
Praaaang.. Sebuah suara benda jatuh terdengar dari sebuah kamar. Tidak lama disusul suara riuh lainnya dan terakhir terdengar tangisan kemarahan seorang wanita.
Ia adalah Joey, wanita yang sedang patah hati karena pria yang dicintainya mencintai orang lain.
Hari dimana ia menemui Anna adalah hari yang paling ia sesali karena hal itu membuat ia dipecat secara tidak terhormat oleh Noah.
Flash Back :
Joey baru saja sampai diapartemennya. Ia merebahkan diri disofa miliknya hingga tidak sadar ia tertidur.
Bel pintu tiba-tiba berbunyi, Joey terbangun saat melirik jam menunjukkan hampir pukul 11 malam.
Siapa yang bertamu malam-malam begini.
Setelah merapikan rambutnya yang sedikit berantakan ia berjalan menuju pintu. Di layar intercom Joey melihat ternyata Noah yang berdiri didepan pintunya.
Wajahnya berubah sumringah, dengan mata berbinar ia lalu membukakan pintu untuknya.
" Noah.. Ada apa kau kemari?".
Ucap Joey yang tidak mendapat balasan dari Noah. Ia lalu masuk begitu saja meninggalkan Joey yang bingung dengan sikapnya.
" Noah, apa yang terjadi?".
" Kau masih bertanya juga, aku ingin tahu untuk apa kau mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Brianna."
" Hah.. Jadi wanita licik itu mengadu padamu."
" Dia tidak mengadu padaku, juga dia bukan wanita seperti yang kau sebutkan. Apa kau lupa rumahku dijaga ketat oleh para pengawalku juga CCTV canggih milikku bisa merekam apapun. "
Joey sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, ia menjadi sedikit menyesal.
Dalam keadaan seperti ini pada akhirnya ia hanya bisa mengungkapkan isi hatinya.
" Harusnya kau tahu mengapa aku melakukan hal itu. Kau selama ini tidak pernah menganggapku ada padahal sejak dulu aku yang selalu berada disisimu."
Noah tidak sedikitpun bergeming, tatapannya tetap lurus dengan wajah dinginnya.
" Aku sangat marah dan menjadi gila jika melihatmu bersama wanita lain. Apa yang kau cari dari para wanita murahan itu sehingga tidak sedikitpun kau melihat kearahku."
__ADS_1
Teriak Joey yang mulai kehilangan kesabarannya.
Ia lalu melangkah mendekat kearah Noah dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.
" Lihat aku dengan baik, jangan bilang kau tidak tertarik pada wajah ini, tubuh ini. Aku bisa menjadi wanitamu yang paling sempurna."
" Joey, aku tidak pernah melihatmu sebagai wanita, tapi aku melihatmu sebagai seorang adik yang harus kulindungi. Kau berhak mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu jadi jangan lukai harga dirimu karena orang sepertiku."
Greb. Tanpa diduga Joey menarik kerah kemeja yang dikenakan Noah.
" TIDAK. Aku yang tahu apa yang terbaik untukku. Kau milikku hanya aku yang harus kau cintai jadi buang wanita itu dari sisimu sekarang juga."
Melihat Joey yang menggila Noah sedikit terkejut, namun ia berusaha bersikap tenang karena ia sudah tahu sifatnya yang seperti itu.
Dengan perlahan Noah melepaskan tangan Joey yang mencengkram kerah bajunya lalu ia memegangi kedua bahu Joey.
" Maaf Joey, untuk kali ini aku tidak akan mendengarkanmu. Aku mencintai Anna dan aku tidak akan pernah melepaskannya."
Pandangan Joey terasa semakin kabur, air matanya semakin deras membanjiri dan ia hanya memberi tatapan kosong.
Noah lalu melangkah meninggalkannya yang masih termenung.
Pagi harinya Joey seperti biasa sudah bersiap menunggu jemputan mobil Noah untuk bersama-sama pergi ke kantor. Namun sudah hampir 30 menit menunggu tidak ada tanda-tanda Noah akan menjemputnya. Dengan sisa waktu yang ada Joey memutuskan pergi ke kantornya dengan taksi.
Sesampainya disana seorang petugas keamanan menghalangi jalannya.
" Maaf nona, anda tidak diijinkan masuk oleh tuan Noah."
" Apa? Kau lupa aku sekretarisnya?".
" Anda sudah dipecat mulai hari ini. Maafkan saya."
Joey tidak bisa berkata apapun, ia tidak percaya Noah akan menyingkirkannya dalam kehidupan Noah. Dengan kemarahan diwajahnya ia pergi dengan menaiki kembali sebuah taksi.
Tujuan Joey adalah rumah Noah.
Saat sampai Joey sudah dihentikan oleh para pengawal Noah, namun bukan Joey jika dia tidak bisa berkilah.
Joey melihat Anna sedang berada ditaman belakang, menyirami bunga-bunga dengan riang. Tanpa menyadari kedatangan Joey tiba-tiba ia ditarik dan di tampar olehnya.
__ADS_1
Plaak. Pipi Anna terasa panas oleh tamparan itu namun ia sekuat tenaga menahan tangisnya.
" Dasar wanita jalang. Kau tidak pantas berada disisi Noah, wanita murahan sepertimu hanya cocok berada ditempat sampah."
" Apa maksudmu Joey."
" Aaaakkh.. Sialan kau.. Kau sudah merebut Noah dariku."
" Jadi maksud perkataanmu kemarin hanya untuk membuatku membenci Noah. Kau menyukainya jadi kau menghasutku untuk pergi dari sini."
Joey tidak menjawab perkataan Anna, ia masih berdiri congkak menantang Anna. Baru ia akan membuka mulut tiba-tiba Noah datang.
" Joey.. " teriak Noah.
" Noah.. "
" Aku sudah menduga kau akan senekat ini."
" Kenapa kau menyingkirkanku, kau memecatku begitu saja."
" Aku memberimu kesempatan untuk bisa melupakanku. Pergilah sejauh mungkin dari hidupku agar kau tidak melihatku lagi. "
" Kau.. Kenapa kau jahat sekali padaku. Karena wanita ini kau berubah Noah, tidak sadar kah dirimu sekarang sangat berbeda dengan Noah yang dulu. "
" Ya kau benar. Kehadiran Brianna membuat perubahan dalam hidupku."
Noah berkata lirih sambil menoleh kepada Anna yang sejak tadi diam.
Joey sangat muak melihat hal itu ia pun akhirnya pergi meninggalkan Anna dan Noah.
Tidak ada pembicaraan apapun antara keduanya selama beberapa saat.
" Kau tidak apa-apa?. "
" Tidak.. Noah.. Aku.."
" Aku harus pergi sekarang. Jika ada yang datang kemari hubungi aku."
Jawab Noah dingin dan berlalu begitu saja meninggalkan Anna yang merasa tidak enak.
__ADS_1
Flash Back Of.