
Kampus Laura.
" Aakh.. Menyebalkan."
Ucap Laura pada kedua temannya saat berada dicafetaria.
" Jangan bilang masalah bodyguard mu lagi."
Natalie menimpali.
" Ternyata menjadi orang kaya raya sangat merepotkan."
Jawab satu temannya lagi yang bernama Tasya.
" Kalian tahu Paul mengadakan pesta dirumahnya. Dia mengundang kita semua."
" Iya kau benar. Pulang dari kampus kita harus belanja baju pesta."
" Aku sangat iri pada kalian. "
Wajah Laura semakin lesu saat kedua temannya membicarakan pesta yang akan mereka hadiri.
Menyadari kesedihan Laura, Natalie mencoba mengutarakan idenya.
" Laura, kau sangat ingin pergi ke pesta Paul?bagaimana kalau kau kabur aku yakin bodyguardmu tidak akan tahu."
Laura tertarik dengan perkataan Natalie. Ia mendekatkan wajahnya untuk mendengar rencananya.
" Bagaimana caranya Nat?."
__ADS_1
" Kita bolos pelajaran terakhir, aku dengar tim cheerleaders akan pergi untuk kompetisi lalu kita akan ikut dalam bis nya. "
Laura dan Tasya saling melirik, ide Natalie cukup brilian ia yakin bodyguardnya tidak akan menyadarinya.
Dan benar saja, ketiga gadis nakal itu meminta bantuan salah satu temannya yang merupakan anggota cheerleaders untuk merayu ketua tim agar mengijinkan mereka ikut.
Bis rombongan sudah keluar dari area kampus. Laura melihat kesana kemari dan ia tidak melihat bodyguardnya. Setelah menumpang hingga persimpangan jalan ketiganya turun dan menyetop taksi untuk menuju sebuah mall.
Didalam taksi Laura, Natalie dan Tasya tertawa terbahak-bahak karena ulah mereka sendiri. Tanpa disadari sebuah mobil mengikuti sejak mereka keluar dari kampus. Tiba-tiba mobil itu menyalip dan taksi yang ditumpangi Laura dan temannya berhenti mendadak.
" Aaaw.."
Seru ketiganya saat kepala mereka berbenturan.
" Ada apa pak?"
Ucap Laura.
Masih dalam kebingungan tiba-tiba dua orang dalam mobil itu keluar dan menghampiri mereka. Semua orang terkejut dan berteriak saat salah satu dari mereka menyeret paksa Laura untuk keluar dari taksi. Melihat temannya dibawa orang tak dikenal, Natalie dan Tasya mengikuti mereka.
Natalie dengan cekatan memegangi tangan Laura dibantu oleh Tasya. Adegan tarik menarik terjadi namun penjahat itu malah mendorong kedua teman Laura hingga keduanya jatuh tersungkur ditanah.
Laura dibawa masuk kedalam mobil itu disaksikan oleh teman-temannya.
" Kalian tidak apa-apa, nona?"
Supir taksi yang juga bingung akhirnya tersadar setelah mengetahui situasinya.
" Laura... Tasya bagaimana ini?"
__ADS_1
" Ah. Tas Laura."
Tasya lalu berlari menuju taksi dan benar saja tas Laura tertinggal disana.
" Kita hubungi keluarganya dulu. "
Tasya lalu melihat daftar panggilan Laura dan ternyata diturutan paling atas ada kontak bernama 'Kakaku❤️'
Cukup lama mereka menghubungi nomor itu dan akhirnya suara seseorang terdengar disana.
" Hallo, Laura." suara tenang Noah terdengar merdu.
" Ma-maaf tuan Noah kami teman Laura. Laura baru saja diculik."
" Apa? Memang kalian dimana?"
" Maafkan kami, kami membolos dan sekarang kami di jalan Lotus..."
Tut..tut..tut..
Noah mengakhiri panggilannya sepihak membuat Natalie dan Tasya semakin gugup.
Mereka masih berdiri dipinggir jalan entah apa yang mereka tunggu, lalu sebuah mobil menghampiri dan ternyata itu Billy, bodyguard Laura.
Terlihat Billy sedang berkomunikasi lewat wireless hands-free miliknya.
Setelah mengakhiri panggilannya, ia menatap Natalie dan Tasya dengan mata elangnya.
" Kalian akan berurusan denganku nanti."
__ADS_1
Perkataan menusuknya membuat Natalie dan Tasya tersentak. Mereka berpegangan tangan seolah akan segera dieksekusi oleh Billy.
Mobil Billy lalu pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan mereka yang khawatir dengan sahabatnya.