PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Pengantin Baru


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah pernikahan Noah dan Anna. Pasangan pengantin baru itu sedang menikmati bulan madunya dikota kesukaan Anna yaitu Paris. Mereka berencana tinggal selama beberapa hari dan melanjutkan liburan mereka untuk berkeliling Eropa.


Cup.. sebuah kecupan mendarat dipipi Anna, ia yang sedang melamun sembari menikmati pemandangan menara Eiffel dari jendela kamar hotelnya sedikit tersentak mendapati Noah memeluknya dari belakang. Tak cukup dengan kecupan Noah terus saja menggoda Anna ia menciumi tengkuk, leher bahkan punggung Anna. Ia merasa geli dengan perlakuan Noah hingga akhirnya Anna menghentikannya.


" Aaron berhenti, beri aku istirahat sebentar."


" Tidak mau, salah siapa kau terlalu cantik hingga aku tidak bisa berhenti."godanya.


Anna lalu berbalik hingga mereka berhadapan. Tak menyia-nyiakan kesempatan Noah langsung menarik agresif Anna mencium bibirnya penuh gairah.


" Stop. Kita sudah melakukannya berkali-kali sejak semalam apa kau tidak lelah?." Anna mengeluh berharap Noah sedikit iba padanya.


" Baiklah aku akan melepaskanmu untuk sekarang tapi tidak untuk nanti malam."


Anna menganga dengan sedikit malu bagaimana mungkin stamina seseorang bisa sekuat itu. Ia mengingat sejak kemarin malam mereka sampai Noah tidak memberikan waktu barang sedikit saja untuknya. Bahkan semalam ia tidak diberikan kesempatan untuk tidur hingga pagi menjelang.


" Aku mau mandi dulu." Anna melangkah berniat meninggalkan Noah namun baru dua langkah menuju kamar mandi ia mengaduh dan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Aww.."


Noah panik hingga memegangi tubuh Anna." Kau kenapa?."


" Kau masih bertanya kenapa?." dahi Anna sedikit menyernyit menahan rasa sakitnya.


Noah merasa sedikit bersalahnya hingga tanpa aba-aba ia menarik selimut yang menjadi satu-satunya pembungkus tubuh Anna membuat ia menjerit karena malu. Noah lalu menggendong Anna yang tanpa busana kedalam kamar mandi dan mendudukannya di bathtub yang sudah terisi air hangat.


Anna merasakan tubuhnya menjadi rileks dan rasa sakit ditubuhnya berangsur mereda. Noah memperhatikan hasil perbuatannya pada tubuh Anna hampir dari ujung kepala hingga ujung kakinya ia melihat tanda merah kebiruan.


" Maaf aku sudah menyakitimu."


" Tidak apa-apa, sini!." Anna meminta Noah agar masuk kedalam bathtub bersama dirinya. Tanpa ragu iapun melepaskan handuk yang membelit tubuh bagian bawahnya dan bergabung dengan Anna.


" Kau tidak perlu merasa bersalah ini adalah pengalaman baru untukku dan aku hanya butuh sedikit waktu agar terbiasa."


Anna sedikit malu-malu saat mengatakan itu membuat Noah gemas padanya. Noah perlahan menuntun Anna didepannya agar mendekat dan duduk dipangkuannya. Dan kini mereka hampir berpelukan didalam bathtub.

__ADS_1


" Ini baru permulaan bagaimana selanjutnya kau akan mengimbangiku?."


Glek..Anna menelan ludah. " A-Aku akan berusaha sebaik mungkin."


" Hahahaha..apa kau memang sepolos itu, Anna?." Noah tidak bisa menahan tawanya karena kepolosan Anna dan hal itu membuat Anna sedikit kesal.


" Maafkan aku, aku senang kalau menggodamu.". Noah kembali menciumi bibir Anna dan kini Anna pun tak kalah membalasnya dan setelahnya hanya mereka yang tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Dua pekan berlalu kini Noah dan Anna akan kembali ke negara mereka. Didalam perjalanan Anna tak hentinya menatap keluar jendela pesawat pribadi mereka rasanya berat meninggalkan tempat yang sudah memberikan banyak kenangan indah meskipun terbilang singkat.


Noah yang berada disampingnya tak hentinya memperhatikan istrinya itu dan tersenyum seolah mengerti apa yang sedang Anna pikirkan.


" Aku ingin kesini lagi suatu saat nanti dengan anak-anak kita mungkin."


Deg. Noah tidak bisa menahan rasa terkejutnya saat Anna membicarakan soal anak dengannya. Padahal pernikahan mereka baru beberapa minggu lalu.


" Masih terlalu dini untuk membicarakan itu."

__ADS_1


" Kenapa? Aku pikir kau tidak ingin menundanya."


" Masalah itu nanti kita bicarakan lagi." Wajah Noah berubah tegang saat mengatakan itu dan hal itu membuat Anna sedikit kecewa. Sejak saat itu keduanya tiba-tiba bungkam padahal perjalanan diudara masih sangat panjang.


__ADS_2