PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Hidup Baru


__ADS_3

" Pergilah. Bawa Anna ke kampung halamanmu dan lanjutkan kehidupan kalian disana."


Ucap Noah dengan suara bergetar dan tatapan nanar. Wajahnya tidak setampan dulu dengan rambut-rambut yang hampir memenuhi seluruh wajahnya. Tubuhnya pun kian mengurus dengan matanya yang sayu sangat berbeda dengan Noah yang dulu penuh karisma.


Michael menatap iba padanya ia pun tak kuasa menahan kesedihannya karena takdir yang harus dijalani putrinya dan juga Noah sungguh menyesakkan dadanya.


Edward Lee yang berdiri bersandar pada sisi pintu ruangan yang mereka pakai untuk menjenguk Noah pun tak bergeming karena rasa kasihan pada pasangan itu.


Matanya menerawang jauh ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.


Mobilnya berhenti dihalaman rumah seseorang hingga menimbulkan suara berdecit dan mengundang perhatian sang pemilik rumah.


Edward turun dari mobilnya dengan senyum merekah saat melihat seorang wanita paruh baya menyambutnya dengan wajah sumringah.


" Anakku.."


Edward setengah berlari berhamburan ke pelukan sang ibu.


" Aku merindukanmu."


" Aku juga. Maaf aku baru bisa pulang sekarang."


" Tidak apa-apa. Ayahmu dihalaman belakang temui dia."

__ADS_1


Edward menuruti perintah ibunya tanpa membantah. Ia lalu mencari sosok ayahnya yang sesuai perkataan ibunya sedang berada dihalaman belakang rumahnya sembari membaca koran yang menjadi kegemarannya.


" Hai ayah."


Edward menyapa ayahnya yang begitu fokus hingga tidak menyadari putranya datang.


" Edward.."


Mereka lalu berpelukan melepas rindu ayah dan anak itu mulai berbincang saling bertukar kabar hingga ibunya bergabung dengan membawa minuman untuk mereka nikmati bersama.


Lama sekali mereka berbincang dan tibalah Edward pada tujuannya menemui ayahnya.


" Ayah, aku sudah menceritakan semuanya padamu tentang Elnathan Noah dan ayahnya Jeffrey. Aku juga berdiskusi dengan hakim yang menangani kasus ini dan sepertinya dia tidak mempedulikan sisi cerita Noah yang itu."


" Jadi kau ingin aku yang berbicara padanya?. Aku sangat mengenal sifatnya sebagai juniorku dia memang orang yang sangat keras."


Ayah Edward mengerutkan dahinya mendengar rencana putranya.


Dalam hatinya ia sangat bangga pada anak semata wayangnya yang memiliki dedikasi dan rasa kemanusiaan yang tinggi sesuai dengan yang ia tanamkan padanya.


Dendam pribadi tidak merubah sifatnya dan ia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang ia anggap benar.


Tak ingin mengecewakan Edward, ayahnya menyetujui rencananya dan melupakan apa yang sudah diperbuat Jeffrey padanya. Baginya Noah sama seperti dirinya yang menjadi korban kelicikan Jeffrey dan itu akan menjadi tugasnya bersama Edward untuk membantunya mendapatkan keadilan.

__ADS_1


...........


Anna kini sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Michael sesuai permintaan Noah membawanya kembali ke kampung halamannya di Woodstock.



Anna yang masih harus menggunakan kursi roda dibantu Michael untuk turun dari mobil taxi yang mengantar mereka pulang kerumah.


Saat sampai didepan pintu rumahnya entah mengapa ada perasaan asing dihatinya padahal seingatnya ia sudah tinggal disana seumur hidupnya meskipun dalam 5 tahun terakhir ia tidak memiliki ingatan apa-apa.


Tidak ada yang banyak berubah dari tempat itu. Hanya saja semua perabotan didalamnya ditutupi kain putih untuk menghalangi debu yang menempel. Akhirnya Anna bisa percaya bahwa ia memang meninggalkan rumahnya sejak lama karena koma ditempat yang jauh yaitu Los Angeles.


" Aku sudah membersihkan kamarmu. Sisanya akan kulakukan besok."


Anna tersenyum hangat pada Michael.


" Terima kasih ayah."


" Iya. Kau istirahatlah aku akan menyiapkan makanan untukmu."


Anna mengangguk dan mengarahkan kursi rodanya sendiri ke kamarnya. Ia bangun dengan hati-hati dan berpindah ke kasurnya.


Anna memperhatikan setiap jengkal ditubuhnya. Kakinya sekarang hampir pulih dan mungkin sebentar lagi ia akan bisa berjalan normal.

__ADS_1


Di lengannya ada beberapa bekas luka yang hampir memudar dan saat ia membuka beanie hat nya rambutnya baru tumbuh sedikit dengan luka bekas operasi pada kepalanya yang masih terasa perih. Anna sempat berpikir kecelakaan itu terasa seperti masih baru ia alami namun penjelasan Michael membuatnya percaya dan Anna tidak lagi ambil pusing.


Yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana ia bisa kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa untuk menata hidupnya dari awal setelah diberikan kesempatan kedua.


__ADS_2