Promiscuity After

Promiscuity After
Siap Long Distance Marriage


__ADS_3

"Mah, kamarnya tiga doang? Kita kan orang banyak," tanya Cassie disaat semua anggota keluarga menonton serial televisi.


"Kamu, Mama, Mbak Mar sekamar. Orang tua Barra kamar satunya. Trus kamar satunya lagi di pakai Barra, Papa Rio sama Papa Jo. Gak apa-apa kan? Tempat tidurnya juga besar," jawab Mama Cassie


"Hemm enak yang tidurnya pasangan dong," ujar Rio


"Ya juga hahaa," Jovan menimpali.


"Wah berasa bulan madu ya Mah," ucap Wasabi pada Joy


"Ahaha," semua tertawa


"Cassie sama Om Bewok satu kamar, trus Mama Joy, Mama Dina sama Mbak Markonah dikamar satunya. Trus Papa Jo, Papa Rio sama Papa Wasabi se- kamar. Gitu aja ya," ujar Cassie


"Ih enak di kamu, belum muhrim," Mama Dina menoyor pelan kepala Cassie.


"Rencana nikah mau kapan ini? Kan biar enak bisa sekamar," tanya Rio menggoda anaknya.


"Nunggu Cassie selesai kuliah aja gimana? Soalnya biar dia fokus sama kerjanya dan bisa mengejar karirnya dengan cepat," jawab Barra


"Cassie maunya nikah bulan depan, gak masalah kan kuliah dengan status sudah menikah,"


"Tapi nanti hubungan kalian jadi Long Distance Marriage, dan itu akan sangat berat untuk pernikahan yang baru di mulai," ucap Dina mulai serius


"Tapi kalau Cassie yakin bisa menjalani LDM kenapa tidak?" sahut Joy


Seketika Barra terkenang akan masa lalunya. Baru menikah dan beberapa hari setelahnya dia harus keluar kota untuk pelatihan kerja. Itu dulu sebelum Barra memiliki apapun. Hasilnya sang istri malah selingkuh.


Hmm semoga saja Cassie bisa menjaga diri batin Barra sebelum menjawab keinginan Cassie


"Ehemm Saya tidak keberatan Cassie mau menikah kapan, bulan depan juga boleh asalkan kita harus memiliki 4 kunci dalam hubungan," ujar Barra


"4 Kunci? Apa itu?" tanya Cassie


"Pertama adalah perencanaan. Harus ada perjanjian-perjanjian dan kesepakatan yang harus disepakati sejak awal. Seperti berapa lama sekali akan bertemu. Karena tidak mungkin kan Saya bolak-balik setiap hari atau seminggu sekali. Jakarta ke London bukan seperti jarak keluar kota. Sayang...," sahut Barra


"Kedua adalah komunikasi. Kita memiliki kesibukan masing-masing, Saya sibuk bekerja dan Cassie kuliah. Selama ini Saya meluangkan waktu untuk selalu menjaga komunikasi meskipun ditengah kesibukan. Tetapi jika keadaannya benar-benar di luar prediksi. Seperti kemarin yang membuat Cassie ngambek. Ingatkan? Seharusnya Cassie jauh lebih percaya dan bersikap dewasa,"


"Hehe iya, habisnya Mas Barra ga ada SMS sih," ucap Cassie

__ADS_1


"Iya itu juga kesalahan saya tidak membalas pesan karena saya pikir akan lebih enak kalau dikatakan lewat telepon," sahut Barra


Sedari tadi yang lain hanya menyimak.


"Kunci ketiga adalah komitmen dan alasan. Alasan Cassie di London untuk kuliah, demi masa depan Cassie. Untuk mendewasakan dirinya lebih mandiri. Dan itu adalah hal baik dan layak dipertahankan. Maka saya berkomitmen tidak akan melarang jika Cassie ingin meneruskan kuliah disini, hingga berkarir dan mengejar cita-cita setelah lulus kuliah nanti," Barra berbicara dengan sangat bijak. Hingga semuanya mendengarkan dengan seksama.


"Dan terakhir kunci ke empat adalah Me Time. Terkadang kita sebagai manusia ingin memiliki waktu sendiri. Saya akan memberikan keluwesan dalam hubungan kita nanti. Bagi satu sama lain untuk mencari kesenangan dan waktu luang untuk memanjakan diri sendiri. Jadi jika Cassie ingin menikah bulan depan. Dengan kondisi saya bekerja di Indonesia sementara Cassie kuliah disini, harus siap menjalani LDM. Harus lebih dewasa dan pintar menjaga diri," jelas Barra panjang lebar kali tinggi.


