PHOSPHENE : Your Other Side

PHOSPHENE : Your Other Side
Bertentangan


__ADS_3

Anna keluar dari kamarnya saat mendengar suara bel pintunya berbunyi. Seperti sudah menduga sebelumnya ia melihat kotak hadiah didepannya. Dengan sedikit kesal ia mengambilnya dan diletakkan di sudut ruangan bersama beberapa kotak lainnya.


Anna menatap tajam pada benda-benda itu seperti sedang menantang orang yang mengirimnya.


Aku tidak tahan lagi, dia pikir aku senang menerima semua ini.


Anna mengambil dua tas besar lalu ia mengeluarkan isi dari kotak-kotak itu seperti tas, sepatu, boneka, gaun dan barang lainnya yang merupakan kesukaannya.


Barang-barang mewah brand terkenal itu seperti tidak ada harganya bagi Anna karena ia setengah melempar saat memasukkannya kedalam tas.


Setelah selesai, Anna menjinjing tas-tas besar itu keluar apartemennya. Baru beberapa langkah ia menuju lift, Anna tampak berpikir ia memandangi barang yang dibawanya seperti sayang jika harus membuangnya.


Aku tidak bisa membuang barang-barang ini tapi tidak bisa menerimanya juga.


Perasaan dilema saat itu membuat Anna akhirnya mengurungkan niatnya. Anna kembali masuk lalu ia berpikir cara untuk mengembalikan semua barang yang diberikan Noah itu.


Saat Anna masih berpikir, suara bel kembali berbunyi. Anna membukakan pintu dan mendapati Noah sudah berdiri didepannya.


Belum selesai rasa terkejutnya, Noah menerobos masuk meninggalkan Anna yang masih berdiri mematung.


" Apa yang kau lakukan disini? Keluar sekarang juga."


" Apa begini cara kau memperlakukan tamu?."


Noah mendudukan dirinya disofa tanpa dipersilahkan.


" Apa lagi yang kau inginkan, Elnathan Noah."

__ADS_1


Noah melirik Anna yang menyebut namanya seperti itu, ia pun bangun dari duduknya dan mendekati Anna yang berdiri dengan bertolak pinggang.


Anna mulai waspada karena pria didepannya sangat sulit ditebak.


" Kau cantik meskipun berpenampilan santai. Aku menyukainya."


Mendengar perkataan Noah, Anna menelisik penampilannya sendiri.


Keseharian Anna memang seperti itu memakai celana santai dan kaos oversized. Rambutnya ia ikat model messy bun hair, membuatnya semakin terlihat imut.


Ia menjadi salah tingkah saat Noah terus saja memandanginya. Anna berdehem untuk menutupi rasa gugupnya.


" Cepat katakan apa keperluanmu."


" Tidak, aku hanya ingin melihat kau saja. Sudah beberapa hari ini kita tidak bertemu."


Anna berkata dengan menyilangkan tangan didadanya membuat Noah semakin gemas padanya.


Pandangannya kini beralih pada tas besar yang tergeletak dilantai, Noah memperhatikan dengan seksama dan ternyata itu barang-barang yang ia hadiahkan kepada Anna.


" Mau kau apakan semua itu?."


Anna melihat ke arah yang maksud Noah.


" Aku berniat mengembalikannya padamu."


" Kau tidak suka dengan hadiahku?."

__ADS_1


" Aku tidak bisa menerimanya, Noah."


Noah bernafas panjang, usahanya belum juga membuahkan hasil untuk mengambil hati Anna.


" Kau tahu, aku ini bukan orang penyabar tapi karena kau aku selama ini selalu menahan diri untuk tidak berbuat hal yang mungkin akan menyakitimu."


" Karena aku, kau menghancurkan bisnis Adrian bagaimana mungkin itu tidak menyakitiku."


" Itu hanya peringatan untukmu dan untuknya bahwa tidak akan ada untungnya melawanku."


Anna memalingkan wajahnya malas hal itu membuat Noah merasa ditantang olehnya.


Sudut mata Noah lalu menangkap seseorang yang baru saja datang dan berdiri diambang pintu yang sedikit terbuka. Ia menyunggingkan senyum licik lalu menarik tubuh Anna dan menciumnya dengan paksa.


Anna berusaha menghentikan Noah, namun tubuhnya dipeluk erat olehnya hingga Anna tidak ada kesempatan melepaskan diri.


Orang yang berada disana dan melihat kejadian itu adalah Adrian. Dalam benaknya mereka terlihat seperti pasangan romantis yang sedang berbagi ciuman.


Ia kemudian berbalik dan meninggalkan tempat Anna dan pada saat itulah Noah melepaskan ciumannya pada Anna.


" Brengsek kau, Noah."


Plak. Anna menampar pipi Noah sampai tangannya sendiri yang kesakitan.


Pertama kalinya mendapat tamparan dari seorang wanita membuat Noah kesal. Tidak ingin berbuat sesuatu pada Anna ia pun pergi begitu saja.


Anna mulai menangis sepeninggal Noah, hatinya sungguh sakit karena perbuatannya.

__ADS_1


Terlebih ia menjadi bimbang akhir-akhir itu karena hati dan pikirannya selalu bertentangan.


__ADS_2