Promiscuity After

Promiscuity After
Naksir Markonah


__ADS_3

Kebahagiaan baru saja terjadi pada Cassie. Mereka sekeluarga memutuskan berjalan-jalan di London. Mereka berangkat bersama dari rumah tetapi sampai disana tempat tujuan pada jalan sendiri-sendiri.


Dina dan Joy malah asik belanja bukannya menikmati pariwisata. Mbak Mar ikut dengan Cassie dan Barra, mereka ke tempat-tempat wisata lainnya tentu saja berfoto dan mengabadikan moment dengan video.


Sementara Wasabi, Rio dan Jovan duduk sambil main kartu disebuah kafe. Dari mana datangnya kartu ya dari kafenya lah hehe. Di kafe tersebut juga ada lounge bar mininya, mereka menyediakan permainan lempar panah, kartu, catur, domino dan mahyong juga ada. Dan pembicaraan mereka lebih ke bagaimana memuaskan wanita.


Wasabi jagonya, sampai Jovan mendapatkan banyak pelajaran dari pria itu. Rio juga mengakui kehebatan Wasabi tetapi dia enggan mengutarakan karena ada Jovan sehingga ia memilih diam.


"Wah jadi begitu ya caranya biar pasangan kita minta lagi dan lagi," ujar Jovan


Pembicaraan dewasa jadi author tidak menjabarkannya secara detail. Rahasia cuyy.


Menjelang sore mereka pulang. tetapi sebelumnya para wanita berbelanja bahan makanan untuk makan malam mereka. Rencananya mereka ingin membuat acara bakar-bakaran daging, barbequean di halaman.


Cassie menunjukkan tempat pemotongan daging sapi yang halal dan murah. Rasanya akan lebih nikmat jika daging itu mereka potong-potong lagi di rumah sesuai selera. Disamping tempat pemotongan itu ada supermarket yang juga menjual sayuran dan buah. Tak lupa mereka juga membeli saus dan mayonaise, sayur kentang, brokoli, wortel, jagung, serta telur, jamur. Mereka ingin membuat beberapa menu makanan nantinya.


"Haduh mbak Mar udah gak sabar nih Non, pengen masak. Abisnya laper hehe, karena gak terbiasa kalau gak makan nasi ya non. Rasanya kurang gitu,"


"Ya mbak, disini jarang orang jualan nasi. Di sini juga jual beras kok, tapi harganya mahal. Kalau supermarket lain jarang ada yg jual beras. Makannya Cassie suka kesini, itu pun dikasih tau teman," ucap Cassie.


Brukk.


"Oh sorry, saya tidak sengaja," ucap seorang pria berbahasa Inggris.


"Loh ini kan mister Marcel ya?" tanya Mbak Mar


"Ya saya Marcel, kamu Markonah kan?" tanya Marcel dengan bahasa Inggris


"Wait," Mba Markonah menarik Cassie yang sedang memilih buah mendekati pria itu.


"Non Mbak Mar gak ngerti dia ngomong apa ehhe,"


Dan Cassie pun menemui Marcel, mereka berbicara sebentar lalu tiba-tiba saja Marcel meminta nomer telepon Mbak Markonah.


"Ok thanks ya, saya pulang dulu, bye Cassie bye markunah," sahut Marcel saat mengakhiri pertemuannya yang tidak sengaja.


"Cieee ada yang naksir tuh sampe minta nomer mbak Mar hehee," ledek Cassie


"Hilih mosok toh non, mbak kan item jelek, mosok tuh bule naksir? Lagian nama mbak tuh Markonah bukan Markunah," protesnya


"Haha kan orang bule itu suka yang item manis kayak mbak Mar gitu.. cieeee udah sana mbak pepet, Dia pemilik hotel loh," Cassie terus meledek Mbak Markonah yang seorang janda beranak satu. Sementara Mbak Mar sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.


.


.

__ADS_1


.


Malam menjelang, para wanita sibuk di dapur, membuat bumbu dan mencampurnya dengan jamur, Joy memasak kentang goreng sambil menunggu kukusan wortel dan brokoli serta rebusan jagung. Sementara para laki-laki sibuk memotong daging dan membakarnya hingga matang. Mereka memotongnya untuk dijadikan steak. Menu hari ini beef steak...hemm nyummy.


Tak berapa lama seorang pria datang dengan mobil Limousinenya. Ia turun dan menyapa para laki-laki didepan.


"Marcel? apa kabar," sahut Barra dengan bahasa Inggris


"Kabar baik, halo semuanya....," jawab Marcel dan menyapa mereka semua.


Barra pun memperkenalkannya dengan Ayahnya dan calon mertuanya.


