PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Masa Lalu Noah (1)


__ADS_3

Melihat Anna yang sudah tenang, Noah dengan ragu mulai meneruskan ceritanya.


" Aku masih menerima perawatan dirumah sakit saat itu, saat dimana aku bertemu dengan ayahku Jeffrey untuk pertama kalinya."


Flash Back.


" Nak, aku sudah mendengar semua kisah hidupmu dan aku sangat kasihan padamu. Mulai sekarang aku adalah ayahmu, kau sudah aku angkat menjadi anak."


Ucap Jeffrey pada Noah kecil yang saat itu sangat bingung dengan perkataannya.


" Aku tahu kau pasti bingung tapi aku berjanji aku akan memberikan apapun yang kau minta. Kau tahu aku ini sangat kaya raya."


" Tapi tuan, aku masih punya ayah."


" Maaf mengatakan ini tapi ayahmu sudah setuju kau aku angkat sebagai anak."


" Apa dia ada disini? "


" Tidak, dia sudah pergi setelah menyerahkanmu padaku. "


Noah kecil tampak murung setelah mendengar ayahnya pun menelantarkannya. Namun Jeffrey menggunakan kesempatan itu untuk membujuknya.


" Nah, lihat ini apa yang kubawa. Kau pasti menyukainya. "

__ADS_1


" Waaaah.. Mainan ini semua temanku punya kecuali aku. Benar ini untukku?."


Dengan polosnya Noah memeluk hadiah pemberian Jeffrey. Melihat itu Jeffrey tersenyum.


" Aku akan memberikan semua mainan yang kau mau bahkan toko mainannya pun bisa aku belikan untukku."


Noah terhibur dengan rayuan-rayuan Jeffrey. Anak kecil yang polos itu akhirnya mau ikut bersamanya untuk dijadikan anak.


Noah kecil ditempatkan disebuah rumah mewah dimana beberapa pelayan selalu siaga untuk melayaninya. Ia pun disekolahkan di sekolah terbaik disana.


Waktu berlalu tanpa terasa hampir 2 tahun ia menjadi anak dari seorang milyader.


Kehidupan baru yang dimilikinya lambat laun membuatnya percaya bahwa Jeffrey adalah orang yang baik ini dibuktikan dengan kasih sayang yang ia terima dari banyak orang termasuk Jeffrey.


" Iya ayah. Tapi.."


" Tapi apa?."


" Aku sangat kesepian karena kau hanya sebulan sekali mengunjungiku disini."


" Hhhm..kalau begitu apa kau mau tinggal bersamaku?."


Senyum sumringah tampak diwajah Noah yang sekarang berusia 10 tahun itu. Ia membayangkan kehidupan yang sempurna karena bisa memiliki ayah dan ibu.

__ADS_1


Ia mengangguk penuh harap agar Jeffrey serius dengan kata-katanya.


" Tapi ada hal yang harus kau lakukan jika kau ingin tinggal bersama kami. Kau tahu kan istriku, Julia sedang sakit."


" Iya ayah aku sudah tahu."


" Maka dari itu, saat disana kau harus menjadi Elnathan Noah. Anak laki-lakiku yang hilang 2 tahun lalu."


Raut wajah Noah kecil penuh kebingungan. Jeffrey pun akhirnya menjelaskan rencananya selama ini.


" Semejak kehilangan putra istriku sakit-sakitan dan depresi. Jika kau menjadi Noah putra kami maka itu akan sangat baik untuk Julia dan kau pun bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang berlimpah."


Noah masih mencerna perkataan Jeffrey namun dalam hatinya tentu ia ingin sekali memiliki keluarga yang sempurna.


" Lupakan semua yang pernah terjadi padamu, dan orang-orang yang sudah menyakitimu. Masa depanmu adalah segalanya bukan, maka dari itu hiduplah sebagai Elnathan Noah dan kau bisa memiliki segalanya yang mungkin tidak akan pernah bisa kau bayangkan sebelumnya."


" Tapi ayah, bagaimana jika istrimu mengetahuinya."


" Tidak akan, karena kalian memiliki banyak kemiripan dan aku yakin dia tidak akan curiga."


Noah tampak berpikir, melihat hal itu Jeffrey menyunggingkan senyum.


" Kau jangan khawatir, kau hanya perlu mengganti nama dan status menjadi putraku. Jika kau menjadi Noah itu artinya kau bukan lagi anak angkatku tapi kau adalah anak kandungku."

__ADS_1


Memiliki seorang ayah angkat sebaik Jeffrey adalah sebuah anugerah untuknya. Tanpa ada keraguan lagi Noah menyetujuinya dan menaruh harapan untuk ia bisa hidup lebih baik kedepannya.


__ADS_2