PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Berita Baru


__ADS_3

Langkah demi langkah Anna menapaki jalan menuju apartemennya. Langit masih terang Anna tidak ingin melewatkannya karena jarang sekali ia bisa menikmatinya.


Anna mampir disebuah cafe dekat tempat tinggalnya untuk sekedar istirahat dan menikmati kopi.


Sengaja ia duduk di dekat jendela agar bisa memandang keluar dan melihat langit sore dengan jelas.


Saat itulah tiba-tiba perhatiannya beralih pada sebuah mobil hitam yang sering sekali ia temui selama beberapa hari ini. Dan anehnya mobil itu selalu ada disekitarnya dimanapun ia berada.


Perasaannya mulai tidak enak ia curiga sedang dibuntuti olehnya. Belum ia menghabiskan kopinya, Anna pergi meninggalkan cafe dan benar saja mobil itu bergerak mengikutinya.


Anna berjalan cepat sambil sesekali melihat kebelakang, mengetahui Anna menyadari keberadaannya mobil itu melaju mendahului Anna yang sudah hampir sampai di apartemennya.


Anna setengah berlari saat masuk, ia mulai ketakutan saat kembali teringat pembicaraannya dengan Noah.


Seseorang yang terlintas dalam pikirannya saat itu adalah Adrian. Banyak sekali yang ingin ia bicarakan dengannya namun Anna tahu hari itu juga Adrian keluar kota untuk mengurusi toko cabangnya.


.....................


Malam mulai larut, Anna bersiap untuk tidur namun tiba-tiba suara bel pintu mengejutkannya.


Anna melihat sebuah kotak hitam besar dengan pita berada didepan pintu nya. Ia mencari orang yang meletakkannya namun tidak ada seorang pun yang ia temui.


Dengan ragu ia mengambil dan membawanya masuk. Anna mulai membongkar isinya dan didalamnya ada sebuah boneka beruang berukuran cukup besar. Anna bingung karena tidak ada nama pengirimnya, ia pun kembali memasukkan boneka itu kedalamnya.


Lewat tengah malam Anna yang terlelap tidur tiba-tiba dihubungi oleh seseorang yang tidak ia kenal.


" Hallo, dengan nona Brianna?."


" Iya, dengan siapa saya bicara?."

__ADS_1


" Kami dari kepolisian ingin mengabarkan toko Eternal Jewelry sudah dijarah. Kami menemukan petugas keamanan anda sudah tergeletak tidak bernyawa disini."


Mendengar hal itu Anna segera bangun dari ranjangnya dan bersiap menuju toko.


Dengan terpaksa ia meminta bantuan seorang temannya untuk mengantarnya karena ia tidak bisa menemukan taksi dengan segera.


Saat sampai Anna melihat sudah banyak polisi serta ambulan. Beberapa orang yang penasaran pun terlihat berkerumun disana.


Anna lalu menghampiri seorang petugas polisi.


" Pak, saya manager store disini. Apa yang terjadi?."


" Anda yang bertanggung jawab disini?."


" Iya."


" Kami mendapat laporan bahwa seorang pria tewas dengan luka tusukan. Dan saat kami selidiki toko ini sudah dijarah kemungkinan beberapa jam lalu. Kami juga sudah menghubungi pemilik toko dan dia sedang menuju kemari."


Selesai menjadi saksi, Anna dan Michelle memasuki toko yang dalam keadaan berantakan. Kaca-kaca etalase berserakan dan bahkan terlihat beberapa perhiasan yang tidak terambil berada dilantai.


Petugas dari kepolisian sudah selesai melakukan penyelidikan namun mereka hampir tidak bisa menemukan bukti apapun bahkan sidik jari para pencuri itu sangat bersih.


Anna diminta menunjukkan CCTV toko dan ternyata mereka tidak bisa menemukan apapun.


" Kau pulang saja, aku akan menunggu bos ku disini." ucap Anna pada Grace.


" Tidak Anna. Aku akan menemanimu disini."


Grace mencoba menenangkan Anna dengan terus mengusap punggungnya. Ia tahu Anna pasti sangat terkejut.

__ADS_1


Sembari menunggu Anna dan Michelle membereskan beberapa barang dibantu Grace.


Hingga pagi menjelang barulah Adrian datang. Anna bisa melihat wajahnya begitu frustasi bahkan ia terlihat berdebat dengan seorang polisi.


Anna menjadi khawatir karena itu ia pun menghampiri keduanya.


" Kalian itu polisi yang digaji dengan uang kami, bagaimana bisa kalian tidak becus bekerja." ucap Adrian.


" Adrian, jangan seperti itu. Mereka sudah bekerja keras menyelidikinya."


" Bekerja keras kau bilang. Kalau begitu harusnya mereka sudah bisa mengungkap pelaku pencurian tokoku."


Adrian yang penuh kemarahan berbalik berkata dengan keras kepada Anna.


" Kami minta maaf tuan, kami sedang mengusahakan yang terbaik karena komplotan ini sangat profesional. Mereka bahkan mensabotase CCTV diwilayah ini sehingga itu menyulitkan kami mengungkap para pelaku."


Polisi yang menjadi sasaran kemarahan Adrian hanya bisa meminta maaf padanya karena usaha mereka belum membuahkan hasil.


Anna sedikit heran dengan sikap Adrian yang tidak seperti biasanya, ia bahkan mengumpat dengan kasar saat masuk kedalam ruangannya. Anna merasa bersalah padanya ia pun menyusul Adrian.


" Adrian... Kau baik-baik saja?."


" Tidak Anna, aku tidak baik-baik saja."


Jawab Adrian dengan kemarahan yang masih ia tunjukkan.


Anna semakin gugup dan tidak bisa berkata apapun ia hanya berdiri sambil meremas-remas tangannya.


Adrian lalu mengambil ponsel disaku celana dan melemparkannya ke meja di depan Anna.

__ADS_1


" Kau belum melihat berita baru hari ini?."


Anna bingung dengan perkataan Adrian ia pun mengambil ponsel itu untuk melihat hal yang dimaksud Adrian.


__ADS_2