coba tutupi Noah semakin terlihat kecewa.


Ia berbalik dan menyambar tas kerjanya dengan kasar namun Anna tak diam.


" Aaron dengarkan aku dulu."


Anna memegangi tangannya namun Noah menepisnya hingga Anna hampir kehilangan keseimbangan.


Anna hanya bisa menyaksikan punggung Noah yang semakin menjauh pergi diiringi air matanya yang tak bisa ia bendung lagi.


" Aku harus bagaimana."

__ADS_1


Baru saja ia menyerah dengan mimpinya demi keinginan Noah tapi takdir kembali mempermainkannya.


Sejak hari itu Anna merasakan hari-hari yang menyiksa dirinya kembali. Hubungan yang baru saja diperbaiki kembali retak dan Noah semakin menunjukkan rasa kecewanya pada Anna.


Saat dirumah Noah sering bersikap tempramental bahkan hal-hal kecil yang mengganggunya akan membuat amarahnya meledak.


Jika saja saat mabuk ia tak menyentuh Anna mungkin itu tidak akan terjadi begitu pikirnya jadi ia pun menyalahkan dirinya sendiri.


Anna semakin tidak berani mengajaknya bicara setiap Noah dirumah ia akan berpura-pura tidur atau menghilang dari pandangan Noah takut-takut ia menjadi sasaran amukan Noah.


Anna kini bersembunyi di studionya ia mencoba melukis sebuah gambar dari foto USG miliknya.


Hanya melihat itu membuat Anna bahagia janin yang semakin tumbuh di rahimnya seperti memberikan kekuatan baginya untuk bertahan meskipun ia harus berjuang sendirian.


Anna mengusap perutnya yang masih rata dan menyemangati dirinya sendiri. Meskipun ia mengalami kesulitan di minggu-minggu pertama ia tetap bertekad untuk terus menguatkan hatinya sampai saat nanti mereka berdua bertemu untuk pertama kalinya di dunia.


" Ayahmu hanya butuh sedikit waktu, nak. Mari kita bersabar ya."


Kata-kata itu yang selalu Anna ucapkan saat ia merasa sendirian melewati masa sulitnya.


Karena kantuk dan lelah tak sadar Anna tertidur dengan kuas yang masih di tangannya. Noah perlahan menghampiri dengan tak melepaskan pandangannya pada kanvas didepan Anna.


Hatinya menjadi hangat hingga tak sadar ia tersenyum saat melihatnya. Namun tak lama senyuman itu berganti dengan raut kesedihan terlebih saat ia melihat Anna yang sangat kewalahan dengan kehamilan pertamanya.


Noah baru saja melangkah keluar studio Anna saat ia mendapat pesan dari sebuah nomor.


Ini nomor telepon dokter yang kau cari. Juga aku ingin mengabarkan bahwa Wild Blood sedang diawasi oleh FBI jadi kita hanya tinggal menunggu mereka tamat.


" Ini artinya waktuku disini sebentar lagi."

__ADS_1


__ADS_2