PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Memilihmu


__ADS_3

Dini hari tim FBI yang dipimpin Edward bersiap dengan posisi masing-masing. Setiap orang berjaga ditiap titik yang tidak terlihat. Sampai waktu yang ditunggu tiba sebuah kapal mulai menepi dipelabuhan. Beberapa orang yang terlihat menunggu mulai bergerak.


Sesuai komando Edward anggota timnya mulai bersiap untuk menyergap. Sekumpulan orang itu terlihat melakukan transaksi dan aba-aba dari Edward menggerakkan semua anggota tim untuk mengepung tempat itu.


" FBI jangan bergerak!!."


Suara lantang Edward membuat panik semua orang yang terlibat disana. Masing-masing anggotanya membekuk semua mafia termasuk mengamankan barang bukti sejumlah uang jutaan dolar dan ratusan kilo narkoba sejenis kokain dan ganja.


Keberhasilan FBI menggagalkan penyelundupan narkoba menjadi berita besar di Amerika. Para pelaku yang terlibat pun menjadi sorotan karena mereka merupakan buronan sejak dulu. Bandar narkoba dari Mexico itu kini harus berurusan dengan FBI dan beberapa anggota Wild Blood ikut ditangkap.


Plaak. Sebuah tamparan mendarat dipipi Xavier.


" Aku sangat malu memiliki anak sepertimu. Kau tidak berguna."


Ayah Xavier yang bernama John murka karena kelompok mereka gagal menyelundupkan narkoba dan menderita kerugian.


" Aku tidak mau tahu kau harus membereskan semuanya. Jangan sampai anak buahmu yang tertangkap mengaku dari kelompok kita atau kita akan mendapat masalah."


Xavier hanya menunduk dengan tatapan datar.


" Baik."


Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. Ia lalu berbalik meninggalkan ruangan John dengan mata berapi-api. Ia mengusap ujung bibirnya yang berdarah dan wajahnya mengisyaratkan kemarahan.


Xavier merogoh saku celananya dan ia mengeluarkan ponselnya.


" Aku ingin kau menculik adik Elnathan!."

__ADS_1


Begitu perintahnya pada orang yang ia hubungi.


Kesabaranku sudah habis, aku tidak peduli meskipun kita harus berperang langsung.


…..


Anna mematut dirinya di cermin memutarkan tubuhnya untuk melihat bagian belakang gaun nya. Gaun putih indah yang ia kenakan menambah pesona kecantikannya bahkan Noah tidak bisa untuk tidak memperhatikannya.


Noah bersandar disamping pintu walk in closet miliknya tersenyum simpul melihat Anna yang sejak tadi terus berlatih berbicara didepan cermin. Hari ini mereka berencana mengunjungi rumah orang tua Noah untuk memperkenalkan Anna kepada keluarganya.


Hal itu membuat Anna gugup setengah mati karena itu ia ingin tampil sebaik mungkin dihadapan keluarga Noah.


" Eekhm."


Noah berdehem untuk menyadarkan Anna akan kehadirannya.


Anna menjadi salah tingkah karena malu Noah memperhatikannya.


Noah lalu berjalan mendekat, ia membawa kembali Anna kedepan cermin.


Keduanya melihat pantulan diri mereka dan Noah tersenyum senang.


" Bukankah kita pasangan yang serasi."


Anna membalas dengan tersenyum. Hanya Noah pria satu-satunya yang selalu membuatnya bahagia.


Ia lalu berbalik dan kini Anna menatap Noah.

__ADS_1


" Terima kasih karena sudah memilihku." ucap Anna.


" Mana mungkin aku melewatkanmu begitu saja. Kau hal terbaik yang pernah kumiliki."


Balas Noah dengan memeluknya. Noah lalu mencium bibir Anna dengan lembut. Terbuai dengan suasana romantis Noah sedikit hilang kendali.


Ciumana itu berlanjut hingga ke leher Anna namun Anna segera menghentikannya.


" Noah hentikan. Bukankah kita harus segera pergi."


Noah mendengus, ia kecewa karena timing nya sangat tidak pas.


" Apa kita batalkan saja rencana malam ini."


Anna terkekeh karena sikap kekanak-kanakan Noah.


" Tidak bisa. Orang tuamu pasti sudah menunggu. "


" Baiklah. Kau sudah siap?"


" Iya. Tapi.. Bagaimana jika mereka tidak merestui kita?" Anna sedikit ragu akan kata-katanya.


" Aku akan kabur bersamamu."


" Kau hanya menggombal."


" Aku serius. Bahkan jika aku harus meninggalkan semua yang kumiliki, aku akan tetap memilihmu."

__ADS_1


Selama beberapa saat Anna begitu terkesima, ia menatap tidak percaya karena ucapan Noah. Wajahnya tegas dan sorot matanya penuh kejujuran membuat Anna tanpa sadar menitikkan air mata bahagia.


__ADS_2