Promiscuity After

Promiscuity After
Percayalah


__ADS_3

"Om makan aja tuh sama Ken Ken Draken," Cassie memasang wajah jutek


Barra meraih tangan Cassie, menyatukan jemarinya dengan jemari Cassie. Gadis itu pun akhirnya menghentikan langkahnya kemudian menatap Barra.


"Aku kesal sama Om, apaan tuh terima suapan dari orang lain. Aku kan ada disana, Om makan sendiri ajalah sama dia,"


"Saya minta maaf kalau itu membuat kamu kesal. Saya maunya makan bareng sama Cassie si bocil ini. Yaudah kamu mau kemana Saya ikut," ujar Barra dengan tersenyum lembut.


Kemudian Cassie melihat, Kenza yang sedang tertawa kecil sambil menikmati makanannya.


"Tuh kamu lihat sendiri kan? Kenza tuh seperti setan. Dia akan tertawa senang kalau berhasil ngerjain satu pasangan," ucap Barra berbisik dan pria itu semakin mendekatkan wajahnya menatap lekat wajah Cassie yang sedang cemberut.


Mereka pun saling memandang. Barra menyentuh rahang Cassie, mengelus pipi gadis kecil itu berusaha merayunya.


"Cass, Saya sama Kenza gak ada hubungan apapun selain teman dari kecil," timpal Barra lagi dengan nada lembut. Dan menjelaskan hubungan dia dengan Kenza.


"Apalagi teman dari kecil, kan bisa tumbuh bunga bermekaran di hati Om sama Kenza,"


"Bunga itu ada di kamu," Barra benar-benar gemas kali ini.


Ia pun tidak tahan lagi untuk tidak mencium bibir Cassie yang ranum. Setelah memajukan bibirnya karena cemberut kini gadis itu menipiskan bibirnya. Barra pun tergoda, dia manusia biasa yang terkadang sulit mengendalikan keinginan.


Ia menyentuh dagu Cassie, hingga bibir gadis itu terbuka. Lalu sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Bibir Barra menyentuh lembut bibirnya. Serta bulu brewok yang baru tumbuh menyentuh geli di sekitar kulit Cassie.


Barra tidak peduli jika harus menjadi pusat perhatian para pelanggan lain yang sedang makan di sana. Apalagi di sana sudah menjadi hal yang biasa.


Cassie pun membuka mulutnya membalas kecupan Barra. Mereka pun saling menyesap, menggigit lidah dengan bibir tanpa tersentuh gigi. Kemudian mengecup bibir lagi dan lagi.


Cassie memejamkan mata, menikmati setiap kecupan yang bergetir, setiap napas yang menderu menciptakan debaran dalam dada dan tarikan permainan lidah yang semakin menambah gairah.


Keduanya berdegup menterjemahkan perasaan aneh dalam diri masing-masing yang tak bisa di gambarkan dengan jelas. Padahal hanya sebuah cumbuan mampu menumbuhkan gejolak asmara seseorang hingga melayang di buatnya.


Kenza bahkan sampai ternganga menyaksikan hal baru yang di lakukan teman masa kecilnya itu. Barra nekat mencium seorang gadis di tengah restoran. Baru kali ini ia melihat pria itu. Rekor baru untuk Barra.


Jangan-jangan Mas Barra terinspirasi ma aku dan Oscar kemarin hehe, Gila nih, Kayaknya dia beneran cinta. Waktu pacaran sama Hera aja dia selalu menjaga sikap, batin Kenza

__ADS_1


Barra menghentikan cumbuannya, menyatukan dahinya ke dahi Cassie.


"Jangan pernah ragukan perasaan saya ke kamu. Meski pertemuan kita singkat, tetapi saya percaya takdir. Takdir pertama saat kita bertukar ponsel. Takdir kedua saat saya bertemu dengan kamu di London. Dan saya berharap kamulah pendamping hidup saya," ucap Barra dengan lembut dan penuh keyakinan sembari menatap hangat gadis cantik di hadapannya.


