
Beberapa hari berlalu sejak Adrian menyatakan cintanya namun Anna belum juga memberikan jawaban. Hal itu membuat Adrian sangat gelisah dan tidak fokus pada pekerjaannya.
Bahkan hal ini disadari oleh para karyawannya yang terlalu peka pada situasi. Sisy dan Michelle teman sekaligus rekan kerja Anna sejak tadi memperhatikannya dengan senyum menggoda. Anna yang merasa sedang diperhatikan oleh mereka akhirnya mulai jengah ia pun menghampiri keduanya.
" Oke, apa yang kalian inginkan dariku?."
Sisy dan Michelle menahan tawa karena Anna terlihat kesal.
" Kami hanya penasaran, apa kau menolak pak Adrian?." ucap Sisy.
Deg. Anna terkejut karena kedua temannya yang biang gosip bisa tahu hal itu.
" T-Tidak, aku tidak menolaknya." Anna terbata menjawabnya.
" Jadi benar pak Adrian menyatakan cinta padamu?." Michelle sangat antusias sampai-sampai Anna menutup mulutnya.
" Ssstt.. Bagaimana kalian bisa tahu?."
" Ya ampun Anna, semua orang sudah tahu kecuali kau. Kami bisa melihat dari cara pak Adrian memperlakukanmu."
" Ku kira dia baik padaku karena aku menerima jabatan ini, kalian tahu kan tidak ada yang bersedia menggantikan posisi store manager disini."
" Kau itu bodoh sekali Anna. Siapapun yang melihat akan tahu kalau bos kita itu menyukaimu. Kau lihat itu, matanya selalu saja mencarimu."
__ADS_1
Anna melirik kearah ruangan Adrian, dari kaca ia bisa melihat Adrian yang sedang melihat kearahnya, ia segera menunduk saat mata mereka bertemu.
" Tapi Michelle, Sisy aku belum memberikan jawaban padanya jadi tolong rahasiakan ini dari yang lain."
" Tidak ada yang bisa dirahasiakan lagi kalau kalian saja sangat terang-terangan begitu."
Anna semakin menunduk mendengar perkataan teman-temannya itu. Susah payah ia bersikap biasa tapi ternyata sulit menyembunyikan perasaan didepan teman-temannya.
Anna kini sedang mendata barang diruang khusus penyimpanan hingga Adrian dan seorang karyawan resepsionis, Laila datang menghampirinya membuat ia sedikit terkejut.
Beberapa saat yang lalu.
" Selamat siang Eternal Jewelry, ada yang bisa kami bantu?."
" Baik akan saya sampaikan pada atasan kami. Kapan dan dimana pihak anda bisa meluangkan waktu untuk kami?."
" Besok lusa di kantor Reynsoft, kami mengundang nona Brianna Alexandra untuk datang. Terima kasih."
Panggilan telepon itu terputus, setelahnya Laila menemui Adrian untuk menginformasikan pesanan yang diterima toko mereka.
" Anna, ada yang ingin kami bicarakan."
Adrian membuka pembicaraan.
__ADS_1
" Ada masalah apa? "
" Reynsoft berencana memesan perhiasan, mereka ingin kita merekomendasikan desain pilihan kita. Tapi pihak Reynsoft ingin kau yang pergi untuk mempresentasikannya."
" Kenapa harus aku, aku hanya store manager disini. Bukankah harusnya kau atau adikmu sebagai desainer perhiasan toko ini yang mempresentasikannya."
" Aku tidak tahu alasannya. Tapi yang jelas kita tidak bisa menolaknya, kau tahu kan ini bisa jadi kesempatan bagus jika kita bisa bekerja sama dengan mereka."
" Tapi Adrian.. "
" Kau tidak perlu khawatir, biar aku yang menyiapkan semuanya. Kau hanya perlu menjelaskan apa yang tertulis disana. "
Anna sangat dilema, melihat Adrian yang begitu bersemangat ia tidak bisa mengecewakannya. Anna tahu bagaimana perjuangan Adrian mengembangkan bisnisnya dan kesempatan seperti ini mungkin tidak akan bisa didapatkan lagi.
" Baiklah, kapan aku harus kesana?."
" Besok lusa."
" Apa? Kenapa mendadak sekali bagaimana aku mempersiapkan semuanya."
" Anna, aku sangat yakin pada kemampuanmu. Kau lebih hebat dari yang kau bayangkan, kau harus percaya diri."
Melihat kesungguhan Adrian menyemangatinya Anna hanya bisa mengangguk. Entah mengapa perkataan Adrian selalu menyentuh hatinya itulah mengapa ia semakin yakin pada perasaannya.
__ADS_1