PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Menyerah


__ADS_3

" Noah.. kenapa kau semakin terpuruk seperti ini?."


" Aku sudah kehilangan satu-satunya alasanku untuk hidup jadi semua yang kulakukan rasanya sia-sia."


" Kau harusnya sudah mengerti konsekuensi yang akan kau dapatkan sejak awal."


" Iya kau benar. Tapi situasinya sudah berubah jadi apapun yang akan terjadi padaku aku sudah tidak peduli lagi. Jadi mulai sekarang berhenti membelaku, Edward."


Edward mengepalkan tangannya dan menggebrak meja didepannya. Noah tak sedikitpun bergeming ia tahu Edward kecewa padanya karena rasa putus asa yang sedang melandanya.


" Hanya sebesar ini tekadmu untuk memperjuangkan wanita yang kau cintai. Kalau kau merasa bersalah perbaiki semuanya bukannya menyerah. Kau terancam hukuman belasan tahun penjara dan saat kau keluar dari sini maka istrimu akan benar-benar melupakanmu."


Noah tertunduk karena ucapan Edward yang ia rasa ada benarnya. Namun entah sejak kapan dirinya ingin menyerah saja karena tidak ada yang bisa ia lakukan juga untuk membuat Anna kembali padanya.


" Aku mengerti perasaanmu, Noah. Tapi hanya sedikit lagi kita bisa membuktikan bahwa kau tidak sepenuhnya bersalah. Saksi dan bukti yang kita butuhkan sudah ada didepan mata jadi kumohon percayakan semuanya padaku."


" Lalu aku harus bagaimana Edward. Apa aku akan sanggup hidup bebas tapi Anna tidak mengenaliku dan kalaupun ia akhirnya mengingatku akan sebesar apa dia membenciku setelah apa yang aku lakukan padanya."

__ADS_1


" Apa kau tidak ingat tujuanmu menyerahkan diri? Kau bilang ingin menghukum Elnathan Noah kan. Maka jika itu selesai kau bisa hidup sebagai Aaron."


" Itu tidak penting lagi sekarang entah itu Noah atau Aaron dua-duanya adalah aku."


Noah bangkit dan meninggalkan Edward begitu saja untuk kembali ke sel nya.


Tak ada pilihan lain ia pun kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


Namun saat sampai atasan Edward dan Andreas sudah menunggunya didepan ruangannya.


Edward tak membantah ia mengekor dibelakang atasannya dan juga Andreas yang tersenyum miring padanya.


" Apa semua ini?."


Atasannya melempar kertas-kertas pada Edward yang berdiri dengan tenang.


" Kalau anda sudah membacanya kenapa anda bertanya lagi."

__ADS_1


" Kurang ajar ku Edward. Apa kau berniat mengkhianati instansi kita?."


" Bapak terlalu jauh berpikir. Itu adalah bukti s*ap dan k*rups* anda dan rekan anda termasuk Andreas. FBI tidak ada hubungannya."


" Jangan terlalu naif Edward. Karena saat kau membuka mulutmu maka kau tidak akan lepas dari kami. Otoritas kami sangat besar membereskan tikus kecil sepertimu bukan hal sulit."


" Aku tidak berniat membeberkan apapun pak. Karena aku sendiri yang akan pergi dari tempat kotor ini. Ah maksudku aku tidak tahan berada ditempat yang sama dengan orang-orang kotor seperti kalian. Hanya sampai kasus Elnathan Noah selesai maka anda akan menerima surat pengunduran diri saya. "


Edward keluar dari ruangan atasannya dengan mata berapi-api. Kesabarannya sudah habis untuk selalu memaklumi mereka yang berlindung dibawah kekuasaan hanya untuk menutupi tangan kotornya.


" Pak, apa anda tidak akan melakukan apa-apa padanya? bagaimana kalau dia mengadu?."


" Dia bukan orang yang akan patuh meskipun kita mengancamnya. Sebaiknya kita diam saja kalau kita mengusiknya dia bisa saja menghancurkan kita."


" Sial.."


Andreas mengumpat karena kini keadaan berbalik. Hidupnya sedang berada dalam genggaman Edward yang bisa kapan saja ia jatuhkan.

__ADS_1


__ADS_2