Promiscuity After

Promiscuity After
Pertemuan


__ADS_3

Kedua orang tua Barra duduk di sofa tamu di dalam ruangan kerja Barra. Setelah menjelaskan duduk permasalahannya, Joy malah terlihat kecewa, sampai menghela napas yang panjang.


"Mama pikir kalian beneran loh. Kenapa sih kalian gak nikah aja, sama-sama masih single. Kenza cantik, Barra juga tampan ganteng kiyut kan Kenz?" ucap Joy yang diakhiri dengan pertanyaan untuk Kenza


Kenza tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecil serba tidak enak.


Sementara Wasabi diam sambil mengunyah sajian pastel yang sudah disajikan di meja itu. Cornish Pasty, makanan pastel khas dari Inggris yang berisikan daging sapi, kentang, rutabaga, wortel dan bawang Bombay.



"Enak banget ini sayang, nanti bikinin aku ini ya?" ucap Wasabi.


"Masak sih, coba dong," pinta Joy


"Nih," Wasabi mengambilkan piring yang berisi pastel tersebut.


"Suapin," sahut Joy manja dan mendekatkan dirinya ke arah Wasabi.


Barra yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya tertawa kecil. Ia melihat Kenza dan memberinya kode untuk pergi dari ruangannya sebelum Mamanya meminta macam-macam. Bisa-bisa mereka dijodohkan.


"Hmm enak juga ya, rasanya sama sih sama pastel yang di Indonesia. Cuma ini tuh lebih gurih," ucap Joy dan melihat di depannya sudah tidak ada Kenza.


"Ehh malah kabur tuh anak," timpal Joy


"Waktu kerja Ma, habis ini Barra tinggal kerja ya. Barra gak bisa nemenin dari kemarin udah bolos,"


"Hayo ngapain tuh bolos-bolos," selidik Joy


"Pacaran lah sayang, masak kamu gak pernah muda," sela Wasabi


"Hehe, kenalin dong cewek kamu ke mama. Siapa namanya?kessing? Kising?"


"Cassie, pake C tapi bacanya K," jelas Barra ya sudah berada di meja kerjanya lalu membuka laptopnya.


"Hah namanya susah, singkat kayak mama dong Joy, Keren kan hihi,"


"Ya, kamu yang terkeren, tercantik ter-semuanya," sela Wasabi lagi sambil menyuapkan makannya ke bibir Joy.


"Haduh Pa, Ma, manja-manjaan nya jangan di kantor dong. Nanti kalau anak buah Barra masuk gimana?"


"Ya biarin, biar mereka iri ya kan Pa hehe,"


Wasabi menghabiskan minumannya, lalu berpamitan


"Yaudah Papa pergi ya, kerja yang bener jangan mikirin Cassie mulu," pamit Wasabi kemudian beranjak dari duduknya.


"Bentar sayang, aku minum dulu," ucap Joy lalu menghabiskan minumannya, setelah itu ia berdiri dan meraih lengan Wasabi.


"Bye cintaku, Mama pergi ya..., sun jauh," Joy melempar kan cium dari jauh ke arah Barra. Barra siap mengambil ciuman itu yang seolah-olah melayang di udara. Tetapi Wasabi merebutnya.

__ADS_1


"Yess papa yang dapat, kamu kalah. Bye Barra," Wasabi pun pergi


"Astaga cium jauh aja ga boleh," ucap Joy


"Gak boleh, kamu cuma milikku," Wasabi menggandeng tangan Joy dan menariknya dengan lembut.


"Papa-Papa, lucu banget," Barra tertawa kecil meski mereka sudah berlalu.


"Mas Barra, aman kan?" Kenza memasukkan kepalanya sebagian dari pintu.


"Ya, udah pergi. Kamu juga sih ngapain pake ngebohongin Hera. Dia itu pinter bisa cari tau lewat manapun," ucap Barra


"Tapi....aku gak mau dia ngelabrak Cassie. Nanti kalau mereka berdua ketemuan trus Hera ngomong macam-macam gimana?"


"Saya rasa Cassie gak akan semudah itu percaya, apalagi dia sudah tahu kisah saya dengan Hera,"


"Hera tuh lidahnya bercabang, dah kayak siluman ular dia. Oh ya, soal tadi maaf ya Mas. Tenang aja aku ga ada rasa ma kamu. Ngelupain satu orang aja susah,"


"Ayo dong move on, kalau Oscar potongannya suka plontos, kamu cari pacar yang berambut tebal, kalo perlu gondrong sekalian biar ga keinget sama mantan,"


"Gondrong, gak ah. Takutnya dia punya hobi jarang mandi kan jadi kutuan tu rambut hahaha, dah ahh mau kerja lagi," ucap Kenza menutup pintu sambil cekikikan.