Perasaan apa ini, debaran ini tak mau berhenti. Tatapan sendu dan lembut berdesir dalam jiwaku, bergelora seperti ada yang tertancap di sana. Bukan mata pisau, bukan pula duri. Apakah ini rasanya cinta. Batin Cassie


"Om....Jika suatu saat, takdir mengatakan kita harus berpisah. Apa yang akan Om lakukan?" tanya Cassie tiba-tiba sembari mengusap janggut lelaki itu dengan lembut


Cassie tidak ragu dengan perasaannya tetapi ada sebuah firasat yang ia rasakan. Pertemuan yang cepat, kisah cinta yang berawal manis. Pasti tidak akan berakhir dengan mudah. Begitulah yang dipikirkan Cassie, terlebih usia mereka yang terpaut jauh. Cassie baru menginjak 18 tahun sementara Barra hampir berusia 36 tahun. Pasti banyak pertentangan yang akan menerpa mereka.


"Manusia hanya bisa merencanakan, tetapi DIA-lah yang menentukan. Yang akan Saya lakukan, terus memohon dalam sujud yang khusyuk. Memohon agar kamu dan saya di persatukan dalam jalinan ikatan pernikahan yang di Ridho-NYA," ucap Barra


Wajah Cassie merona, kulitnya yang putih memerah di bagian pipi dan matanya berkaca-kaca. Barra mengecup kening Cassie kemudian mengalihkan perhatian


"Hmm kayaknya saya sudah kenyang makan bibir kamu, kita mau jalan-jalan atau lanjut makan?" ucapan Barra membuat Cassie tertawa kecil. Akhirnya si bocil tidak marah lagi.


"Mbak mar belum makan tuh, kan tadi dia yang minta makan hehe,"


"Mau lanjut makan di sini atau tempat lain? Hemm?" tanya Barra


"Yakin? Nanti cemburu lagi?" Barra mencolek hidung Cassie dengan satu telunjuknya.


"Ya, asal Om Barra jangan ladenin Kenza dong,"


"Jadi saya harus cuekin dia? Oke,"


"Ih ya gak gitu juga kalik," ucap Cassie kemudian ia memanggil mbak Mar dengan melambaikan tangan.


"Hehe ya saya tau maksud kamu. Yaudah yuk balik ke sana lagi," ajak Barra.


Pria itu berganti tempat duduk, ia duduk di samping Cassie. Sedangkan Mbak Mar duduk di samping Kenza.


Cassie mulai menyuapkan makanan ke mulutnya, namun Barra belum memulai makannya. Ia hanya melihat Cassie yang sedang makan, sambil menyandarkan kepalanya di salah satu tangannya.


"Om gak makan?" tanya Cassie

__ADS_1


"Saya maunya di suapin kamu," pinta Barra yang berlaku seperti anak kecil.


"Uhuk-uhuk," Kenza sampai terbatuk di buatnya.


"Minum dulu mbak," tawar mbak Mar


"Hihi Om manja banget," ucap Cassie tersenyum.


Lantas gadis itu menyendokkan makanan dari piring Barra lalu mulai menyuapkan ke mulut pria itu. Barra segera membuka mulutnya, menerima suapan Cassie sambil menatapnya lekat. Setelahnya, kedua pasangan itu tersenyum-senyum sendiri. Sementara dua orang di depannya menjadi nyamuk.


"Enak gak makanan yang aku pesan ini?" Tanya Cassie


"Enak, banget"


"Om suka?"


"Suka banget, apalagi di suapin kayak gini, rasanya jadi pengen nambah hehe," ujar Barra sambil terus memandang Cassie.


Jujur saja ini sudah di luar dari sifat dan sikap Barra. Dia bukan pria manja yang bucin dengan seseorang. Tetapi saat bersama Cassie, pria itu menjadi takluk.


Selesai makan siang, Barra mengajak semuanya jalan-jalan berkeliling London.


"Abis ini mau jalan-jalan kemana dulu ni? Museum, kebun binatang atau Madame Tussauds," ucap Barra saat berjalan keluar restoran.


"Madam tosaus itu apa Mas Barra?" Tanya Mbak Markonah


"Tempatnya tuh ada banyak seni patung lilin yang mirip artis atau tokoh-tokoh terkenal dan penting," jelas Barra


"Kenza gak ikut ya Mas Barra, kerjaannya belum selesai. Tadi kesini akan cuma numpang makan doang ehhee," ujar Kenza


"Ya, bisa pulang sendiri kan?


"Bisa lah," jawab Kenza


Mereka pun keluar dari pintu restoran, tetapi Kenza menarik lengan Cassie, "Cassie sini bentar,"

__ADS_1


"Ada apa?" ucap Cassie masih sedikit kesal dengan sikap Kenza yang sudah membuatnya sedikit cemburu.


__ADS_2