Semua terkagum mendengar penjabaran yang Barra berikan sangat detail sehingga Cassie yang pola pikirnya belum begitu dewasa terkadang masih seperti anak-anak, menjadi mengerti apa konsekuensinya dan langkah apa yang harus dipersiapkan untuk menjalani pernikahan jarak jauh.


"Nah bagaimanakah Cassie, karena tidak mudah loh. Kendalanya hanya satu Jarak," ucap Jovan


"Setelah mendengar penjabaran Mas Barra, Cassie paham. Cassie juga akan memberikan Mas Barra dengan waktunya kesenangannya sendiri. Lebih percaya dengan Mas Barra dan intinya Cassie siap dengan segala konsekuensinya," jawab Cassie


"Ya udah kalau semua sudah saling yakin berarti bulan depan kita merayakan pernikahannya," ucap Dina dan semuanya setuju.


"Kalau Barra mendadak kangen dan kebelet sih, Papa bisa bantu antar kemari. Pakai kekuatan teleportasi," sahut Wasabi tiba-tiba


"Pah ini bukan genre fantasi ya," sahut Joy


"Teleportasi?" Tanya Rio dan Dina bersamaan


"Impossible," jawab Dina


"Wah keren," sahut Cassie dan Jovan


"Lalu apakah kamu juga menuruni kekuatan itu?" tanya Rio


"Tidak Pah, saya tidak memiliki kekuatan apapun tetapi jika bela diri saya bisa," jawab Barra


"Loh kemana Pak Wasabi?" tanya Bu Dina


"Saya disini Bu," Wasabi tiba-tiba ada di depan pintu sambil makan apel. Kemudian dia menghilang lagi dan muncul di kursi sebelumnya.


"Se-setan?" Dina yang tidak percaya akan kekuatannya malah mengira setan.


"Ih Mama katanya Impossible tapi pas liat sendiri malah pingsan," sahut Cassie


"Sayang jangan gitu lagi ahh, tuh kamu bikin Bu Dina pingsan, " ucap Joy

__ADS_1


"Biar saya gendong ke kamar," ucap Rio yang lupa jika dia mantan suaminya


"Eh biar saya saja, kan saya suaminya," Jovan langsung mengangkat Dina ke kamarnya.


"Hehe maaf kelupaan," jawab Rio sambil garuk-garuk kepalanya.


"Hmm Papa-Papa," Cassie menepuk-nepuk punggung Papanya agar pria itu sabar


"Papa sama Mama kalau capek istirahat dulu aja, Barra biar di sofa ini," sahut Barra


"Ada dua tenda kayaknya, kan asik tuh kayak kemah jadinya. Bentar Cassie lihat dulu,"


"Wah asik tuh udah lama kita gak kemah ya sayang," sahut Joy menggenggam tangan Wasabi. Udara mulai dingin dan dia terus menggenggam tangan suaminya.


Rio terus memperhatikan pasangan di hadapannya itu.


Iri sudah pasti.


Dina tidak pernah menunjukkan kemesraannya saat dengan Rio.


"Nah ini dia," Cassie menyerahkan tenda dengan bungkusan yang dilipat.


"Saya bantu pasang ya, mau di luar atau di dalam rumah?" sahut Barra


"Kamu aja itu yang pake, Cassie sama mbak Markonah. Kalo Mama pilih yang di kamar aja, dingin soalnya hehe yuk sayang kita masuk," Ajak Joy beranjak dan menggandeng tangannya suaminya


"Mari Pak Rio, kita duluan tidur ya," pamit Wasabi dan Joy hanya membungkukkan sedikit badan.


"Yaudah kita pasang diluar aja ya sayang, nanti pakai api unggun," ucap Cassie


"Apa gak dingin?"


"Pake jaket dong hehe, biar romantis..."


Akhirnya Cassie dan Barra keluar rumah, memasang tenda di halaman rumah. Tenda tersebut sudah jadi tinggal di bentang saja. Sementara Mbak Mar menyiapkan api unggun dengan mencari ember dari seng kemudian memberikan arang didalamnya serta menuangkan minyak membuat api unggun di dalam ember agar halaman berumputnya tidak kotor.


Sementara Rio masih duduk di ruang tamu dan melamun.


Kemudian mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompetnya. Ia menyimpan nomer tersebut kedalam ponselnya dan mulai mengetikkan sesuatu.

__ADS_1


"Ahh untuk apa sih aku cari lagi, aku tidak ingin berkomitmen dengan siapapun," gumam Rio mengurungkan niatnya untuk berkenalan. Lalu menghapus pesan yang tadi ia tulis.


__ADS_2