PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Keyakinan Hati


__ADS_3

Anna dan Michael berada di taman kecil rumah mereka. Noah sengaja memberi ruang kepada mereka untuk memberi kesempatan Anna jujur pada ayahnya.


" Jadi kau mencintai Noah meskipun kau tahu siapa dia yang sebenarnya."


" Iya ayah, kau mungkin belum tahu bahwa Noah tidak seburuk yang kau pikirkan."


" Tapi bagaimana jika suatu saat dia menyakiti atau meninggalkanmu, ayah tidak ingin kau terluka olehnya."


" Itulah yang aku takutkan selama ini tapi aku ingin berusaha percaya padanya. Untuk pertama kalinya aku merasa aman jauh darimu itu karena Noah. Mungkin pertemuan awal kami memiliki kesan buruk tapi aku tahu sekarang dia pria yang baik dan aku merasa dicintai dengan tulus olehnya."


" Tapi kau tidak mengenalnya." ucap Michael lirih.


" Memang aku belum mengenal dia sepenuhnya tapi aku percaya dengan keyakinan hatiku."


Michael lalu menghela nafasnya.


" Baiklah aku akan merestui hubungan kalian, tapi jika kau mulai meragukan keyakinanmu pergilah dari sana."


Anna mengangguk senang karena ayahnya mendukung hubungannya dengan Noah.


Setelah berbicara dengan Anna, Michael menghampiri Noah yang menunggu didalam rumahnya.


" Anna sudah menceritakan semua yang terjadi, dan mengenai hubungan kalian aku akan merestuinya tapi dengan satu syarat."


Mata Noah menyipit mendengar ucapan Michael.


" Jaga putriku dan jangan pernah menyakitinya karena aku tidak akan tinggal diam."

__ADS_1


" Kau jangan khawatir tuan Michael aku berjanji akan menjaga Anna."


Jika boleh jujur Michael sangat khawatir apalagi ia belum bisa mempercayai Noah sepenuhnya. Namun demi kebahagiaan Anna ia harus memberi restu.


Sebagai mantan mafia ia pun sangat mengerti bahaya yang mengancam mereka setiap saat apalagi Noah sebagai pemimpin kelompoknya.


Dalam hati Michael hanya bisa berdoa agar Anna selalu aman.


Mengapa takdir mempermainkan kalian. Batin Michael dengan tersirat kesedihan diwajahnya saat Anna dan Noah berpamitan kembali ke kediaman Noah.


*******


" Kau mau pergi kemana?".


Noah menoleh saat Anna mengetahui ia akan keluar rumah.


" Tapi ini sudah larut malam."


" Aku tidak akan lama, tunggu aku oke."


Noah mencium kening Anna lalu pergi sedikit terburu-buru.


Anna menjadi sedikit khawatir namun ia mencoba berpikir positif.


Noah mengemudi dijalanan sepi, hanya kurang dari 20 menit ia sampai disebuah bangunan kosong. Saat menepikan mobilnya terlihat seseorang sudah disana menunggunya.


Noah turun dengan ekspresi datar, dan pria yang ditemuinya pun memberi tatapan sengit padanya.

__ADS_1


" Lama tidak bertemu, Edward Lee."


" Katakan apa yang kau inginkan, Elnathan."


" Tentu saja aku ingin memberimu informasi penting. Sama seperti dulu informasi dariku bisa membuatmu naik jabatan seperti sekarang."


" Kau ingin menggunakanku lagi untuk menghancurkan musuhmu, licik sekali kau."


" Daripada itu aku ingin membantumu. Kau tahu FBI sangat lamban mencari informasi, aku sudah mau berbaik hati membantu menangkap buronan kalian harusnya kau berterima kasih padaku. "


" Kau pun sama saja dengan mereka, hanya kau sangat lihat menutupi semua kebusukanmu."


" Hahaha.. Silahkan kau cari semua bukti jika memang aku bersalah. Sampai saat itu aku ingin kau membantuku menangkap semua penjahat itu dan aku berjanji akan menyerahkan diri padamu."


" Kenapa kau ingin melakukan semua ini."


" Karena aku percaya kau anggota FBI yang hebat."


Ucap Noah dengan memberikan sebuah flash disk kepada Edward. Noah lalu bersiap pergi namun sebelum itu ia menyunggingkan senyuman dengan wajah datarnya.


Edward tidak bereaksi apapun selain menerima benda itu dengan tatapan dinginnya. Setelah Noah pergi barulah ia menatap benda ditangannya dan menghela nafas kasar.


Edward lalu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


" Persiapkan tim, kita akan melakukan operasi besar."


Selasai mengkoordinir anggotanya, Edward lalu mengambil lencana FBI miliknya dan menggenggam benda itu dengan keras.

__ADS_1


Entah apa yang dipikirkannya, namun wajahnya terlihat sangat marah.


__ADS_2