PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Berpisah


__ADS_3

Di kediaman Xavier, ia terlihat sangat marah dan kesal. Anak buah yang ia perintahkan untuk menculik adik Noah, Laura belum juga berhasil karena ketatnya pengawalan dari bodyguardnya.


" Kau terus pantau dia. Saat ada celah segera bergerak."


Setelah menutup panggilannya, ia membanting ponselnya.


Tunggu sebentar lagi aku akan melihat kau berlutut dihadapanku.


..........


Anna berpikir semalaman, ia ingin menghubungi ayahnya namun ia belum siap mendengar kenyataan yang menyakitkan baginya.


Tidak ada kata lain selain sayang kepada orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya selama puluhan tahun, namun jika selama ini ayahnya menyembunyikan identitasnya ia menjadi ragu apakah ia tulus menyayanginya.


Bel rumah Noah tiba-tiba berbunyi. Anna yang berada didalam kamar terkejut saat Noah memanggilnya.


" Anna.. Ayahmu ada disini."


Begitu mendengar hal itu Anna menjadi gugup. Ia sangat ingin bertemu dengannya namun tidak tahu apa yang harus dikatakan setelah ia mengetahui semuanya.


Dengan langkah gontai Anna membuka pintu kamar dan mendapati Noah berdiri didepannya dengan wajah khawatir.


Anna tidak berakspresi apapun, ia lalu menuju tangga untuk segera turun.

__ADS_1


Melihat putrinya berjalan menuruni tangga, Michael berdiri dari duduknya. Matanya sayu penuh rasa bersalah kepada gadis didepannya.


" Anna.. Kau baik-baik saja."


" Hhhm."


Jawab Anna singkat, pertama kalinya dalam hidupnya ia akan merasa canggung kepada ayahnya.


" Aku datang kemari ingin menjemputmu. Aku akan menarik kembali kata-kataku yang membolehkan kau berhubungan dengan Elnathan."


Anna dan Noah kompak menatap Michael.


" Kau tidak bisa melakukan itu, Anna akan tetap disini."


" Kenapa tidak bisa, Anna adalah putriku. Aku berhak mengambil keputusan atas dirinya. "


Balas Michael tak kalah sengit. Ia lalu berbalik dan menatap Anna penuh kelembutan.


" Aku bersalah karena menyembunyikan identitasku padamu, tapi aku berani bersumpah aku melakukan ini karena tidak ingin kau terbebani dan berpikir macam-macam. Jadi kumohon Anna, ayo kita pergi dari sini karena aku tidak bisa tenang memikirkan kau hidup dalam bahaya."


Anna sungguh dilema ia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.


" Anna akan lebih dalam bahaya jika keluar dari rumah ini. "

__ADS_1


Noah kembali menyela.


" Aku bisa melindunginya. Aku akan melindunginya dari apapun. Putuskan hubungan kalian maka Anna akan aman dari incaran musuhmu."


Ucapan Michael seperti sambaran petir bagi Noah begitupun dengan Anna.


" Ayah.. Aku akan tetap disini. Aku akan memaafkanmu dan tidak akan mempermasalahkan hal itu jadi kumohon ijinkan aku bersama Noah."


" Tidak, aku bilang aku berubah pikiran. Kau tidak aman disini karena.."


Michael menghentikan ucapannya. Ia lalu menatap bergantian Anna dan Noah.


" Karena ayah Elnathan adalah penyebab kematian orang tuamu."


Anna terpaku karena ucapan Michael. Matanya menatap kosong dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Mata Noah pun bergetar diwajahnya yang datar. Seketika sifat angkuhnya hilang ia mengusap kasar wajahnya dan rasa terkejutnya tidak bisa ia sembunyikan.


" Maka dari itu kau harus pergi dari sini sebelum situasinya semakin sulit untukmu."


Michael lalu menarik tangan Anna untuk membawanya pergi. Tubuh Anna seakan tidak bisa ia gerakkan sesuai keinginannya, ia pun akhirnya mengikuti kemana ayahnya menuntunnya.


Sebelum benar-benar keluar dari rumah itu, Anna menoleh kepada Noah dengan air mata yang tak henti-hentinya jatuh. Terlihat kesedihan dan keputusasaan darinya. Entah mengapa Noah seperti terhipnotis untuk tetap berada ditempatnya sekalipun ia ingin sekali menghentikan Michael.

__ADS_1


Hingga pintu kembali tertutup Noah hanya berdiri mematung menyaksikan wanita yang dicintainya pergi dari sisinya.


__ADS_2