PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Rencana


__ADS_3

Keheningan yang ciptakan dirinya sendiri membuat Julia gugup. Pikiran yang kosong bahkan hatinya berkecamuk. Julia masih menerka-nerka apakah ia melakukan hal yang benar.


Derap langkah seseorang terdengar semakin mendekat namun Julia tidak berani memandang orang yang sedang ia tunggu itu.


Pandangannya tetap lurus meskipun Noah sudah berada disampingnya.


Selama beberapa saat tidak ada yang mengeluarkan suara, lalu Anna yang pertama memecah keheningan itu.


" Sebaiknya aku pergi dulu meninggalkan kalian bicara."


Anna ingin melangkah pergi namun Noah segera menggenggam tangannya. Ia memberi isyarat agar Anna tetap berada disana.


Anna menjadi canggung apalagi Julia terlihat menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.


Julia menghela nafas dan mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu itu. Wajahnya masih terlihat kemarahan dan bahkan ia enggan menatap Noah yang masih berdiri.


" Ceritakan padaku apa yang kau sembunyikan selama ini."


" Bukankah kau sudah tahu dari ayah."


" Ayah..kau masih memanggilnya ayah. Pria jahat itu bukan ayahmu."

__ADS_1


Julia tidak bisa menahan air mata saat mengatakan yang ada dalam pikirannya tentang suaminya itu.


" Aku tidak akan meminta maaf darimu, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih untuk kasih sayangmu selama ini padaku."


Julia kini memandang putranya bagaimanpun ia ingin membencinya namun kehadiran Noah sedari kecil yang membuatnya hidup sampai sekarang.


" Siapa namamu?."


Noah tertegun mulutnya terasa kaku hingga ia sedikit tergagap saat menyebutkan namanya.


" Aaron."


Hanya itu yang bisa ia ucapkan karena Noah sadar bahwa ia sudah tidak ada hak untuk memiliki nama Noah.


" Maksudmu.."


Julia berdiri dan kini berhadapan dengan Noah.


" Jika kau ingin menebus kesalahanmu maka tetaplah menjadi Noah ku. Aku sudah pernah kehilangannya dan aku tidak ingin lagi kehilangan putraku untuk kedua kalinya."


Noah mulai meneteskan air mata senyum mengembang dari bibirnya yang menahan tangisnya keluar. Julia pun berhambur ke dalam pelukan Noah dan menangis bersama.

__ADS_1


Anna yang berada disisi Noah pun menangis bahagia melihat ibu dan anak yang dipertemukan oleh takdir yang kejam itu.


Noah pun mulai bercerita tentang awal mula ia bisa dibawa oleh Jeffrey sebagai putra Julia. Julia mendengarkan dengan seksama dan Anna pun untuk kedua kalinya mendengar cerita masa lalu Noah.


Setelah Noah,Julia dan Anna mulai bisa mengatur perasaan mereka akhirnya duduk bersama untuk berdiskusi langkah selanjutnya dalam menghadapi Jeffrey. Kini Julia sudah berpihak kepada Noah dan berjanji akan mendukung apapun yang akan dilakukan Noah.


Harapan Julia sejak dulu memang menginginkan keluarga yang normal tanpa ada ancaman dari pihak manapun. Hanya Noah harapan satu-satunya yang bisa merubah keadaan semua orang.


Mansion Jeffrey.


" Jadi semua keluargaku sendiri sudah mulai menentangku. Kita lihat saja sampai mana kalian bisa menang melawanku."


Tatapan kemarahan Jeffrey entah ditujukan kepada siapa namun senyumnya terlihat menyeramkan. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.


Ia lalu kembali menghubungi seseorang.


" Hallo, sudah lama kita tidak bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan bisakah kita atur pertemuan. Baiklah aku akan menunggu kabar darimu."


Sedangkan ditempat lain ternyata yang menerima telpon dari Jeffrey adalah ayah dari Joey, yaitu Jeremy.


" Apa yang ingin dia bicarakan sebenarnya."

__ADS_1


Jeremy menatap heran ponselnya. Jeffrey adalah orang yang sulit ditebak dan Jeremy menjadi khawatir karena hal itu.


__ADS_2