"Sebenarnya Saya kesini ingin bertemu Markonah, tetapi tidak tahu jika kalian sedang ada pesta,"


"Gabung saja dengan kami," ajak Jovan yang juga berbicara bahasa Inggris.


"Oh sebentar saya akan panggilkan dia," Barra lalu mendekat ke telinga Marcel dan berbicara berbisik, "Jangan bilang kalau kamu ingin mengajaknya kencan,"


"Haha tebakanmu benar, dia manis dan saya suka,"


"Haha okay okay, duduklah. Saya panggilkan dia,"


Barra memanggil mbak Markonah dan mengatakan jika dirinya kedatangan tamu.


"Pakai google speach aja mbak kan bisa langsung bicara nanti langsung ada artinya kan?" ucap Cassie memberi ide


"Woh bener juga loh," yowes mbak kedepan dulu ya.


"Eh Mbak sini bentar, ganti baju dong, masak dasteran. Sini saya punya baju," Dina mengajak Mbak Mar untuk ke kamarnya dan memberikan bajunya yang tersimpan lama di lemari itu.


"Ini baju saya waktu masih langsing, masih bagus nih. Hmm untung gak apek. padahal udah tiga bulanan di lemari. Nih mbak," ucap Dina memberikan baju nya pada Mbak Mar


"Waduh ngerepotin Bu, wong cuma ketemu orang aja kok,"


"Itu orang kayaknya untuk masa depan mbak Markonah jadi jangan sia-siakan kesempatan," jawab Dina


Akhirnya Markonah pun mengganti pakaian kebesarannya itu dengan dress berwarna putih. Dia keluar dari kamar dan menunjukkan pada semua orang yang ada di dapur saat itu


"Duh ketok item iki," sahut mbak Mar gak pede


"Idih mbak Mar jangan gitu, percaya diri dong," ujar Joy


"Pake bedak dulu mbak Mar," ucap Cassie


"Heleh rempong amat to Non, wes gini aja," Mbak Mar pun menemui Marcel yang menunggunya didepan.

__ADS_1


"Wow kamu terlihat sangat cantik,"


Mendadak mbak Markonah mendapat serangan jantung, wanita yang sudah tak muda lagi usianya itu memegang ponsel di tangannya dan menyuruh Marcel berbicara di ponselnya tersebut.


"Kelihatannya ribet ya pakai ponsel translate gitu. Om Andi punya alat yang lebih canggih loh," ucap Wasabi


"Masak sih, coba nanti Barra mintain deh buat Mbak Markonah satu. Soalnya dia kan bakal lama di sini,"


"Minta, beli keles, Om Andi mana mau yang gratisan,"


"Bener juga, minta informasi aja minta 100juta satu infonya hahaha," dan mereka pun tertawa


(Andi Sudirman teman Wasabi, bukan Andy Gibratal)


Makanan siap disajikan dan Marcel ikut dalam pesta kecil mereka. Dia juga memberi selamat atas pertunangan Barra dan Cassie.


Dalam kesempatannya Marcel langsung mengungkapkan isi hatinya, sebenarnya sejak pertemuan pertama itu dia sudah naksir dengan Mbak Markonah dan merasa kasian dengan apa yang menimpanya saat itu. Dan lagi saat itu dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Saat ingin menemuinya lagi, mbak Markonah sudah pulang ke negaranya.


Tetapi Mbak Markonah tidak langsung menerimanya. Dia membutuhkan waktu untuk berpikir.


"Okay, tidak masalah Markunah, yang terpenting kamu sudah tahu isi hati saya," jawab Marcel


Markonah dan Marcel duduk di depan berduaan sementara yang lain masuk ke dalam rumah setelah menyelesaikan makan malam dihalaman tadi. Sebenarnya mereka semua mengintip dari balik jendela.


Hening


Markonah tidak bicara, dia bingung.


"Markunah, kamu cocok dengan pakaian itu. Terlihat manis apalagi dibawah sinar bulan seperti ini," Marcel ingin menggombal tetapi mbak Mar berbeda pemikirannya setelah membaca translate nya ia menggerutu didalam hati


Item ngene, manis teko ndi to mas, dibawa sinar bulan ya malah tambah peteng


(Hitam begini, manis dari mana to mas, dibawah sinar bulan ya makin gelap)


"Thank you," jawab Mbak Mar tersenyum


"Kalau begitu karena sudah malam, saya pulang dulu ya," pamit Marcel


"Ya Silahkan,"


Setelah Marcel pulang semua keluarga menyorakinya


"Cieee ditaksir bule nih ye,"


Cuit cuit 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2