PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Insting Tajam Wanita


__ADS_3

Noah masih dengan kemarahannya kembali mendatangi Edward di kantor polisi.


" Apa mereka sudah diproses?" tanya nya dengan tatapan dingin.


" Sudah, mereka mengaku menculik adikmu untuk mendapat uang."


" Cih.. Dan kau percaya itu. Aku yakin ini ada hubungannya dengan Alexavier pimpinan Wild Blood."


" Aku bukannya tidak mempercayaimu tapi jika tidak ada bukti dan kesaksian tersangka kita tidak bisa menuntutnya. "


" Sial.. "


Noah menggebrag meja Edward untuk meluapkan kekesalannya. Ia lalu terlihat sedang memikirkan sesuatu.


" Jika memang pengadilan akan memenjarakan mereka, maka kalian harus menjaga ketiga orang itu dengan sebaik mungkin karena tidak ada jaminan mereka akan hidup lama dan menyelesaikan hukuman mereka."


" Apa maksudmu?."


" Aku tahu seperti apa Alexavier. Dia tidak memaafkan orang yang bersalah padanya, sama sepertiku dulu. "


Saat mengucapkan kalimat terakhir Noah terlihat sendu. Ia lalu berbalik dan meninggalkan ruangan Edward.


Saat sudah berada diluar kantor polisi, Noah mendapat sebuah panggilan. Dan itu dari penjaga Laura yang berada di rumah sakit.


" Hallo tuan, saya ingin mengabarkan bahwa nona Laura sekarang sudah siuman."

__ADS_1


Tanpa menjawab ucapan orang yang menelponnya, Noah menutup panggilan dan membawa mobilnya menuju rumah sakit.


" Anna, aku akan pulang terlambat."


" Baiklah. Tapi kau terdengar sangat kesal, apa ada masalah?."


" Aku akan menceritakannya saat dirumah."


" Oke."


Begitulah percakapan singkat Noah dan Anna. Ia lalu berjalan kedalam lift untuk menuju kamar Laura.


Saat membuka pintu terlihat Jeffrey dan Julia sudah berada disana. Jeffrey duduk disofa kamar rawat itu sedangkan Julia berada disamping Laura yang terlihat sudah mulai ceria.


Noah menatap sengit ayahnya namun ekspresinya berubah saat Julia berbicara padanya.


" Aku harus mengurus banyak hal. Bagaimana kondisimu, Laura."


" Aku tidak apa-apa, kalian saja yang berlebihan."


" Sudah berapa kali aku mengingatkan jangan membuat masalah."


Noah menegur adiknya yang dibalas wajah bersalah Laura.


" Maafkan aku, kak. Tapi aku mohon jangan hukum Billy aku yang bersalah karena kabur dari pengawasannya."

__ADS_1


Hati Noah sedikit tersentak mendengar Laura yang memohon untuk orang lain. Noah merasa dimata adiknya ia adalah orang yang jahat dan tidak mengenal ampunan.


Jeffrey menarik bibirnya keatas seolah mengetahui perasaan Noah.


" Tak perlu kau pikirkan, itu urusanku. Apa kau kabur karena ajakan temanmu?"


" Sudahlah Noah, kita tidak perlu memperpanjang masalah ini. Yang terpenting adalah Laura selamat dan dia baik-baik saja."


Julia menengahi kedua anaknya. Sebagai seorang ibu ia sangat mengerti perasaan Laura terlebih kebebasannya yang selalu terkekang karena ia adalah keluarga mafia.


Meski semua yang mereka lakukan demi keselamatannya namun Julia tahu Laura ingin hidup normal layaknya orang lain.


" Sebenarnya sampai kapan kita akan hidup penuh ancaman seperti ini."


Ucap Laura penuh kesedihan.


Jeffrey lalu mendekat kepada Laura, ia berdiri tepat disamping Noah.


" Semua akan baik-baik saja asal kau mau patuh dan tidak kabur dari pengawasan bodyguard mu. Kau punya kakak yang hebat jadi percayakan semua padanya."


Ucapan Jeffrey dibalas tatapan tajam dari Noah namun ia malah menyunggingkan senyum misterius sambil menepuk-nepuk bahu Noah seolah sedang membanggakannya.


Julia menyadari hal itu namun ia menyimpan rasa keingintahuannya mengingat Laura masih syok dengan kejadian yang menimpanya.


Apa apa dengan mereka. Noah bahkan seperti menghindari kami.

__ADS_1


Julia lalu mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat ia mengundang Noah dan Anna untuk datang kerumah. Noah menolak dengan tegas padahal Julia hanya ingin lebih mengenal wanita yang dicintai putranya.


Aku harus mencari tahu. Batin Julia.


__ADS_2