PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Perang Dingin


__ADS_3

Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri namun Anna sudah bangun dari tidurnya. Ia ingat semalaman ia menangis hingga tertidur dan Noah sama sekali tak terlihat pagi itu.


Ia turun untuk mencari keberadaan suaminya namun Noah tidak ada di semua kamar dirumah itu. Tempat pencarian terakhirnya adalah ruang kerja Noah dan benar saja ia tertidur di sofa ruangan itu.


Anna perlahan mendekat tak ingin membangunkannya. Dilihatnya Noah menjadikan satu lengannya sebagai bantal dan itu terlihat sangat tidak nyaman.


Anna memperhatikan penampilannya sangat berantakan tak seperti biasanya dan yang membuatnya terenyuh adalah buku tangan kanannya terlihat memar dengan darah yang sudah mengering.


Anna sungguh tak tega melihatnya namun mengingat rasa kecewanya Anna memutuskan untuk mengambil sikap tegas.


Noah terbangun meskipun tidak lebih dari satu jam ia terpejam. Bagaimanapun ia harus segera berangkat ke kantornya. Tak menyiakan waktu Noah segera membersihkan tubuhnya saat melihat ditangannya terdapat plester yang menutupi lukanya semalam. Ia memandangi itu dan tersenyum getir.


Saat akan berangkat pun Anna dilihatnya masih berbaring di ranjangnya berbungkus selimut. Noah tahu ia hanya berpura-pura tidur tapi ia tetap membiarkannya.


Mendengar suara pintu kamarnya tertutup Anna segera membuka matanya. Perang dingin keduanya dimulai membuat Anna semakin terpuruk.


Kantor Noah.


" Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu namanya Samuel."


Ucap sekretaris Noah lewat telepon.


" Suruh dia keruangan ku."


" Baik."

__ADS_1


Hanya hitungan detik pintu ruangan Noah diketuk dan munculnya Ryn sekretaris Noah diikuti Samuel.


" Hai Sam. Ada apa kau tiba-tiba kemari?."


" Aku membawa pesan ayahku dia ingin mengucapkan terimakasih atas bantuanmu."


" Kupikir itu sesuatu yang penting. Katakan padanya aku menunggu dia mengucapkan terimakasih secara langsung."


" Baik akan aku sampaikan."


" Bagaimana kabar Joey?."


Noah mengalihkan pembicaraan untuk menanyakan kabar adik sahabatnya itu.


" Itu berita baik. Aku senang mendengarnya."


Noah dan Samuel berbincang banyak hal ditengah kesibukan Noah dan itu sedikit menghiburnya. Sejak pagi dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya dan mood nya sangat buruk sehingga beberapa karyawannya sempat menjadi korban pelampiasan kemarahannya. Beruntung Samuel datang sehingga Noah bisa sedikit melupakan kesedihannya karena bertengkar dengan Anna.



Dirumah Anna seperti biasa berkutat dengan alat lukisnya. Entah sejak kapan ia kembali menikmati kegemarannya namun seingatnya dulu sekali terakhir ia melukis karena tinggal ditempat dengan pemandangan indah. Hal itu terkadang mengingatkannya pada ayahnya yang entah dimana keberadaannya.


Karena Noah sangat membatasi dirinya untuk berinteraksi dengan dunia luar bahkan ia tidak mengijinkan Anna untuk menghubungi siapapun tanpa seijinnya. Kesepian semakin ia rasakan.


Anna tak melanjutkan lukisannya ia hanya duduk dengan lesu didepan lukisannya. Tubuhnya disana tapi pikirannya berkelana hingga ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya dari belakang.

__ADS_1


Ia menatap nanar punggung Anna yang begitu kesepian namun itu tak membuatnya mengalah.


Inilah yang harus Anna terima saat ia bersedia menjadi istri seorang mafia begitulah ucap batinnya.


Anna merasakan bayangan yang melintas dibelakangnya namun terlambat saat ia menoleh Noah sudah pergi begitu saja. Anna semakin kecewa dibuatnya hingga ia tak kuasa menahan air matanya.


Perasaannya begitu dilema karena sejak menikah banyak sekali kerikil tajam dan jalan terjal diantara mereka yang membuat Noah semakin menjauh darinya bahkan ada perubahan sikap Noah yang ia rasakan. Tak jarang mereka berdebat namun lagi-lagi Anna yang harus selalu mengalah.


Aku tidak boleh lemah aku harus punya pendirian.


Anna memikirkan sikap apa yang akan dia tunjukkan pada Noah sehingga dia akan menang kali ini melawannya.


Hari-hari berlalu tanpa disadari entah sudah berapa lama kedua orang itu masih terlibat perang dingin. Anna lebih banyak diam akhir-akhir itu sedangkan Noah terang-terangan menghindarinya.


Saat Anna sedang membaca buku diranjang tidurnya ia melihat Noah sedang bersiap dengan tuxedo lengkap. Ia merapikan dasi kupu-kupu yang dipakai nya juga menata rambutnya begitu tampan hingga Anna pun terkesima.


" Kau mau kemana?".


Anna berkata namun matanya tetap melihat ke buku yang dipegangnya.


" Ada pesta amal yang harus ku hadiri."


Jawab Noah singkat dan berlalu tanpa berpamitan pada Anna.


Anna terlihat seperti sedang berpikir sepeninggal Noah ia mengeluarkan sesuatu dari laci dan itu adalah undangan pesta yang disebutkan Noah yang ia ambil diam-diam tanpa sepengetahuannya. Seharusnya Noah mengajak Anna karena iapun diundang dalam pesta tersebut namun ia malah pergi sendiri dan itu membuat Anna semakin murka.

__ADS_1


__ADS_2