.


.


.


Di tempat lain Rio juga melakukan persiapan di rumahnya sebelum bertemu klien, pebisnis yang sangat berpengaruh di kota Jakarta.


Sementara Wibi masih berada dirumahnya. Bersiap untuk pergi ke kantor.


"Loh Pak Wibi, bukannya kemarin bilang tidak akan datang ke kantor ya untuk hari ini? Tapi kok sudah siap pergi?" tanya Bimo


"Ya pagi ini Saya ada pertemuan dengan Bu Dina," Jawab Wibi sambil memakai sepatunya. Dia sedikit kesusahan membungkuk, karena terhalang perut buncitnya.


"Bim-bimo tolong pakaikan saya sepatu dong, kok rasanya makin sesak ya perutku," keluh Wibi


"Makannya pak, diet. Sedot lemak aja biar praktis," ujar Bimo


"Ah buang-buang duit,"


Ya elah, bapak kebanyakan duit pake bilang buang-buang duit, batin Bimo sang asisten


"Selain dengan Bu Dina, ada pertemuan dengan siapa lagi?" tanya Wibi


Bimo selesai memakaikan sepatu untuk Bosnya itu, ia pun berdiri dan langsung menjawab tanpa membuka catatan Shcedule.


"Ada pak Rio, dia kemarin yang mengajukan proposal pembangunan untuk cabang usaha bapak. Pukul 7 pagi, ini pak,"

__ADS_1


"Loh kok samaan ya, kamu cancel aja lah si Rio itu, bilang besok aja atau agak siangan,"


"Siang nanti kita ada rapat besar pak," jawab Bimo


"Yaudah besok pagi aja kalau begitu,"


"Baik pak," Bimo segera menghubungi Rio. Tetapi nada suara ponselnya mengatakan jika ponsel Rio tidak aktif.


.


.


.


Di kantor Wibi, Rio sudah duluan berada di ruang tunggu untuk tamu. Tak berapa lama Dina juga datang dan terkejut dengan kehadiran Rio.


"Kamu," seru keduanya


"Mau ngapain kamu kesini," tanya Rio


"Bukan urusan kamu," jawab Dina ketua. Ia memilih duduk di kursi yang jauh dari Rio.


Kemudian, Wibi datang bersama asistennya.


"Bu Dina, sudah lama menunggu?" Sapa Wibi sambil menjabat tangan lalu pandangannya beralih ke sisi lain.


"Loh Pak Rio?" Wibi langsung melihat asistennya


"Ya pak Wibi," jawab Rio mengulurkan tangan, Wibi membalasnya.


"Maaf pak Wibi, dari tadi ponsel pak Rio tidak aktif jadi saya tidak bisa menghubunginya," jelas Bimo


"Maaf, ada apa ya telepon saya?" tanya Rio sedikit membungkukkan badan


"Begini pak Rio, Saya salah melihat jadwal. Jadi saya suruh Bimo menghubungi anda untuk memundurkan jadwal pertemuan kita," jelas Wibi


"Lalu sekarang bagaimana ya pak? Apa saya harus pulang?" Tanya Rio


"Tunggu saja disini sebentar, Anda bisa masuk setelah urusan Bu Dina selesai," ucap Wibi


Peraturan saat mau bertemu pak Wibi adalah harus meninggalkan KTP dan saat Bimo melihat alamat tinggal kedua orang tersebut, ternyata memiliki alamat yang sama. Rio belum mengubah alamat di KTP nya.


"Maaf ini Pak Rio dan Bu Dina suami istri? Soalnya alamatnya sama," Tanya Bimo


"Dia mantan istri saya, maaf saya belum mengubah alamat rumahnya karena kesibukan," jelas Rio


"Ahh jadi kalian berdua orang tua Cassie," tanya Wibi


"Bapak kenal dengan anak saya?"

__ADS_1


"Haha ya, Bu Dina ingin menjodohkan Cassie dengan anak Saya. Bagaimana jika kalian berdua masuk. Kita bisa sekaligus membicarakan perjodohan ini," sahut Wibi.


__ADS_2